Impor Rektor Asing?

Ki Ageng Similikithi

 

Jaman pak Harto dulu, keputusan untuk melakukan impor sapi dari Australia, didasarkan atas pertimbangan jangka panjang. Memperbaiki kualitas ternak dengan kawin silang. Maka yang diimpor hanya sapi pemacek atau pejantan unggulan. Agar bisa menghasilkan keturunan sapi pedaging yang bagus. Banyak keturunan sapi pedaging prima yang sampai sekarang ada, sapi metal, limousine dan lain lain. Kemudian kebijakan impor berganti, lebih baik impor dagingnya saja kan lebih gampang, gak susah-ssuah menternakkan. Atau impor sapi pedaging siap potong. Semua jalan pintas.

Menteri Pendidikan, Riset dan Teknologi berencana melakukan, bukan impor sapi pemacek, tetapi impor pimpinan perguruan tinggi negeri. Obyek impornya memang lain, tetapi latar belakang pemikiran cari gampangnya, sama saja. Karena banyak PTN yang tidak masuk ranking 500 dunia. Salah kaprah. Yang perlu diperbaiki adalah lingkungan akademis yang kondusif yang mendorong riset dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan pemecahan masalah-masalah prioritas. Yang terjadi, dunia PTN kita memang didominasi birokrasi akademik yang parah. Sangat normatif dan kasarnya ndesit. Mereka-mereka dari dunia akademis beserta karya-karya yang diterima di dunia global malah terpinggirkan dan tersisihkan, tidak mampu bertahan dengan birokrasi yang ada.

Outsourcing related items words cloud, business concept

Banyak lembaga di lingkungan PTN, yang masuk urutan terhormat dunia, karena karya dan dinamikanya. Fak Kedokteran UGM pernah masuk ranking 72 dunia dari TIMES. Banyak unit penelitian yang bisa tampil di dunia global, tetapi tidak bisa bertahan karena birokrasi akademik yang begitu mematikan. Dengan dinamika birokrasi dan kebijakan-kebijakan akademis yang hanya normatif saja, misalnya kenaikan pangkat akademis dikaitkan dengan kesetiaan sebagai pegawai negeri/atau di jaman ORBA harus ikut GOLKAR, lha mbok impor rektor dari ujung dunia pun tidak akan menghasilkan apa apa.

Pakailah sedikit akal sehat pak Menteri, dari pada impor Rektor secara fisik, mengapa tidak saja dilakukan ganti nama untuk Rektor-rektor PTN, dengan nama Barat, kalau perlu fotonya diganti dengan foto orang asing…… kan kita memang jago dalam manipulasi.

Wah malah ikut nggladrah saya berkomentar tentang kebijakan yang nggladrah. Salam damai.

 

 

13 Comments to "Impor Rektor Asing?"

  1. Lani  10 June, 2016 at 09:11

    James: dua2nya kurang tidur dan habis bangun tidur……………oleh krn itu mata dan otak kaga nyambung hahaha…………

  2. James  10 June, 2016 at 09:07

    mas DJ, apa mbak Lani nya habis bangun tidur apa kurang tidur ???? jauh berbeda loh !

  3. Itsmi  9 June, 2016 at 19:29

    Handoko, ada kesempatan tahun depan Belanda mempunyai perdana menteri Maroko…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *