Jangan Menyerah, Ikhsan

Fire – Yogyakarta

 

Pagi cerah tak berawan
Kami bergegas ke Istora Senayan
Tuk ikut berikan dukungan
Meski jagoan kami tinggal Ikhsan

Yah, hari Sabtu ini pertandingan sudah mencapai babak semifinal. Sayang, wakil Indonesia yang tersisa hanyalah pebulutangkis muda Ikhsan Maulana Mustofa.

Suasana masih sepi

J1 J2

 

Yuk, nuker tiket dulu.

J3

Siapa mau dilukisi wajahnya? Gratis …

J4

Boleh, mau selfie bareng Koh Ahsan dan Kang Hendra … Eh, kebalik ya? Podho wae lah, wong semuanya sama-sama mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

J5

Atau dengan Mbak Nitya dan Mbak Greysia?

J6

Sehabis menukar tiket, naik ke atas, ternyata masih sepi dan pintu belum dibuka.

J7 J8

 

Sebenarnya sih, pengin berduaan sama Neng Marin, tapi kok ada yang lagi asik ngemil …

J9

Jalan-jalan dulu di seputaran Istora. Ini shuttle-cock raksasa yang sering jadi tempat favorit untuk narsis.

J10

Mari … ungkapkan dukunganmu di sini … Tapi, spidolnya jangan di-embat ya …

J11 J12

 

Lho, Mbak, kok senyum-senyum saja, malu ya kepergok ama Brad Pitt …

J13

Jeritan hati para supporter …

J14 J15

 

Nggak lelah-lelah, maskot ini berkeliling melayani permintaan jepret bareng dari para pengunjung.

J16

Masih ingatkah panjenengan dengan para jawara rimba persilatan tepok bulu angsa?

J17 J18

 

Siapa yang mampu memisahkan (prestasi) mereka berdua?

J19

Dari segi penyelenggaraan memang cukup sukses, tinggal prestasi yang kali ini belum.

J20

Kupu-kupu yang lucu, kemana engkau terbang?

J21

Wah, Raden Gatotkaca hendak dicaplok naga? Rupanya ada pengarah gayanya …

J22 J23

 

Mau maen game? Bisa … Tapi jangan sampe gagal fokus ya …

J24

Kayaknya di sini tersedia merchandise dan apparel. Sik … sik … apparel kuwi opo? Embuh … Pokoke gagal fokus …

J25

Roda kehidupan terus berputar. Jangan menyerah ya, Dik …

J26

Setelah capek berjalan-jalan dan memuaskan hasrat narsis, kembali lagi ke atas, wah antriannya sudah panjang …

J27

Lho pada pegang apaan tuh …?

J28

Kejar tuh, Mas-nya … Dibagikan gratis …

J29

Bunyinya keras juga, loh … Apalagi kalo supporter yang duduk di belakang kita, membunyikannya persis di dekat kuping kita … Kupingku sampe serasa budhek gara-gara supporter di belakangku sangat antusias memberikan dukungan …

J30

Sorry, gambarnya blawur, soalnya di dalam nggak boleh jepret pake blitz …

J31 J32

 

Kelihatan nggak tuh, ada rombongan supporter yang pake topi unik. Tapi perasaan mirip topi kalo pas ospek ya … wakakak …

J33

Kalo di depan kita pas kosong, bisa buat nangkringin kaki yang pegel …

J34

Sempat keluar, soalnya kebelet pipis. Balik lagi, kebagian tempat yang ketutup separo lapangan. Untung Ikhsan mainnya di lapangan seberang. Sempat bercanda juga, “Harusnya harga tiket makin ke final makin murah soalnya jumlah lapangan yang bisa ditonton makin sedikit, kalo babak penyisihan kan lapangan yang bisa ditonton masih banyak …”

