Ramadan tetaplah Ramadan

Juwandi Ahmad

 

Meskipun warung makan tetap buka. Orang-orang bebas makan dan merokok di banyak tempat. Hiburan malam tetap digelar. Ramadan tetaplah suci. Tak ada sesuatu pun yang dapat mengotorinya. Tidak ada istilah mengotori kesucian bulan Ramadan. Ramadan adalah soal waktu dan bukan tempat. Kau tidak dapat shalat di tempat yang kotor, namun tetap bisa berpuasa di mana saja. Di antara gundukan sampah, toilet, warung, di tengah-tengah perkampungan pelacur. Karena Ramadan adalah soal waktu, maka gunakan waktu yang diberikan Tuhan benar-benar untuk menempa diri. Bermetamorfosalah dari ulat yang rakus menjadi kupu-kupu yang cantik lagi sedap dipandang mata. Mengubah diri sendiri menjadi baik sama artinya dengan mengurangi orang yang jahat. Kalau yang jahat ternyata kau, ada kebaikan berlipat-lipat.

Semua tahu, siang hari bulan puasa, warung makan sepi pembeli. Bila ada yang tetap buka, pastilah hanya berharap rezeki dari mereka yang tak puasa. Bukan bermaksud tak menghormati. Tak ada niat untuk menggoda. Berbaik sangkalah. Dan lagi, tak semua Muslim berpuasa. Dan tak semuanya adalah Muslim. Lebih-lebih, puasa itu perisai. Bukan pedang. Puasa itu menunjuk ke dalam, “Maaf aku sedang berpuasa,” dan bukan menuding keluar, “Hai, kalian jangan mengganggu puasaku.” Tak peduli seberapa banyak dan besar godaan yang kau hadapi, puasa itu bukan menghunus pedang, tapi memperkuat perisai.

Sing pengin ngumpulke pahala ben ngumpulke pahala. Sing pengin ngumpulke rejeki ben ngumpulke rejeki. Puasa itu bukan satu dua hari, melainkan satu bulan. Dan Ramadan, jatuh pada bulan apapun, entah Juni, Juli, atau Agustus, adalah tetap waktunya setiap orang, apapun agamanya, pencahariannya, dan tabiatnya. Dan puasa, bukan soal apakah kau diperlakukan istimewa atau tidak. Puasa adalah perkara apakah kau sungguh-sungguh berniat mengubah diri.

Semogalah, puasa kali ini, membuat kita memiliki lebih banyak alasan untuk memahami, yang memberi jalan untuk memaafkan, yang membuka hati dan pikiran untuk menyayangi.

 

 

6 Comments to "Ramadan tetaplah Ramadan"

  1. J C  13 July, 2016 at 09:59

    Muanteeeppp Gus Wan…

  2. Dj. 813  22 June, 2016 at 02:06

    Mas Yuwandi . . .
    Terimakasih, tulisan yang sangat menarik .
    1.

    Kalau orang Kristten puasa ( bukan berarti orang Kristen tidak puasa lho )
    Mereka justru diharap, untuk mencuci wajahnya, meminyaki rambutnya .
    Agar orang lain tidak lihat kalau dia sedang puasa .
    Puasa tidak perlu dipamerkan .

    2.

    Negara Turki, Dj. percaya adalah negara yang berpenduduk banyak islam.
    Entah apakah pemerintahan nya adalah pemerintahan secara islam .
    Kalau mas Yuwandi ke Istmabul .
    Kebetulan kami kesana dibulan puasa .
    Dimana-mana orang merokok disiang hari .
    Dan Rumah Makan juga buka dimana-mana .

    Jadi menurut Dj.
    apa yang terjadi di Indonesia, sangat disayangkan .
    Banya dari mereka yang meminta untuk menghormati bulan puasa dengan
    tidak berjualan makanan .
    Padahal orang-orang kecil ekonominya, memerlukan rejeki .

    Okay, Dj. tidak nulis panjang agar tidak ada yang tergelitik.
    Hahahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis untuk keluarga dirumah .

  3. Lani  18 June, 2016 at 00:05

    Kang Djuwandi: sungguh sebuah artikel yg menyejukkan spt apa yg dikatakan oleh Swan Liong Be artikelmu ini akan tepat mengenai sasaran klu disebar luaskan kesemua ORMAS apapun itu sebutan/namanya dinegeri ini.

    Karena sudah jelas tindakan/kelakuan mereka sgt tdk terpuji akan ttp mengapa msh tetap dibiarkan berkeliaran dinegeri ini???

    Aku percaya pertanyaanku ini banyak yg mengamini mengapa mereka tdk dibubarkan saja? Karena mereka bukan penguasa/memerintah negeri ini, menurutku kondisi/situasi negeri akan menjadi sangat baik tanpa kehadiran mereka.

    Kerjaan mereka hanya mengadu domba, rusuh, gaduh, tidak ada manfaatnya samasekali.

    Dibutuhkan keberanian penguasa dan jajarannya utk membubarkan dan meluruskan negeri ini menjadi kearah kebaikan.

    Selamat menjalankan ibadah puasa buat semua yg menjalankannya semoga mendptkan manfaat sebesar-besarnya.

    AL: aku dank James akan mengingatmu biarpun kamu sdg mabur2…….krn kesibukanmu

  4. Swan Liong Be  17 June, 2016 at 16:09

    @Juwandi: Saya sependapat 100% dengan tulisan anda diatas, persoalannya yakni bahwa pendapat/tulisan anda melalui Baltyra dibaca oleh mereka yang , saya yakin, semuanya sependapat dengan apa yang anda tulis. Sebetulnya tulisan ini harus diarahkan ke-ormas² yang anarchis dengan kedok agama yan sebetulnya bertindak egois dan mau menangnya sendiri.
    Saya terus terang sudah mual kalo baca kumpulan manusia ini berasksi seperti mereka yang menugasai negara , tapi sebaliknya saya juga heran koq pemerintah yang berwewenang membiarkan itu terjadi. Bahwa presiden Jokowi menyumbang dari uang pribadinya itu terpuji namun tidak ada gunanya kalo tidak disertakan tindakan tegas terhadap oknum²ini. Perda² itu lama² disalahgunakan dan harus ditindak oelh pemerintah pusat. Secara jujur, meskipun ini bernuansa egois: Saya merasa beruntung tidak harus mengalami anarki berkedok agama ini!

  5. james  17 June, 2016 at 15:57

    hadir AL meski telat dikit

    selamat menunaikan Ibadah Puasa bagi mereka yang melakoninya

  6. Alvina VB  17 June, 2016 at 10:06

    Selamat menunaikan ibadah puasa ya mas Juwandi & kel…
    (James/mbakyu Lani tolong absenin ya.. mau cabut dulu ya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.