MUDIK?

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO ANDA SEMUA DI BALTYRA YANG BERBAHAGIA…

Lebaran telah lewat, kita sudah saling maaf dan memaafkan. Yang mudik sudah kembali ke kesibukannya seperti biasa (setiap harinya). Tidak terasa, apa yang kita nanti-nanti sudah lewat dengan begitu saja.

Omong-omong, soal mudik itu sudah menjadi satu tradisi di tanah air kita. Anda yang tingga di Indonesia, pasti sangat merasakannya. Ada hal yang positive dan jelas ada yang negative nya. Tidak perlu Dj. ceritakan dengan terperinci, anda semua pasti mengetahuinya.

Di Eropa saat liburan sekolah, banyak pekerja asing yang dari Eropa Timur dan bekerja di Eropa Barat. Merekapun pada mudik dan tol bisa juga macet, namun tetap teratur dan tidak ada yang ambil jalan seenaknya. Kalau ada 3 jalur, ya berjejer 3 mobil dan tidak menjadi 6 jalur, walau ada tempat. Mereka menuruti peraturan lalu lintas yang ada dengan sabar. Dan bahkan jalur daruratpun tidak ada yang berani melintasinya.

Yang paling menyenangkan untuk Dj., walau tidak tepat saat lebaran, tapi ini adalah satu kebahagiaan tersendiri. Di telpon terdengar suara yang tidak asing…Mas aku mau mampir Mainz, boleh tidak…??? Hahahahahahahahaha…
Dan pada hari yang sudah dia tentukan, maka Dj. sudah siap di pintu kedatangan di Air Port Frankfurt.

mudik (1)

Senang sekali bisa bertemu kembali…Kamipun akhirnya langsung ke kota Frankfurt, karena di rumah tidak ada orang. Jadi hari itu…waktunya kami pakai jalan-jalan di Frankfurt.

mudik (2)

Senang juga boleh mengantar mereka melihat kota Frankfurt, untuk anda jelas sudah tidak aneh lagi. Kamipun makan siang di Restaurant “SELERA“ milik orang Malaysia dan Dj. sudah beberapa kali cerita di oret-oretan yang lalu. Dan yang dimakan, ya hanya itu-itu saja. Hahahahahahahahaha…!!! Selesai dari Frankfurt, kami menuju Mainz dan Susipun sudah pulang dari kerja, jadi bisa bertemu dengan suasana yang meriah.

mudik (3)

Singkat cerita ke esokan harinya, setelah sarapan…

mudik (4)

Kami pun jalan-jalan di kota Mainz, sedikit memperkenalkan kota Mainz. Kota tuanya.

mudik (5) mudik (6) mudik (7)

Jelas tidak akan terlupakan, karena di Mainz ada Gereja Katholik yang sudah sangat tua. (Di atas 1000 tahun umurnya).

mudik (8) mudik (9)

Mohon maaf, foto di dalam Gereja tidak Dj. pamerkan di sini, agar anda sedikit penasaran. Yang jelas, sangat banyak hal yang menarik di dalam gereja. Setelah capai dan sudah menjelang siang, maka kami tawari mereka ingin makan apa siang ini. Tidak nunggu lama, putranya (masih ingat) karena saat masih kecil dia dan adiknya pernah ke Mainz.
Ingat akan Pizza yang besar dan 1 loyang untuk 1 orang. Hahahahahahahahahahaha…!!! Okay, jadi kami bawa mereka ke APOSTO, walau saat dia ke Mainz dulu, belum ada itu Restaurant APOSTO. Sampailah kami di Restaurant “APOSTO “

mudik (10) mudik (11)

Dan untuk pertama…kamipun memesan minuman, masing-masing yang diinginkannya.

mudik (12)

Proooost….!!! Hahahahahahahahaha…!!! Hanya 0,5 liter bier atau cola bier atau cola saja. Nah ya, akhirnya datang juga pesanan kami…

mudik (13) mudik (14)

Kasihan…saudara Dj. mikir dan berkata, siapa yang akan menghabiskan…Tapi untuk yang wanita, hanya makanan ringan saja…Seperti sop…Hahahahahahahaha…!!!

mudik (15)

Karena mereka sedikit ragu, maka Dj. harus memberi contoh dan menenangkan mereka, bahwa pizza itu tidak banyak. Karena rotinya hanya tipis saja…

mudik (16)

Nah…Itu tadi sedikit oret-oretan Dj. Mohon maaaf, sengaja Dj, tidak banyak tayangkan foto, agar….Siapa tahu, ada dari anda yang akan ke Mainz, jadi bisa sedikit penasaran. Juga makanan Pizza sudah tidak asing lagi bagi anda, tapi suasananya berbeda. Hahahahahahahahahahaha…!!! Masih bersambung…!!!

Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.
Terimakasih kepada anda semuanya yang selalu menantikan hari Selasa.
Semoga Kasih dan Berkat TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz…

djokopaisan-mudik

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

20 Comments to "MUDIK?"

  1. Dj. 813  19 July, 2016 at 16:23

    Mbak Maryati . . .
    Terimakasih sudah mampir . . .
    Sangat benar, sebagai perantau, adalah satu kebahagiaan,
    apabila saat mudik datang .
    Salam manis dari Mainz .

  2. maryati-stg  18 July, 2016 at 21:31

    Hello Om Dj : memang mudik punya keunikan tersendiri..dan sgt dinanti2..yg pasti bisa kumpul bersama klrg..

    Salam hangat buat Om Dj sklrg..GBU

  3. Dj. 813  16 July, 2016 at 21:42

    Terimakasih untuk anda semua yang telah membubuhkan jempolnya .
    Maaaaf, karena baik nama atau fotonya tidak kelihatan, jadi tidak bisa menyepa dengan nama .
    Salam Sejahtera dari Mainz .
    TUHAN MEMBERKATI KITA SEMUANYA . . . . ! ! !

  4. Dj. 813  16 July, 2016 at 21:40

    Hallo Linda . . .
    Hatur Nuhun Linda . . .
    Benar sekali, dia bersama keluarganya jalan-jalan ke Eropa dan beberapa hari
    mampir Mainz .

    Salam manis dari Mainz .

  5. Linda Cheang  13 July, 2016 at 16:44

    oh, ada mas supir montor mabur lagi jalan-jalan, yah, Oom

  6. Dj. 813  13 July, 2016 at 13:36

    Cak GUN . . . .
    Terimakasih sudag mampir . . . .
    Senang sekali, cak Gun mempertanyakan dua hal yang sangat bagus .

    1.
    Bukan persoalan habis atau tidak .
    Tapi kami selalu menyediakan demikian, agar setiap orang yang ikut sarapan,
    ada pilihan apa yang dia suka .
    Kami tidak bisa memaksakan, semua harus makan yang sama .
    Yang ingin makan roti dengan yang manis-manis seperti madu, marmelade .
    Yang ingin makan y ang asin, telur mata sapi atau dadar , sosis . . .
    Juga siapa tahu hanya ingin makan sosis dengan keju .
    Jjadi semua ada dimeja makan .

    Sedangkan Dj. sendiri, biasa sarapan dengan cukup satu rotidengan ikan salmon asap saja .
    Atau cornflake dengan susu itu sudah lebih dari cukup.
    Tapi anak-anak masih muda, mereka bisa makan jauh lebih banyak daripada kami .

    Orang Jerman bilang . . .
    Sarapan harus seperti Kaisar .
    Makan siang seperti raja .
    Tapiiiii . . .
    Makan malam, seperti pengemis .
    Di Indonesia, lain lagi , makan malam seperti raja . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Juga di Indonesia , kalau makan siang, kami hanya sediakan satu macam, paling banyak dua macam .
    Kalau rawon yang hanya rawan, kalau opor, ya hanya opor saja .
    Kalau di Indonesia, makan siang kan seperti restauran padang, banyak macam nya .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    2 Soal foto-foto didalam gereja tua di Mainz itu ( DOM ) .
    Nanti satu saat Dj. akan bikin oret-oretan nya .
    Atau lebih bagus lagi, kami tunggu cak Gun sekeluarga di Mainz dan kami antar
    masuk kekdalam DOM .

    Senang sekali mendapat pertanyaan yang sangat menyentuh .
    Sekali lagi ,
    T E R I M A K A S I H . . .
    T U H A N M E M B E R K A T I . . . ! ! !
    Salam mani untuk keluarga dirumah terutama untuk mantan pacar nya .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    .

  7. Gunawan Prajogo  13 July, 2016 at 13:18

    Mas Djoko, kalau dirasa kurang tepat penayangan photo-photo didalam Gereja Katolik di Mainz, bolehlah saya di beri jepretannya via email Terima kasih atas perhatian Mas Djoko. Salam damai

  8. Gunawan Prajogo  13 July, 2016 at 13:12

    Mas Djoko, hanya 2 komentar yang merupakan pertanyaan dan permintaan.
    Seperti komentar Aji, cerita dari Mainz/Frankfurt hanya makan, makan, makan……. hehehe.
    Contoh seperti makan pagi, apakah memang mampu dan bisa menghabiskan menu yang begitu banyak.
    Saya dan mantan pacar selalu berfikir, bisakah keluarga Mas Joko menghabiskan hidangan sebanyak itu.
    Ke dua: yang lebih kearah permintaan, tolong diberi jepretan dari tustelnya didalam Gereja Katolik yang
    sudah berumur lebih dari 1,000 tahun. Terima kasih dan Salam untuk Keluarga besar Paisan di Mainz.

  9. Dj. 813  13 July, 2016 at 12:38

    J C 13 July, 2016 at 09:39

    Hahaha…kalau sama pak Djoko isinya pasti makan, makan dan makan…

    Salam untuk keluarga besar Paisan di Mainz ya…
    ——————————————————————-

    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Paling bisa . . .
    Minggu depan Dj nuis tanpa makanan .
    Tapi minggu depan nya lagi . . . .
    Makan lagi . . .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

    Ingat dulu masih kere . . .
    Kalau lapar bilangnya . . . apa yang mau dimakan . . .
    Karena tidak ada makanan .
    Sekarang kembali kere . . .
    Tapi masih bisa bilan . . . mau makan apa . . .

    Hahahahahahahaha . . . . ! ! !
    Matur Nuwun dimas .

  10. Dj. 813  13 July, 2016 at 12:34

    James 13 July, 2016 at 06:25

    Mudik makan, mau dong

    ———————————————————

    Hallo James . . .
    Makan sidh setiap hari harus makan .
    Hanya kalau mudik, itu satu kebahagiaan tersendiri .
    Makan-makan den berkumpul bersama keluarga .
    Salam mudik dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.