Jangan Cubit

Dian Nugraheni

 

Baca berita tentang Guru yang dimejahijaukan, dan seterusnya…Bla..bla..bla..

Menurut pendapatku sih ya, Guru memang nggak boleh sampai nyubit, pangkas rambut murid sebagai hukuman, murid dijemur di lapangan berjam-jam, atau tindakan-tindakan lain yang “menyerang” hal-hal yang bersifat fisik sebagai hukuman terhadap anak.

Masih ada lembaga konselor di setiap sekolah, kan..? Guru BP, gitu deh seingatku, yang mestinya diminta menangani anak-anak bermasalah, kemudian menghubungi orang tuanya, dan seterusnya. Kalau sekolah akhirnya “nggak bisa” mengatasi anak-anak bermasalah, lewat Kepala Sekolah, boleh kan anak ini “dikembalikan” saja ke ortunya, biar mereka yang ambil keputusan dan tindakan terhadap anaknya tersebut.

Di Amrik juga, kalau ada anak-anak yang bandel, orang tuanya akan dpanggil berkali-kali, diminta menasihati anaknya. Kalau diperingatkan tidak bisa lagi baik, akhirnya suruh “pindah sekolah”…meski kebanyakan akhirnya mereka malah putus sekolah (kasus ini banyak terjadi untuk anak-anak SMA). Ya memang nggak semua anak itu patuh dan paham buat apa mereka sekolah.

Konselor untuk anak-anak sekolah di Amrik sangat berperan. Satu orang konselor akan memegang sejumlah nama siswa. Karena fungsinya dia bukan cuma ngurusin kalau siswanya punya “masalah”, tapi terlebih adalah mengurus semua yang berkaitan dengan berjalannya proses sekolah buat si anak, seperti membantu mengarahkan memilih mata pelajaran yang akan diambil anak setiap semester, dan lain-lain. Luas sekali pekerjaan sang Konselor ini…

Secara umum, di Amrik nih memang cukup unik soal sentuh-sentuh fisik. Ketika dua orang bertengkar sampai koprol-koprol, ngomel, nyebut kata-kata jelek sampai ludah muncrat, nuduh sampai teriak-teriak, silakan saja, asal jangan sampai sentuh tubuh aja deh..Kalau sampai sentuh tubuh, maka dia bisa panggil 911, yang pasti akan langsung datang ga sampai 10 menit kemudian…

Btw, jadi ingat ketika Cedar dan Alma masuk sekolah untuk pertama kalinya dulu di Amrik, mereka sebelumnya sudah nampak tegang, stress, dan was-was dengan keadaan baru yang serba asing, tapi right away, langsung, sepulang sekolah hari pertama mereka di Amrik, dua-duanya memberi laporan, “aku suka sekolah di sini, enak, gurunya baik-baik….” Ini mungkin karena anak-anak pernah memendam trauma dengan beberapa gurunya di Indonesia, yang pernah lempar penghapus papan tulis ke anak yang dianggap nggak memperhatikan pelajaran, atau Guru yang kalau bicara, teriak sampai kelas seakan mau runtuh…buat anak-anak kecil, itu sungguh mengerikan…

 

 

4 Comments to "Jangan Cubit"

  1. J C  13 July, 2016 at 10:09

    Memang beda di sini dan di sana…

  2. Sumonggo  6 July, 2016 at 05:20

    Jaman dulu bila anak dihukum guru, lalu mengadu ke orang tua-nya, kemungkinannya adalah akan diketawain atau di-syukurin, atau malah ditambah hukumannya oleh orang tua.
    Jaman sekarang bila guru hendak menghukum murid mesti hati-hati, jangan menghukum anak tentara atau polisi. Menghukum anak tentara bisa dijotos bapaknya, menghukum anak polisi bisa dikriminalisasi. Nasib Oemar Bakri ….

  3. Dj. 813  5 July, 2016 at 23:57

    Dian . . .
    Apa yang anda tulis banyak benarnya .
    Demikian juga di Jerman, jangankan cubit, pegang muurid juga tidak diperbolehkan .
    Tapi ini kejadian di Indonesia, dimana antara guru dan murid disekolah, hukum nya kurang jelas .
    Anak-anak di Indonesia sekarang banyak yang manja dengan adanya technology yang canggih .

    Bakan Dj.lihat di Media yang menayangkan foto anak yang dicubit itu, kebiasaan nya setiap haru merokok
    walau masih kecil .
    Itu anak tidak memiliki rasa harga diri sendiri, bagaimana mau dihargai orang lain .
    Jjaman Dj. bahkan sudah di SMA, kalau mau masuk kelas, harus kasih lihat jari-jari tangan .
    Kalau kotor atau kukunya panjang, akan dipukul dengan penggaris .

    Orang tua, seharusnya bangga, bahwa anak nya dididik disiplin dan bukan jadi anak manja .
    Karena satu saat, mereka akan hidup didalam masyarakat yang cukup keras .

    Saat Dj tamat SMA dan dapat beasiswa untuk sekolah pilot, maka harus masuk pendidikan meliter
    selama 3 bulan dan disana didik sangat keras .
    Anak-anak manja tidak akan mampu melewati ini pendidikan .

    Tapi . . .
    Ya terserah bagaimana hukum di Indonesia .
    Salam Sejahtera dari Mainz .

  4. Lani  5 July, 2016 at 13:47

    Dian ikutan baca saja krn tdk pernah ngalami punya anak yg sekolah dan diperlakukan spt yg kamu tuliskan disini. Walau begitu aku yakin kejadian2 spt itu nyata ada.

    Salam buat para kenthirs bagaimana pengalamannya?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *