Sampah Bagian dari Iman

Pingkan Djayasupena – Belanda

 

Tulisan ini terinspirasi dari postingan foto di Facebook yang menggambarkan kemacetan di jalan tol saat mudik Lebaran saat ini dengan sampah berserakan sepanjang jalan tol bikin hati ini miris lihatnya, karena sebagian masyarakat Indonesia ternyata tidak cinta lingkungan masih buang sampah sembarang terbiasa hidup jorok. Mudik sudah bagian tradisi merayakan Lebaran bersama keluarga di kampung halaman setahun sekali, tentu itu saat-saat indah berkumpul dengan orangtua, saudara, ketemun teman bermain saat masa kecil, teman sekolah, dikampung halaman kesempatan bersilahturahmi.

Dengan banyaknya orang mudik tentu menjadikan sebagian jalan macet total bisa terjebak macet berjam-jam lamanya bikin jenuh, cape, ngantuk, kesel, dan sebagainya. Ternyata dalam perjalanan tidak seperti yang kita bayangkan jalan lancar tanpa hambatan apalagi di jalan tol kan? Dalam perjalanan lancar di jalan atau macet kita pasti merasakan haus dan lapar bisa makan minum di dalam mobil ataupun berhenti di restauran atau tempat parkir peristirahatan biasanya ini ada di tempat pengisian bensin.

macet dan sampah (1)

Kalau makan di restaurant atau tempat peristirahatan sudah tentu tersedia tempat sampah dan harus buang sampah pada tempatnya jangan karena males jalan ke tempat sampah malah buang seenaknya dibawah kaki kita kan?  Kalau kita cinta lingkungan jalan sedikit jauh ke tempat sampahpun nggak masalah namanya demi kebersihan demi menjaga lingkungan. Kalau lingkungan bersih pemandanganpun indah sejauh kita memandangkan? Dalam perjalanan di mobil kalau kita makan dan minum sebaiknya sampah makanan atau minuman kumpulkan di kantong plastik nanti kalau ketemu tempat sampah baru dibuang, atau kalau nggak ketemu tempat sampah ya bawa sampah yang ada di kantong plastik sampai tempat tujuan lalu membuangnya, jangan main buang sembarangan di jalanan tanpa ada rasa tanggung jawab terhadap lingkungan. Jangan pernah menyalahkan macet karena buang sampah sembarang dengan alasan terjebak macet maka seenaknya bikin kotor jalanan.

Soal macet di jalanan dimanapun bisa terjadi bukan hanya di Indonesia aja yang terjebak macet, di  Eropa juga sering terjadi kemacetan terutama saat musim panas mereka liburan antar negara dengan mengendarai mobil.

macet dan sampah (2)

Buat orang Eropa Timur yang tinggal di Eropa Barat musim panas adalah musim liburan mereka dipakai untuk mudik ke negara asalnya dengan menggunakan mobil, maka terjadi kemacetan total di sebagian ring road karena arus lalu lintas yang padat menuju negara-negara tertentu kemacetanpun nggak bisa dihindarkan bisa berjam-jam macet di ring road menahan kencing/buang air besar begitu ada bensin pom baru berhenti buang hajat. Mereka juga sama kaya pemudik Indonesia haus dan lapar dalam perjalanan tapi jalanan ring road tetap bersih bebas dari sampah berserakan, kenapa? Karena mereka punya kesadaran untuk tidak buang sampah sembarangan, mereka mencintai lingkungan di mana mereka berada/tinggal. Kalau bukan kita yang menjaga lingkungan siapa lagi?

macet dan sampah (4)

Jangan pernah berfikir ”Ada tukang sapu jalan ini” ada tukang sapu jalan atau tidak kita tetap jangan buang sampah sembarangan, karena walau ada tukang sampah tetap aja kita harus buang sampah pada tempatnya yaitu ke tong sampah. Kalau nggak ada tong sampah jangan buang sampah sembarang kumpulkan di kantong plastik atau kalau sampah kecil seperti plastik premen atau kacang yaa kantongin aja di kantong celana sampah kecil itu atau tas tangan kita toh nggak kotorkan kalau sampah permen atau kacang? Kalau ketemu tong sampah baru buang, kadang bisa lupa juga sih sampah yang kita kantongin di celana atau tas tangan kita, tapi kan kalau udah sampai rumah kita pasti ingat dengan sampah yang kita kantongin itu lalu membuangnya di rumah/hotel.

macet dan sampah (3)

”Kebersihan adalah bagian dari iman” kalau lihat gambar di atas justru terbalik jadi ”Sampah bagian dari iman” Banjir terjadi karena kita nggak punya kesadaran cinta lingkungan jangan menyalahkan pemerintah yang tidak bisa mengatasi banjir kalau dari diri kita tidak ada kesadaran menjaga kebersihan lingkungan. Biar pemerintah sudah berusaha untuk mengatasi banjir kalau kita masih buang sampah sembarangan banjirpun susah diatasinya.

 

Salam kebersihan!

 

 

About Audry Djayasupena

Dulu dikenal dengan nama La Rose Djayasupena, kemudian menggunakan nama Pingkan Djayasupena dan sekarang menjadi Audry Djayasupena. Tinggal di Negeri Kincir Angin. Pemikirannya yang 'progresif' terlihat dari artikel-artikel dan buku-bukunya. Sudah menerbitkan karyanya berupa beberapa buku, di antaranya yang cukup 'sangar' judulnya adalah "Bedroom Fantasy".

My Facebook Arsip Artikel

10 Comments to "Sampah Bagian dari Iman"

  1. J C  13 July, 2016 at 10:12

    Yaaaahhh begitulah, LRD…hihihi…tau sendiri…

  2. EA.Inakawa  11 July, 2016 at 14:22

    Semua kebiasaan BERSIH itu dimulai dari diri kita sendiri,rumah kita dimana kita mendidik anak & cucu kita,kesadaran itu akan menjadi biasa & hukum kehidupan saat membiasakan mengelola sampah secara bijak demi kemaslahatan buat orang banyak, terpujilah mereka mereka yang cinta kebersihan. salam sehat

  3. Pingkan Djayasupena  11 July, 2016 at 13:46

    Terima kasih temen2 atas apresiasinya…. Salam cipika cipiki

  4. Dj. 813  10 July, 2016 at 18:34

    Nah ya, namanya juga di Indonesia .
    Hal ini tidak semudah membalikan telapak tangan,
    untuk menyadarkan mereka .
    Bahkan orang yang kelihatan intelek, dia bisa berdiskusi tentang sampah .
    Dan memarahi orang yang buang sampah sembarangan .
    Tapi, dia sendiri sadar atau tidak, juga masih melakukan nya .
    Harus ada sangsinya yang cukup berat, mungkin akan ada perubahan .
    Terimakasih dan salam manis dari Mainz .

  5. Silvia Utama (SU Bumi)  7 July, 2016 at 16:11

    Memang Pingkan susah deh untuk mengendalikan prilaku manusia itu. nanti kalau dikenakan sanksi katanya sentimen sama grup mereka. Seperti itu loh larangan takbiran keliling. Larangan takbiran keliling kan untuk menghindarkan kejadian tidak baik, tapi lagi2 Ahok kena tuh. Memang semua juga salah Ahok dan Jokowi dah:p

  6. Lani  7 July, 2016 at 13:49

    Nah tulisan dan foto di artikel ini satu bukti nyata banget…………bedanya orang Indonesia dengan orang2 di LN. Aturan utk dilanggar mmg susah ngatur orang Indonesia………..mau sak enak udele dewe!

  7. james  7 July, 2016 at 10:06

    hadir…..

    hebat yah itu foto2 nya sangat berbeda jalan tol di Indonesai dan jalan tol di LN, karena orang LN dpt menghargai dan memelihara keadaan dan orang lainnya, kantong plastik begitu banyak, apa susahnya sampah ditampung dulu dlm kantong plastik selama berada dlm mobil baru nanti dibuang ke tong sampah kalau menemukannya, pada dasarnya yah itu Mental Kesadaran

  8. djasMerahputih  7 July, 2016 at 02:56

    Revolusinya Mental (?)

  9. Dewi Aichi  6 July, 2016 at 23:23

    Revolusi mentalnya kapan?

  10. Itsmi  6 July, 2016 at 18:42

    Moral dan pendidikan…. bagaimana yah ???

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.