HALAL?

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA….

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang sangat indah ini. Dj. sengaja tulis sangat indah, karena sejak tanggal 21 Juni lalu, sudah memasuki musim panas di Eropa, yang dinanti-nanti oleh kebanyakan orang Eropa. Saat Dj. nulis ini (tanggal 23 sore hari), di luar suhu sudah mencapai di atas 32°C. Jadi untuk orang Mainz, sudah cukup puanas…

cuaca

Okay…Dj. menulis ini, sengaja karena Dj. ingin dahulukan dan oret-oretan yang lain boleh nunggu. Mengapa demikian…??? Ya, karena Djas telah mengingatkan Dj. di oret-oretan minggu lalu. Dimana Dj. cerita si tupai dan tidak ada foto makanan sama sekali. Yang jelas untuk Djas, kurang atau tidak menarik. Tapi Djas secara diplomatis, dia masih menulis…untuk menghormati yang puasa ya om…Hahahahahahahahahaha…!!! Olehnya, Dj. tidak hanya ingin menghormati yang puasa saja, tapi juga berterimakasih kepada Djas yang sudah mengingatkan Dj.

Lalu apa hubungan nya dengan thema di atas…??? Kok ditulis HALAL…???

Okay…tanggal 22 Juni lalu (1 hari sebelum menulis oret-oretan ini), kami sengaja ingin jalan-jalan di kota, maklum wong ndeso (orang pinggiran kota). Karena cukup lama jalan kaki, maka saat baru jam 18:00 sore kok perut terasa lapar. Walau Mainz kota kecil…Tapi cukup banyak pilihan untuk berbuka…Hahahahahahahaha…!!! Dj. jadi ingat masa kecil, karena orang tua memeluk agama islam, maka saat puasa, Dj. pun ya sudah harus ikutan puasa. Jadi sampai Dj. besar (umur 18 tahun) saat Dj. dibaptis di Makassar dan bahkan saat sudah di Jerman, Dj. kadang masih ikutan puasa.

Tapi dulu, seingat Dj. tidak aneh-aneh, belajar baca Alquran, ayuuuk…disekolahkan di sekolah Kristen, baca Alkitab ya ayuuuk…(bukan hal yang aneh, tapi yang aneh…Dj. memilih sendiri apa yang Dj. yakini dan bukan karena kata orang)

Nah, karena bulan ini masih bulan puuasa, seperti kata Djas, jadi kita diminta menghormati yang sedang puasa. Olehnya Dj. memilih untuk makan ikan bakar atau ayam bakar, yang halal…(pikir Dj.) Hahahahahahahahaha…!!! (djsoktahu.com)…

Okay, akhirnya kami memasuki Restarant cepat saji milik orang Afghanistan, yang Dj. pikir pasti halal. Karena namanya juga cepat saji, jadi tidak nunggu lama, sudah bisa bersantap. Karena sering Dj. lihat orang berkudung juga makan di sana. Tapi belum pernah lihat yang hanya kelihatan matanya saja, makan di sana. Kalau ada…Dj. ingin tahu bagaimana dia makan ayam panggang ini ya…???

halal (1)

Tampat makan ini tidak besar, mungkin di dalam hanya ada 20 tempat duduk dan d iluar sekitar 12 tempat duduk.
Tapi…Ayam panggang di sini, cukup terkenal sejak tahun 2006 dan memang sangat enak. Sudah banyak yang mencoba menyaingi dan membuka juga Restaurant Ayam Panggang yang kelihatan lebih waaaah dari yang ini. Tapi banyak juga yang kemudian tutup, karena tidak laku.

halal (2)

Nah pekerja di warung cepat saji ini sudah lama kami kenal, bahkan salah satu pekerjanya kalau panggil Susi dengan kata “mama”. Seperti biasa Dj. pesan 1/2 potong ayam panggang dengan kentang goreng, maklum sudah jam 18:00 jadi tidak makan yang berat-berat. Sedang Susi hanya pesan sosis dimakan dengan roti. Orang Jerman manamakan “Currywurst“. Jadi sosis dengan saus tomat dan dibubuhi kuri, yang rasanya sedikit pedas.

halal (3)

Jadi kami hanya pesan itu saja. Makanan ini benar murah meriah, berdua hanya habis 15 Euro, sudah dengan minuman.

halal (4)

Okay…lalu apa anehnya…??? Ini dia, saat kami selesai berdoa (untuk mengucapkan syukur akan berkat TUHAN ini) dan kemudian kami asyik…makan dengan tenang…Datang seorang ibu-ibu dan bertanya ke penjualnya…

APAKAH AYAMNYA DIPOTONG SECARA HALAL…???

Karena semua pekerjanya adalah orang Afghanistan dan juga islam, mereka menjawab dengan jujur…Yang jelas kami tidak tahu, bagaimana ini ayam-ayam dipotong, karena kami beli sudah mati. Tapi kemungkinan besar dipotong tidak secara halal. Lalu ibu itu meninggalkan warung ini.

Kami berdua mendengar percakapan ini, jadi baku pandang dan sedikit merasa aneh. Ini dia yang kemudian jadi pikiran Dj. Dulu kok rasanya tidak ada yang bertanya demikian, apakah ini ayam dipotong secara halal atau tidak.
Sedang ayam itu kan makanan yang halal, bukan seperti babi yang sangat halal…hahahahaha…!!! (sorry…!!!). Dan orang Islam pun, sebelum makan, kan juga mengucapkan doa (Bismilah dan bukan bis damri). Lalu Dj. guyonan ke Susi, itu sosismu juga tidak halal, walau sosis sapi.

Lalu kami kami saling senyum, itu kebiasaan kami kalau baku pandang, selalu senyum…Kan senyum itu sehat, bukan…??? Mengapa orang tidak bertanya, darimana itu sandal, sepatu baju atau sering lihat orang pakai topi (baseball cap). Bukannya yang produksi itu kebanyakan kapir. …??? Siapa yang bikin HP…??? Yang hampir semua orang pakai, apakah dibikin secara halal…??? Mengapa tidak ditanya, dari mana itu HP…??? Arab…??? Jelas bukan lah…Haiyaaaaa….!!! Atau mobil yang mereka kendarai dan banyak lagi barang bikinan kapir yang mereka pakai setiap hari. Ya…bahkan makanan kaleng yang beredar dimana-mana…Hampir semua orang pernah makan…Tapi kok tidak ada yang mempermasalahkan…???

Nah ya…Itu semua hak masing-masing orang, asal tidak mengganggu orang lain saja. Akhirnya, kamipun selesai makan dan keluar dari ini warung cepat saji ini.

halal (5)

Dengan perut sudah kenyang….

WAREG…WAREG…(kenyang…kenyang…)
WETENGKU WAREG…(perutku kenyang)
ATI ORA JUDEG…. (hatipun tenang)

Dan tidak mikir lagi, apakah halal dipotong atau tidak. Bila anda tidak ada masalah dengan halal dipotong atau tidak, maka Dj. akan ajak makan di sana. Yang jelas, makanan sederhana (murah), tapi rasa tidak kalah dengan yang di Restaurant (mahal).

TERIMAKASIH TUHAN…UNTUK SEGALA BERKATMU YANG KAMI TERIMA SETIAP HARI…!!!

Okay, Dj. mohon maaf bila oret-oretan ini tidak berkenan di hati anda. Ini hanya pengalaman kami saat makan ayam panggang di “Palmen Grill“ dengan ayam panggangnya.

Sekali lagi, terimakasih Djas, sudah mengingatkan Dj. untuk menghormati yang berpuasa. Sehingga muncul ini oret-oretan. Jadi kalau ada yang marah, silahkan marah ke Djas…Hahahahahahahaha…!!! Saaat nya saling menghormati….

HORMAAAAAAAT….!!! GRAAAAAAAAAK…!!!

Hahahahahahahahahahaha…!!!! (gitu ya Djas…???)

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang sudah menayangkan oret-oretan Dj. yang sangat sederhanya ini. Terimakasih kepada…Dimas Josh Chen…dimas Handoko, mbak DA…Group kenthir yang selalu meramaikan oret-oretan Dj., Awesome yang merasa kurang kalau hari Selasa belum mambaca oret-oretan Dj. Wid dan Krist (anak Dj.), juga Nok yang selalu membubuhkan jempolnya, karena kami (Dj. dan Wid) setiap hari juga ngobrol di WA. Sierli yang selalu sayang sama Dj. (hahahahahahaha…) walau setiap hari juga ngobrol di Group WA. Dan yang jelas kepada ANDA SEMUANYA (tanpa kecuali) yang senantiasa menantikan hari Selasa.  Maaaaf…kalau Dj. tidak bisa sebutkan nama anda satu persatu…

Semoga berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita selamanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

31 Comments to "HALAL?"

  1. Dj. 813  14 December, 2016 at 00:13

    Bung Vira . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Anda benar, Dj. juga tidak mempersoalkan tetang Halal dan haram .
    Hanya saat itu semua orang yanbg mendengar pertanyaan itu jadi kaget .
    Karena itu Restaurant milik orang islam dari Afganistan .
    Jadi baru kali ini, kami dengar hal tersebut .

    Okay, salam Sejahtera dari Mainz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.