Aku Memang Raja Tega

Dian Nugraheni

 

Ketika aku menceritakan mengenai hal ini, salah satu temanku, Bapak-bapak bilang, bahwa dia nggak bakalan tega berkeras-keras soal begini kepada anak-anaknya.

Aku jawab, “untuk hal-hal tertentu, memang aku sangat keras dan raja tega, karena aku berpikir bahwa ini masalah yang sangat basic..”

Salah satunya soal uang. Kataku pada anak-anak, “Uang itu kalau punyamu sendiri bulat-bulat, artinya nggak ada bagian orang lain di situ, terserah mau kamu gunakan untuk apa. Itu pun sebenere kamu masih harus sedekahkan sebagian dari uang milikmu itu…”

Selanjutnya, “Walau satu penny, meskipun ada dalam rumahmu sendiri, kalau bukan punyamu, jangan pernah kamu ambil. Kalau tercecer, boleh rapihkan taruh di suatu tempat…”

Juga, “Kakak, kalau habis Mamah minta belanja, struk belanja taruh meja Mamah. Kalau Mamah kasih cash buat belanja, langsung taruh kembaliannya, kalau pakai cardmu, jadi kan Mamah bisa tau, berapa pakai uangmu, dan akan langsung Mamah transfer balik… Jangan ditunda-tunda kalau masalah uang. Belajar tertib dan disiplin…”

Aku masih nambahkan, “Ini pelajaran sehari-hari, yang nanti akan terus kamu pakai kalau kalian berhubungan dengan orang lain. Dimintain tolong belanja misalnya, atau kamu kerja yang berhubungan dengan uang orang, semua harus jelas, meski hanya masalah uang satu penny, jangan pernah membuat orang lain bertanya-tanya, apalagi merasa dirugikan…”

money

Masih juga diperpanjang ngomelnya, “perkara orang yang minta tolong itu akan memberimu upah atau hadiah, lain lagi pembicaraannya, tapi urusan-urusan di depannya harus jelas dulu..”

_Gusti Allah, mohon dimaafkan kalau si Mak satu ini memang suka keterlaluan keras dan teganya..teganya..teganyaaaahhhh…_

 

 

8 Comments to "Aku Memang Raja Tega"

  1. J C  3 August, 2016 at 09:04

    Dian, memang kudu begitu…sama kok…aku dan bojo juga menerapkan hal yang sama ke anak-anak…

  2. Sumonggo  23 July, 2016 at 05:24

    Literasi keuangan. Sejak kecil memang perlu diajarkan melek masalah keuangan, tapi di sini sekolah masih minim mengajarkan ini, paham berhitung tetapi belum mengerti prioritas kebutuhan.

  3. Lani  22 July, 2016 at 23:50

    Aku setuju dgn komentar James & kang Djas…………tepat!

  4. Nur Mberok  22 July, 2016 at 22:43

    Halo Yu Lani, James and Kang Djas.

    Tx ya sdh ditengok.

    Yu Lani, tentu sdh bagi2 tugas lah… Tp rumah yg kutinggali ini bkn rumah yg biasa yu. Ini runah yg pernah disewa sebuah skolah internasional. Jadi bisa bayangkan luasnya kan…. Hahaha… Jd walo sdh dibagi tugas tetap aja gempor. Lagipula mereka juga sekolah. Yg tinggal bersamaku yg no. 3 &4 yu… Yah begitulahhh

  5. djasMerahputih  22 July, 2016 at 16:53

    Raja Tega, Ratunya siapa..??

    Kuncinya adalah transparansi dan tepat sasaran..

    Nyusul Tji Lani & Bang James

  6. James  22 July, 2016 at 15:33

    jangan biarkan Uang menjadi Tuanmu tapi hendaklah kamu menjadi Tuannya si Uang

    Ci Lani, tidur siang tapi dah bangun lagi

  7. Lani  22 July, 2016 at 14:08

    DIAN: Tega utk mendidik dan demi kebagian tdk perlu merasa kejam/bersalah itu malah sgt perlu apalagi demi anak2mu

  8. Lani  22 July, 2016 at 14:06

    James: pasti lagi tidur ya? salam buat sesama kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *