Konsisten

Hariatni Novitasari

 

Untuk melakukan apapun, kita butuh satu hal ini. KONSISTEN. Pola hidup sehat. Disiplin menulis. Olahraga. Rajin mengaji. Apapun itulah. Namun, kadangkala susah sekali untuk melakukan hal yang satu ini. Saya tahu, sebagai seorang dengan high self-determination, saya bisa dengan mudah mengubah apapun diri saya asalkan saya mau. Menjadi konsisten itu adalah hal yang lain lagi. Well, saya sebenarnya termasuk orang yang lumayan konsisten dan telaten. Namun, ketika saya berhadapan dengan perubahan mood saya, itulah yang tidak bisa saya tahan. Mood saya yang kadang suka berubah itulah yang menganggu konsisten saya. Misalnya, konsistensi dalam menulis.

Anda tahu sendiri, saya senang sekali menulis. Sayangnya, itu masih terpengaruh dengan mood saya. Ketika mood menulis saya sedang tinggi-tingginya, dalam sekali duduk, saya bisa menulis dua atau tiga hal yang berbeda. Termasuk kalau sedang rajin update blog. Sekali posting, saya bisa posting tiga atau empat tulisan. Hal ini sudah saya tengarai sejak dulu kala, hehehe. Nah, kalau tidak mood, blog akan dibiarkan terbengkalai. Menulis sih berusaha menulis. Sekian ratus ide ada di kepala, tetapi tidak ada satupun yang keluar dalam bentuk tulisan yang utuh. Hanya satu dua paragraph di atas, untuk selanjutnya dibiarkan tidak diteruskan alias terbengkalai.

konsisten

Dalam hal tulis menulis, saya sebenarnya ingin menjadi orang yang sangat konsisten. Ya, karena saya suka menulis. Itu saja alasannya. Saya membaca banyak penulis yang sangat disiplin (dan konsisten). Mereka secara konsisten menulis setiap hari. Misalnya saja Giddens Ko, penulis Taiwan yang terkenal dengan webnovel (yang kemudian dibuat film) “You Are the Apple of My Eye” menulis 5000 kata per hari. Nora Roberts menulis dari jam 9 pagi sampai dengan 5 sore setiap harinya. Demikian juga Haruki Murakami (di luar kebiasaan larinya) dan Paulo Coelho (di luar kebiasaan memanahnya). Tidak ketinggalan Leo Babauta dari zenhabits.net atau duo Minimalists, Josh Milburn dan Ryan Nicodemus. Mereka adalah orang-orang yang mampu konsisten dengan apa yang mereka lakukan. Tynan misalnya, untuk menjadikan dirinya orang yang konsisten, dia membuat challenge untuk dirinya sendiri. Yaitu, menulis setiap hari selama 365 hari. Satu hari satu artikel.

kutek

Ah, should I try that? It really does not matter with thing I set up or I determine to do something. But again, how will I persist to things that I want to do…

 

Bisa juga dibaca di: Konsisten

 

 

8 Comments to "Konsisten"

  1. Lani  10 June, 2016 at 12:19

    AL: aku acungi 27 jempol……..boleh pilih jempole siapa aja hahaha

  2. Alvina VB  10 June, 2016 at 12:06

    Kalau kenthirs di Baltyra konsisten ke’gemblungan’nya, ha..ha…..

  3. Handoko Widagdo  10 June, 2016 at 06:55

    Lani, wolak-walik ki panganan apa? Apakah itu makanan dari jaman jurasik?

  4. Lani  9 June, 2016 at 14:06

    Itu juga tidak salah Hand hahaha………diwolak-walik artine podo wae…….jd kangen sama wolak-walik apakah msh ada yg jual ya?

  5. Handoko Widagdo  9 June, 2016 at 10:43

    Menunurtku yang paling mudah adalah konsisten untuk tidak konsisten.

  6. Lani  9 June, 2016 at 01:57

    Mas DJ: setuju!

    James: hehe betul para kenthirs sll konsisten utk mencungul dirumah ini……..

    Bicara konsisten mmg tdk mudah spt kata pentulise dipengaruhi oleh mood……….kdg utk konsisten perlu dipaksakan pd diri sendiri

  7. Dj. 813  9 June, 2016 at 01:54

    Dimana ada kemauan, disitu ada jalan .
    Terimakasih mbak HN .
    Salam,

  8. James  8 June, 2016 at 15:41

    1…..Konsisten Kenthirs di Baltyra

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *