Mencari Apa di BALTYRA?

Handoko Widagdo – Solo

 

Ketika BALTYRA menjelang lahir, waktu itu masih ujicoba, saya termasuk yang mengirimkan artikel ke blog komunitas ini. Sejak itu saya tak surut selalu mengirimkan tulisan-tulisan ringan dari jalan-jalan saya sebagai imbuh dari pekerjaan saya. Saya juga menulis tentang apa-apa yang terlintas di kepala saya saat ‘si otak’ tersengat dengan isu panas yang sedang melanda atmosfir dunia berita. Dan, terutama saya mengirimkan catatan-catatan saya terhadap buku yang saya baca.

birthday-candles-tujuh

Mencari apa sih saya di BALTYRA? Mengapa saya masih terus setia mengirim tulisan ke blog komunitas ini? Bukankah banyak blog komunitas yang lebih ‘keren’ dan lebih punya gengsi di luar sana? Inilah alasan-alasan saya mengapa saya terus berada di komunitas BALTYRA.

Pertama, saya mencari ketenteraman sebelum saya masuk sorga. Di BALTYRA saya mendapatkan ketenteraman tersebut. Di blog ini tak terjadi huru-hara dan saling maki. Tak ada kelompok hatter dan fundamentalis (pendukung mati seseorang/aliran/ideologi) di blog ini. Pandangan-pandangan disampaikan secara segar dan bersahabat, meski ketajaman tidak hilang.

Kedua saya mencari komunitas nyata. Di BALTYRA, para warganya berkomunikasi sebagai sebuah warga kampung. Komunikasi dan interaksi tidak hanya terjadi melalui wahana maya, tetapi sering para penghuni rumah ini bertemu, bersilaturahim dan bercengkerama di dunia nyata.

Orang sepuh dari Jerman yang suka menraktir (Kangmas Djoko Paisan), putri Sao Paulo yang baik hati dan tidak sombong (Mbak Dewi Murni), cicik dari Shanghai yang suka bagi-bagi coklat (Hennie), orang Kanada yang suka batik (Avy), mbak dari Virginia yang suka merenung di kamar mandi (Dian Nugraheni), adik imut yang suka traktir duren (Dharma Lukito) adalah beberapa contoh warga BALTYRA yang merantau ke negeri seberang tetapi selalu mencari kami saat pulang. Bukan hanya mereka yang dari seberang yang adalah manusia-manusia nyata. Yang lokal pun ternyata bukan jenis makhluk halus yang tak bisa ditemui. Ada Anung yang koleksi fotonya luar biasa, ada Mas Joko yang suka mengintip serangga, ada Mbak Probo yang pinter njoget, ada Wesiati si guru gemblung yang tetap memakai jilbab, ada Tia yang sekarang doktor, Aimee dan Peony yang katanya pinter masak, ada OSA Kurniawan dan Iwan ‘kampret’ Kamah yang ahli sejarah, ada Ratna Elnino yang penampilannya selalu rapi, ada Mbak Wiwit yang selalu mengingatkan kita tentang jender, ada Januarti Kwee yang suka makan daging ular, ada Lida yang dulu suka bridge tapi sekarang suka melancong dan banyak lagi manusia-manusia unik lainnya. (Ayo kawan-kawan menambahkan daftarnya sesuai dengan kesan Anda terhadap para penghuni BALTYRA). BALTYRA juga punya dua anak kembar yang tingginya di atas rata-rata, yaitu Buto dan Bhuto (sekedar mengingat Thompson and Thomson di komik Tintin).

Ketiga, saya menyukai keragaman tema dan gaya menulis di blog ini. Ada tulisan Ibu Ida Cholisa, Fidelis Situmorang, Makin Chandra Sasadara yang bergaya cerpen. Ada tulisan Nia Gondrong, CechGentong, Stefano Romano, Cik Dhe Ade Mirza Hakim dan Bayu Winata yang menggambarkan keindahan alam yang suka bikin iri. Ada tulisan Ary Hana yang selain memuat keindahan alam juga memuat para setan. Ada tulisan kyai Juwandi Ahmad yang mbeling. Ada tulisan inspiratif-kontemplatif Cak Doel dan oret-oretan setiap Selasa dari Kangmas Djoko Paisan.

slice of seventh birthday cake

Itulah alasan saya memilih KTP BALTYRA. Semoga rumah indah ini akan tetap jaya. Selamat ulang tahun dan semakin berguna bagi Nusantara.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

21 Comments to "Mencari Apa di BALTYRA?"

  1. mas joko  15 August, 2016 at 18:13

    pak, saya pingin foto semua jenis sepeda tua buatan jerman, untuk menambah pengetahuan pak. maturnuwun sak derenge…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *