[AMNESIA – The Future Story] Masa-masa Tak Terlupakan

djas Merahputih

 

Sang Pencipta Memilih Diam #4

 

Di tengah rapat, para petinggi militer kembali menekan Sang Presiden untuk segera mengambil tindakan ofensif terhadap bahaya dari luar itu. Presiden Amox berusaha meredam tekanan dengan terlebih dulu mengirimkan surat protes kepada pemimpin Rasyie. Surat segera dibalas oleh pemimpin Rasyie dengan penegasan bahwa senjata dimaksud hanya untuk kepentingan pertahanan dalam negeri. Bukan jenis senjata jarak jauh yang biasa digunakan untuk keperluan ofensif.

Sebenarnya, Sang Pangeran telah merasa cukup memahami penjelasan itu. Namun tak demikian halnya para petinggi militer.

“Bapak Presiden yang terhormat, perlu diketahui bahwa senjata mereka dapat diaplikasikan sebagai hulu ledak rudal jelajah jarak jauh. Hanya butuh satu sentuhan lagi untuk membuatnya menjadi senjata ofensif..!” Salah seorang staf ahli membeberkan kemungkinan terburuk dari pengembangan senjata itu.

“Baiklah, kita memang harus selalu waspada. Tapi tak ada satupun alasan bagi negeri Amox untuk berkonfrontasi dengan negeri itu. Lagipula, kita semua tahu watak negeri-negeri feminin seperti Ra Sirhonesia. Mereka bukanlah negeri yang agresif dan ekstrovert.”

“Memang betul, tak ada yang salah dengan pendapat Bapak Presiden. Tapi bangsa feminin sangat mudah diprovokasi untuk bertindak bodoh di luar keinginan mereka sendiri. Apa jadinya jika salah satu musuh di luar sana berhasil memanfaatkan celah ini. Apakah bangsa Amox harus menerima kemungkinan resiko terburuk? Mohon Pak Presiden sedikit lebih peka terhadap bahaya sekecil apapun..!” Salah seorang petinggi militer kembali melontarkan tekanan.

Sang Presiden tak mampu berargumentasi lagi. Surat protes kedua segera dilayangkan. Suasana panas akhirnya tak terelakkan. Pemimpin Rasyie bersikeras pada pendapatnya. Demikian pula para petinggi militer Amorluxico di belakang Sang Presiden. Tak ada kata sepakat untuk hal ini.

*****

masatakterlupakan (1)

img. 1 Beban teramat berat

Sang Pangeran bergegas menuju istana di tepi danau dengan beban berat yang ada di pikiran Beliau. Ono dan Offo terus mengawal Sang Pangeran dan berusaha menawarkan solusi kepada adik kesayangan mereka yang sedang galau. Keduanya memberi informasi bahwa sebuah kekuatan luar telah merasuki para petinggi militer sehingga nampak begitu bernafsu untuk segera mengobarkan peperangan. Belum jelas kekuatan luar yang dimaksud kedua kakak Sang Pangeran. Pangeran Soka hanya bisa menduga, hal tersebut berkaitan dengan kegiatan bawah tanah dari sebuah komunitas rahasia berwatak jahat.

*****

Purnama kembar kembali menampakkan pesona indahnya. Seorang penasehat dari Langit Kelima datang memenuhi janji pada Sang Pangeran. Setelah Penasehat II Ki Arwan memaparkan pandangan pada kunjungan lalu, giliran Ki Arkam kembali menyoroti perjalanan bangsa Rasyie saat berada dalam masa-masa pahit, pilu dan menyedihkan. Sebuah masa yang tak akan pernah terlupakan.

Anak-anak bahari sejak dulu telah terbiasa berada dalam suasana aman, tentram dan damai. Kini akhirnya harus takluk kepada sebuah bangsa yang telah terbiasa dengan peperangan dan penindasan. Mereka terbuai oleh kesenangan serta kenyamanan hidup, sehingga lupa mempersiapkan diri untuk hal-hal tak terduga seperti ini. Walaupun pada akhirnya mereka tersadar, semua telah begitu terlambat untuk membangun kekuatan.

Satu-satunya jalan saat itu adalah menerima dengan lapang dada segala penderitaan dan kesulitan hidup di seluruh negeri, sambil terus berharap suatu saat nanti akan datang pertolongan dari Sang Kuasa.  Mereka tak lupa memohon kepada para leluhur agar tetap mendoakan keselamatan bagi anak cucunya.

Di bawah todongan senjata para pribumi dikumpulkan lalu dipekerjakan paksa dalam berbagai kegiatan pembangunan fasilitas kota dan penunjang perekonomian lain. Ibarat mayat berjalan dengan tubuh kurus dan kering kerontang para pekerja terus bekerja tanpa peduli pada rasa lelah, lapar dan perih akibat sengatan matahari. Berkilo-kilometer jalan perintis dan juga rel kereta telah terbangun. Ribuan nyawa menjadi tebusannya.

masatakterlupakan (2)

img. 2 Budak di negeri sendiri

 

Perekonomian negeri memang tumbuh dan berkembang, namun tentu saja yang menikmati hanyalah segelintir masyarakat dan penguasa dari negeri seberang samudera. Masyarakat lain hanya bisa terpana dan menunggu giliran untuk dijadikan pekerja paksa ke wilayah-wilayah lain.

Dalam perkembangannya para pekerja tidak hanya dipekerjakan dalam wilayah sekitar tempat asal mereka. Mereka bahkan dikirim ke seluruh pelosok Rasyie  untuk bekerja pada area-area perkebunan. Sudah tak lagi dapat dibedakan antara anak-anak bahari yang tadinya hidup sehat dan sejahtera, dengan sapi perahan ataupun ternak kuda dan kerbau. Mereka diberi makan namun kemudian dipaksa untuk melayani semua perintah Sang Tuan.

Sang Pangeran serta para petinggi kerajaan diam seribu bahasa dan dengan mimik wajah memelas mereka mendengarkan seluruh penjelasan Ki Arkam dengan seksama. Bahkan Ki Arkam sendiri terkadang harus menghela nafas panjang untuk meneruskan pemaparan. Kisah ini tak akan pernah terlupakan.

Beliau melanjutkan hasil pengamatan terhadap bangsa keturunan Ratu Maava ini. Seluruh rakyat di pelosok negeri pada jangka waktu tertentu akhirnya merasa terbiasa dengan penderitaan mereka. Mereka mulai bisa menampakkan senyum walaupun dengan mimik penuh kegetiran. Kadang-kadang tawa lepas terdengar saat mereka melemparkan ledekan satu sama lain. Dengan cara tersebut mereka berharap penderitaan yang selama ini dialami tidak akan terasa begitu berat lagi.

Bagi pekerja usil dan punya sedikit keberanian, kini bahkan menjadikan para utusan penguasa yang mengawal mereka sebagai sasaran candaan. Para pengawas juga mulai terbiasa dengan keisengan para pekerja paksa tersebut dan menganggapnya sebagai hiburan tersendiri untuk mengobati kejenuhan di sela-sela pekerjaan mereka.

Lama kelamaan suasana di tempat kerja paksa perlahan menjadi semakin cair. Para pengawas sedikit demi sedikit mulai melonggarkan aturan dan perintah-perintah mereka. Hubungan antara tuan dan budak berangsur memudar menjadi hubungan persahabatan. Tentu saja hal ini hanya berlaku bagi para utusan penguasa yang bertugas langsung mengawasi para pekerja.

Fisik para pekerja perlahan membaik dan hal tersebut berdampak baik bagi hasil pekerjaan mereka. Para pengawaspun semakin senang karena itu berarti kinerja mereka akan mendapat penilaian yang semakin baik di mata atasan. Hubungan mereka di hari-hari berikutnya lambat-laun terlihat semakin akrab.

Bagian paparan ini mampu membuat Sang Pangeran bernafas sedikit  lega. Tanda-tanda kebaikan mulai terlihat. Ki Arkam berhenti sejenak dan tak lama kemudian kembali melanjutkan paparan.

masatakterlupakan (3)

img. 3 Menyongsong cahaya

 

Anak-anak bahari akhirnya melihat sebuah celah untuk membangun kekuatan sendiri. Mereka sudah mulai diperbolehkan untuk bersosialisasi di tengah-tengah waktu istirahat. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan untuk menjalin komunikasi di antara anak pribumi. Saling berbagi keluh-kesah dan canda tawa sudah cukup bagi mereka untuk melupakan penderitaan yang terpampang di depan mata. Orang-orang tertentu dengan misi lebih luas memanfaatkan waktu tersebut untuk menularkan rencana-rencana jangka panjang bagi perjuangan mereka. Mereka terus memompa semangat teman-teman sependeritaan untuk tetap memiliki harapan akan datangnya pertolongan dari Sang Pencipta dan tentu tak lepas pula dari doa-doa para leluhur mereka di samudera luas.

Mimpi mereka sepertinya akan segera menjadi kenyataan. Salah seorang di antara para pemuda pemberani memperoleh pesan dari leluhur mereka di samudera luas, ketika sedang melepas penat di sebuah tebing tepi laut. Suatu saat sebuah bangsa dari Utara akan datang untuk membantu membebaskan mereka dari belenggu penderitaan. Ratu Maava dan Baginda Maxi memang memiliki saudara tua dari paman mereka yang bertahta di sebuah kepulauan di wilayah Utara.

*****

 

Bersambung….

Harapan dan Ancaman #6

 

 

About djas Merahputih

Dari nama dan profile picture'nya, sudah jelas terlihat semangat ke-Indonesia-annya. Ditambah dengan artikel-artikelnya yang mengingatkan kita semua bahwa nasionalisme itu masih ada, harapan itu masih ada untuk Indonesia tercinta. Tinggal di Sulawesi, menebar semangat Merah Putih ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "[AMNESIA – The Future Story] Masa-masa Tak Terlupakan"

  1. J C  13 July, 2016 at 10:04

    Terus menyimak dan menanti lanjutannya…

  2. djasMerahputih  4 July, 2016 at 02:32

    Om DJ:
    Susah senang tetap bersama,
    Pulau tujuan pasti terlabuhi.
    Thanks sudah mampir om DJ. Salam Pallubasa..

  3. djasMerahputih  4 July, 2016 at 02:23

    Bang James:
    Horee…. Thanks untuk kerja keras para awak Baltyra.
    Akhirnya dunia perkenthiran aktif kembali..!

  4. djasMerahputih  4 July, 2016 at 02:19

    Thanks mba Avy… santai aja bacanya.Yang penting absen dulu..

  5. Dj. 813  3 July, 2016 at 18:53

    Ringan sama dijinjing , berat sama dipikul .
    Cerita yang indah, bila bisa menyongsong pagi .
    Terimakasih Djas .
    Salam,

  6. james  3 July, 2016 at 09:44

    horrayyy Baltyra is back

  7. Alvina VB  2 July, 2016 at 23:45

    Hadir…absen dulu ya..bacanya nyusul Djas.

  8. djasMerahputih  23 June, 2016 at 13:47

    Hadir Tji Lani & Bang James
    Thanks sudah mampir..

  9. Lani  23 June, 2016 at 09:45

    yep! welah betul………..kelewatan! Tapi mahalo sdh diingatkan………..

  10. james  23 June, 2016 at 09:02

    1……hadir, pada kemana yang lain ? ci Lani mbak Lani kemana kok kelewat artikel ini ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.