I am Fijian Boy from Natewa

Cechgentong

 

Nama saya Saula Tuikoro. Sering dipanggil Saula tapi di Natewa saya dipanggil Tuikoro. Tuikoro adalah nama bapak saya  tapi saya adalah Tuikoro Jr.

fijianboy (1)

Dok. Cech

Natewa adalah sebuah desa yang letaknya di Teluk Natewa, Vanualevu (pulau terbesar kedua di Fiji). Desa yang indah dan penuh kenangan maka itu saya mengajak teman-teman Indonesia untuk berkunjung.

Selepas jam kantor, saya dan ketiga teman Indonesia berangkat ke pelabuhan Walu Bay. Rupanya masih ada waktu 30 menit sebelum kapal Lomaiviti Pricess berangkat ke Savusavu. Kami langsung tukar kuitansi pemesanan dengan tiket kapal pp. Sekali jalan harga tiketnya FJD 60 (FJD 1 = IDR 6200).

fijianboy (2)

Kapal bergerak saat senja menuju malam (Dok. Cech)

fijianboy (3)

Dari Savusavu berlayar kembali ke Taveuni (Dok. Cech)

fijianboy (4)

Kumpulan kapal layar di Teluk Savusavu (Dok. Cech)

Pukul 18.00 kapal mulai bergerak. Dibutuhkan waktu perjalanan 12 jam  menuju Savusavu. Sebuah perjalanan yang panjang. tidak terasa jam 6 pagi kapal sudah berada di perairan Teluk Savusavu dan siap-siap untuk sandar di dermaga. Kurang dari satu jam, kami berada di kapal. Selanjutnya kami berjalan keluar dermaga menuju kota Savusavu. Kami singgah sejenak di Copra Shed Marina untuk istirahat, mandi dan makan sebelum melanjutkan perjalanan ke Natewa dengan bus.

Pukul 12.10 bus rute Savusavu-Natewa memasuki terminal Savusavu.Dalam waktu setengah jam tempat duduk sudah penuh. Tiap penumpang dikenakan biaya FJD 15. Perjalanan ke Natewa membutuhkan waktu 3-4 jam karena trayek bus tidak langsung dan bus berhenti dan menarik penumpang dimana saja. Sepanjang jalan teman Indonesia lebih banyak tidur padahal pemandangan sepanjang jalan indah dan menarik.

Hampir pukul 4 sore, kami tiba di Natewa. Begitu turun dari bus kami disambut oleh keluarga paman. Peluk cium menghampiri saya. Canda dan tawa menyelimuti kedatangan kami.

Setelah rehat sejenak sambil menikmati air kelapa, sesuai adat kami maka kami, paman dan bibi membawa hadiah kava kering terbaik yang akan diberikan kepada saudara bapak tertua di Natewa. Kava pemberian tersebut nantinya akan diproses menjadi minuman tradisional Grog untuk acara penyambutan tamu pada malam hari ini.

fijianboy (5)

Rehat sejenak (Dok. Cech)

fijianboy (6)

Melepas rindu (Dok. Cech)

fijianboy (7)

Berkunjung ke Saudara Bapak tertua (Dok. Cech)

Tidak butuh waktu rehat lama, kami berkeliling desa Natewa yang dekat sekali di Teluk Natewa. Beberapa anak desa mengikuti kami sehingga kami menjadi pusat perhatian penduduk Natewa.

fijianboy (8)

Dok Cech

fijianboy (10)

Sunset di Teluk Natewa (Dok. Cech)

fijianboy (9)

Pada malam hari, setelah makan kami berkumpul dengan keluarga Natewa. Canda tawa dan cerita di malam itu sambil menikmati minuman Grog. Baru jam 2 malam teman Indonesia bergerak ke peraduannya karena rasa letih dalam perjalanan semalam.

Teman Indonesia tidur sekali, baru jam 10 pagi mereka terbangun. Segera saya ajak mereka mandi di pinggir sungai kecil sebelah rumah paman yang airnya jernih sekali. Rupanya tidak hanya kami, anak-anak pun riang gembira menikmati mandi di kali. Setelah mandi bibi sudah menyiapkan makan pagi dan kami pun makan bersama.

fijianboy (11)

Mandi di kali (Dok. Cech)

Kava kering milik paman (Dok. Cech)

Kava kering milik paman (Dok. Cech)

fijianboy (15) fijianboy (16) fijianboy (17)

Karena kami hanya menginap semalam dan harus kembali ke Suva hari itu juga maka waktu yang pendek saya manfaatkan untuk bersilaturahim ke keluarga besar bapak. Banyak foto yang diambil sebagai kenang-kenangan saya.

Jam setengah dua siang, bus menuju Savusavu berhenti di depan halaman rumah keluarga besar bapak. Segera kami pamitan dan peluk cium dengan para orang tua. Ada perasaan berat untuk meninggalkan desa Natewa. Waktu satu hari sungguhlah singkat tapi kami harus kembali kerja Keesokan harinya. Perlahan tapi pasti bus bergerak meninggalkan desa Natewa menyusuri Teluk Natewa nan indah.

Sesampainya di Savusavu kapal Lomaiviti Princess dari Taveuni sudah bersandar di dermaga Savusavu. Inilah saatnya kami meninggalkan Vanualevu menuju Suva, ibukota Fiji Keesokan paginya.

fijianboy (18)

Menuju Savusavu kembali (Dok. Cech)

fijianboy (19)

Dermaga Savusavu (Dok. Cech)

fijianboy (20)

Kenangan Natewa yang tak terlupakan (Dok. Cech)

fijianboy (21)

Berapa purnama lagi kami akan berkumpul bersama (Dok. Cech)

 

Bisa juga dibaca di:

I am Fijian Boy from Natewa

 

 

11 Comments to "I am Fijian Boy from Natewa"

  1. ay  7 January, 2019 at 20:39

    Salam kenal Checgentong, masih tinggal di fiji kah? Boleh sharing ttg hidup di fiji gimana? About biaya hidup juga hehe terimakasih

  2. J C  3 September, 2016 at 09:53

    Sekali-sekali kepulauan Pasifik ini kudu didatangi…

  3. Cechgentong  8 August, 2016 at 15:15

    Lani, boleh juga tuh

  4. Cechgentong  8 August, 2016 at 15:13

    Alvina, dari jakarta ke Singapura trus naik fiji Airways ke Nadi, Fiji.

  5. Lani  7 August, 2016 at 11:47

    Aloha para kenthirs……….nah klu aku ke Fiji dekat dunk……..hayo Cech bikin acara kopdar ke Fiji aku daftar no satu! Gimana para kenthirs lainnya????????

  6. Alvina VB  7 August, 2016 at 09:17

    Cech Gentong: foto2nya bagus2 terutama sunset & fullmoonnya. Kl dari Jakarta pakai penerbangan apa dan transit di mana sampai ke Fijinya?
    James: enakan kamu donk yg deket dari Aussie, kl dari sini kaya travel around the world kecuali pas lagi ada di Jakarta/Bali, not bad lah…

  7. Cechgentong  5 August, 2016 at 18:50

    Emang indah tempatnya

  8. James  5 August, 2016 at 05:29

    Duh jalan2 di Fiji nan indah spt bnyk tempat di NTT

    Halo para Kenthirs ke Fiji yuk

  9. Cechgentong  4 August, 2016 at 21:14

    Pisgornya dah abis hahaha apa kabar pak

  10. Dj. 813  4 August, 2016 at 18:26

    Cech Gentong . . .
    Mana pisang gorengnya . . .
    Hahahahahahahah . . . ! ! !

    Fijian boy sih Fijian boy . . .

    Tapi tanpa pisang goreng belumlengkap .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam PisGor dari Mainz .

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.