Kasa’o di Tololela

Mastok

 

Pandangan kosmologi orang Bajawa sangat mempengaruhi cara hidup mereka. Pemahaman bahwa ada kekuatan lain (yang mutlak) yang menguasai semesta baik di tingkat atas maupun bawah melahirkan sejumlah upacara/ritual adat yang pada intinya “memohon” keselamatan, restu, dan ucapan syukur atas apa yang telah dialami oleh setiap orang Bajawa dalam hidup pribadinya, di dalam keluarga, di dalam suku maupun di dalam kampung. Muara dari semua upacara ini, adalah menjaga harmoni dengan sesama, alam semesta, dan Sang Penguasa Jagat Raya.

mastokbambu01

Kesatuan dengan alam sebagai makrokosmos sangatlah penting bagi orang Bajawa karena tindakan melukai sesama, mencederai yang lain dapat mengundang murka alam. Karena itu, sejumlah upacara yang terkait religiusitas asli yang dipaparkan di atas merupakan upaya untuk meredakan murka alam dan Penguasa Jagat Raya atas kehidupan manusia.

 

Upacara Membangun dan Masuk Rumah

Adat Bagi masyarakat Bajawa, rumah adat adalah lambang kekuatan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki dilambangkan dengan ’Lasu Wisu’ dan perempuan dilambangkan dengan ’Lia loki’. Pertemuan antara lasu wisudan lia loki membuat rumah adat menjadi kuat. Ada tiga jenis rumah adat (Sao Meze) yakni Sao Saka Pu’u (rumah pokok), Sa’o saka lobo (rumah pendamping rumah pokok) dan sejumlah Sao Pibe/Dai (rumah adat lainnya dari para anggota suku/klan). Sao keka/sao keka.

Proses membuat rumah adat yang harus dilalui adalah: Zepa Kolo : mempersiapkan alat ukur yang terbuat dari bilah-bilah bambu. Ka Kolo/Basa Mata Taka.Upacara yang dilakukan sebagai awal dari proses pembuatan rumah adat.

bejawa01 kasaodance01 kasaodance02 kasaodance03

Gebhe Puu Kaju. Upacara pembasmian tunas-tunas kayu yang kayunya telah diambil untuk material rumah adat baru. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan orang Ngadha bahwa pohon yang telah diambil untuk material rumah tumbuh(bertunas) maka akan membawa sial bagi penghuni dan ana sa’o (anggota rumah/suku). Bama Ngaru Kaju. Bahan sa’o yang telah disakralkan sebagai perwujudan atau personifikasi leluhur para anggota suku/anggota sa’o yang akan dibangun.

Weti adalah proses untuk memahat atau relief atau simbol-simbol tradisional orang Ngadha. Tore ngawu. Membawa semua material sa’o dari tempat persiapan akhir menuju ke dalam kampung. Tere Leke/Tere Pudha. Acara Zia Ura Ngana Basa Leke yaitu pengorbanan hewan korban (babi) dalam rangka menyucikan semua meterial sa’o yang akan dibangun terutama leke sebagai bahan dasar sekaligus pemberian makan kepada leluhur.

Mula Leke: adalah pemasangan tiang sa’o (leke) sebanyak 4 (empat) buah yang terbuat dari kayu hebudengan bantuan alat ukur yang terbuat dari bambu yang disebut Suru Nuba. Se’a Tenga : Tenga adalah balok besar penghubung antar leke. Se’a tenga leke adalah pemasangan balok besar (tenga) untuk menghubungkan atau mengikat antar leke. Dolu/fedhi wae/dolu wae : menentukan rata atau tidaknya leke yang telah dipasang dengan mericiki air pada pertengahan tenga, bila jatuhnya atau mengalirnya air tegak lurus dari atas ke bawah berarti posisileke dan tenga yang telah dipasang sudah pas. Soka Leke : Soka leke pada dasarnya adalah sebuah maklumat atau pernyataan dari para pemilik sa’o atau anggota suku kepada khalayak tentang kesanggupan anggota suku serta proses yang telah dilalui sesuai dengan tahapan-tahapan dalam membangun sa’o mereka.

Remi Ube/Kobo Ube. Pemasangan ube sa’o secara keseluruhanselain pintu atau pene sa’o dengan urutan sebagai berikut : Ulu-wewa , kemo-pali (belakang-depan, kiri-kanan). Ulu-wewa melambangkan mama atau induk yang melahirkan, sedangkan kemo-pali melambangkan anak yang dilahirkan, sehingga sebagai mama harus dipasang terlebih dahulu sebelum anak. Wa’e Sa’o. Memberi atap rumah adat. Atap rumah adat tradisional biasanya dari ilalang.

Tege Sua Sa’o dan Kawa Pere.Tahapan ini adalah proses lanjut yg dilaksanakan setelah pembangunan atap rumah selesai yakni memasukkan symbol-simbol penting yang merupakan lambang dan identitas rumah yakni Sua Sa’o (lambang hak atau yang disebut juga dengan sertifikat tradisional) dan Kawa Pere (lambang kebesaran, kewibawaan sesuai dengan status rumah adat di dalam sebuah suku).

Ka Sa’o. Acara puncak sebagai pentabisan rumah adat yang baru sebagai pertanda bahwa rumah adat ini dinyatakan sehat seseuai dengan ketentuan adat untuk dihuni oleh Ana Sa’o. Pada acara ini biasanya dipentaskan tarian Jai Laba Go dan diikuti dengan penyembelihan kerbau dan babi. Tahapan ini akan dihadiri oleh semua Ana Woe (anggota suku/klan), Wai Laki (kelurga besar karena hubungan perkawinan), Lobo Tozo tara dhaga (kerabat jauh dan hubungan perkawinan).

 

 

About Mastok

Penampakannya mengingatkan para sahabatnya akan Panji Tengkorak yang berkelana ke seluruh dunia persilatan. Mastok berkelana dengan menggembol buntelannya yang lusuh...eits...jangan salah, dalam buntelannya tersemat segala gadget canggih terakhir: iPad, laptop mutakhir, koneksi wireless, smartphone model terakhir. Bertelanjang kaki ke mana pun melangkah menunjukkan tekadnya yang membara untuk back to nature, kembali merengkuh Mother Earth.

My Facebook Arsip Artikel

4 Comments to "Kasa’o di Tololela"

  1. mastok  14 August, 2018 at 07:09

    Ikut berduka dan prihatin Musibah kebakaran kampung adat #GURUSINA Jerebuu Bejawa Flores.. Smoga musibah tersebut menjadi pemersatu dan memperkuat #Bhinaka_Tunggal_Ika

    #Jerebuu
    #Bejawa
    #Tololela
    #Bena
    #Ngada
    #Manubara

    http://baltyra.com/2016/07/12/kasao-di-tololela/

  2. J C  13 July, 2016 at 09:36

    Apik ini Mastok! Piye kabare?

  3. James  13 July, 2016 at 06:19

    Flores nan indah

  4. Dj. 813  12 July, 2016 at 23:53

    Hallo mas Tok . . .
    Terimakasih untuk artikelnya yang menarik .

    2015 lalu sebenarnya ada rencana ke Flores , namun waktunya yang hanya 3 minggu tidak cukup.
    Semoga mudik yang akan datang bisa sampai sana .

    Kalau melihat bamboo, jadi ingat saat beli bonsai bamboo di Baturraden .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam Sejahtera dari Mainz

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.