J35

Biarpun dari 10 pertandingan hari ini, cuma ada satu yang memakili Indonesia, bukan berarti supporter-nya diam saja. Meski kemana dukungan diberikan tergantung “selera”. Ketika Carolina Marin (Spanyol) melawan Wang Yihan (China), gemuruh dukungan pada Carolina. Yel-yel, “Ca…. ro… li … na..”, diteriakkan sepanjang pertandingan. Ketika ganda putri China berhadapan dengan ganda putri Malaysia, tentu saja dukungan diberikan kepada ganda putri China, pokoknya asal bukan Malaysia …. wakakak … Ketika Lee Young Dae/Yoo Yeon Sung (Korsel) berhadapan dengan pasangan Denmark, dukungan diberikan kepada pasangan Korsel. Mungkin sebagian karena belum “move on” setelah kekalahan tim Indonesia dari tim Denmark pada Piala Thomas yang baru lalu. Tapi sebagian dukungan pastilah dari para penggemar Lee Young Dae. Entah kenapa dari sekian banyak pemain Korsel yang tampangnya memenuhi standar K-Pop cuma Lee Young Dae seorang. Dan momen yang membikin emak-emak dan embak-embak memekik histeris adalah saat Lee Young Dae berganti kaos saat pergantian set. Padahal sih, nggak six-pack kayak Christiano Ronaldo. Coba saja, kalo Lee Young Dae nggak cuma ganti kaos tapi juga ganti celana, pasti pada semaput tuh … Apalagi kalo Lee Young Dae ganti sarung, wah pasti bakalan disunat tuh ….

J36

Adu suara juga terjadi antar supporter. Ketika dari suatu tribun bergema yel-yel, “Let’s go Denmark …. Let’s go Denmark …”. Saat berikutnya akan dibalas (dalam jumlah lebih banyak), “Go home Denmark …. Go home Denmark …” Supporter Indonesia memang terkenal paling norak dan heboh, jangankan saat turnamen di negeri sendiri, di negeri orang saja paling kenthir …

Akhirnya, memang Ikhsan mesti mengakui keunggulan Lee Chong Wei dalam dua set, meskipun dukungan gegap gempita dari para supporter. Tapi jangan khawatir, ini pertandingan bulutangkis bukan sepakbola. Nggak ada supporter yang rusuh atau kepalanya benjut kena timpuk. Semua pulang dengan tenang.

Rindu mengenang era 90-an, dimana barisan tunggal putra kita berderet panjang, dari Alan Budikusuma, Ardy B Wiranata, Hermawan Susanto, Joko Supriyanto, dan Heryanto Arbi. Lalu, era 2000-an, muncul Taufik Hidayat, Hendrawan, Sony Dwi Kuncoro, Simon Santoso. Tapi kita masih optimis, kini kita punya trio muda Jonathan Christie, Anthony Sinisuka Ginting, dan Ikhsan Maulana Mustofa, yang masih berusia di bawah 20 tahun. Jonathan Christie bahkan sempat menumbangkan Lin Dan (China), meski akhirnya terhenti di tangan Jan O Jorgensen (Denmark). Tapi, dilihat dari usia, dua tahun lagi kemungkinan besar Lin Dan, Lee Chong Wei, dan Jan O Jorgensen bakal pensiun, menyusul Taufik Hidayat dan Peter Gade Christiansen yang sudah pensiun duluan. Saatnya bagi Jonathan, Anthony, dan Ikhsan masuk ke jajaran elit dunia. Jalan masih panjang, Ikhsan …

 

 

About Fire

Profile picture’nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi.

Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

6 Comments to "Jangan Menyerah, Ikhsan"

  1. Handoko Widagdo  17 June, 2016 at 08:14

    Fire Maulana mau berkelana.

  2. Alvina VB  17 June, 2016 at 00:14

    Dah gak ngikutin perkembangan bulutangkis di Ind lagi euy…jadi kagak tahu itu si Ikhsan siapa, he..he… Mbakyu Lani, masih inget gak pertandingan akhir dari Rudy Hartono vs Lim Swi King yg mengakhiri kejayaan Rudy Hartono krn King yg kemudian menjadi bintang bulutangkis di Indonesia, Asia dan dunia. Btw, Ardi Wiranata denger2 ada di BC, jadi pelatih bulutangkis; kl gak salah di awal thn 90an, dia pernah ngewakilin Canada, ttp kalah total krn dah ketuean, he..he….

  3. elnino  16 June, 2016 at 16:40

    Wuueeeh…elok tenan lik Brett tekan Jakarta demi jadi supporter Ikhsan. Salut lik…
    Jal mampir, tak sangoni kacang godhog sak tas kresek.

  4. james  16 June, 2016 at 15:54

    meski Badingdong bukan sport favourite tapi dulu kalau ada pertandingan selalu nonton

    hali ci Lani, hadir nih

  5. Dewi Aichi  16 June, 2016 at 08:00

    Wooooooo…yak yak’an tekan Jakarte to mas Fire? aku ngga ngikutin bulu tangkis Indonesia saat ini.

  6. Lani  16 June, 2016 at 00:44

    Hayo para kenthirs pd kegilaan sama bulutangkis nggak? Aku msh ingat zaman kejayaan Rudy Hartono…….kapan muncul kembali Rudy Hartono lainnya?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *