Pinter-pinteran

Dian Nugraheni

 

Di amrik itu banyak TKW. Asli TKW yang dalam pengertian teman-teman di Indonesia, adalah para perempuan yang biasanya dikirim ke negara-negara Arab untuk jadi pekerja di sana.

Kenapa di Amrik banyak TKW ini..?

Jangan salah, banyak orang Arab juga senang berdomisili di Amrik, punya mansion, rumah super mewah, dengan gaya hidup yang ijring-ijring melebihi apa yang selalu dibayangkan soal kehidupan yang “Arabi”. Coba aja jalan malam di sekitar Georgetown pas week end, mobil-mobil mewah yang lewat dalam kemacetan, dan di dalamnya diputar lagu padang pasir dengan keraaas, sampai seolah-olah mobilnya bergetar karena suara dentuman dari speaker, dengan orang-orangnya yang masih pakai baju tradisonal mereka lengkap dengan sorbannya, pada berajojing di dalam mobil tersebut, bla..bla..bla…

TKI-TKW

Intinya, TKW Indonesia yang dikirim ke Arab, lalu dibawa ke Amrik sama tuan Arabnya. Nahh, sialnya, kebanyakan dari Tuan Arab ini, akan menahan passpor si TKW, plus dibayar jauh di bawah standard gaji Amrik, sehingga si Mbak ini nggak bisa ngapa-ngapain, dan akhirnya malah banyak dari mereka yang setelah mendapat kesempatan, bisa kabur, dan lapor ke Kedutaan Besar RI.

Lalu, banyak TKW ini yang ditolong orang sesama Indonesia, dipekerjakan di rumahnya sebagai PRT. Tapi, si Tuan Indonesia ini, menggaji mereka dengan standard Indonesia pula, bukan standard gaji Amrik.

Berdasarkan kasus ini, pernah ada Mbak-mbak TKW yang akhirnya melaporkan tuan Indonesia ini ke aparat, dan berakhir dengan dimejahijaukannya si Tuan Indonesia.

Jadinya, si Tuan Indonesia ini sebenere tadinya nolong si Mbak, yang kaburan dari Tuan Arab, tapi akhirnya dia malah “menuntut dan melaporkan” si “Penolongnya” ini dengan alasan karena menggajinya dengan bukan standard Amrik.

Katanya, issue yang beredar, putusan pengadilan mengharuskan si Tuan Indonesia membayar kekurangan gajinya selama sekian tahun sebanyak 30 ribu dollar Amrik, plus, si Tuan Indonesia kena deportasi, balik ke Indo…

Ini kisah yang beredar. Secara teknis yuridis, bagaimana akurasinya, terus terang aku belom bisa menjelaskan, harus ke sumbernya ke court house sana ya..hehe..kayak mau skripsi aja..

Nah, bagaimana pendapat teman-teman..? He..he..

 

 

10 Comments to "Pinter-pinteran"

  1. J C  3 September, 2016 at 09:57

    Kalau topik arab dan ngarab bikin capek ya?

  2. Dj. 813  9 August, 2016 at 14:24

    Hallo Dian . . .
    Ya salah sendiri .
    Memang niat nya baik .
    Tapi hanya niat baik saja, tidaklah cukup .
    1.
    Bisa jadi setelah ditolong, tuan Indonesia tidak memberi solosi yang baik.
    Bisa jadi mereka sering ada konflik.

    2.
    Menolong ya menolong, tapi lebih baik kalau ada perjanjian yang disetujui oleh kedua belah
    pihak. Sehingga buntutnya tidak ke meja hijau .

    Kalau perlu ke Notaris, kan sudah biasa hidup di barat yang semuanya memerlukan peraturan
    secara tertulis dan tidak cukupp dengan isan saja .

    Salam manis dari Mainz .

  3. Lani  9 August, 2016 at 12:09

    James: brrrrrrrr…………aku ikut kedinginan wlu hanya baca komentarmu. Di Hawaii mmg ndak pernah ada winter tp winter is best season in Hawaii soale tingkat kelembaban sgt rendah……….kapan ke Hawaii?

  4. James  9 August, 2016 at 09:57

    mbak Lani, cuaca disini pagi masih sekitar 3-6C dan siang sekitar 13-16C dan banyak hujan

  5. James  9 August, 2016 at 09:43

    mbal Lani. cuaca disini pagi masih tetap dingin 3-6 C kalau siang sekitar 13-18 C dan banyak hujan, enak di Kona kagak ada Winter yah

  6. djasMerahputih  9 August, 2016 at 07:42

    Hukum rimba: si Kuat memangsa si Lemah, si Pintar mengibuli si Bodoh.
    Back to Nature (Jungle?).

    Nyusul para Kenthir Baltyra..

  7. Lani  9 August, 2016 at 06:38

    DIAN: aku tidak tahu apakah kamu mengikuti “human trafficking” yg salah satu pemimpinnya dari Indonesia “Ima Matul Masiroh” klu tdk salah kutip nama aslinya.

    Dia yg jd pembicara pd acaranya democratic convention aku yakin kamu sdh nonton di You Tube Ima jd sgt terkenal di America sejak dia jd korban human trafficking dan jd PRT dgn majikan orang Indonesia, passportnya ditahan majikan, selama 3 tahun disiksa tanpa henti, akhirnya dgn bhs inggris yg sgt pas2-an dia nekad menitipkan surat ke pembantu sebelah rumah, akhirnya dia kabur dgn pertolongan pembantu tetangganya, dari sanalah cahayanya mulai bersinar dgn penuh jalan berliku sampai menuju gedung putih dan ketemu dgn hampir semua petinggi America.

    Menurutku nasib para TKI di LN hrs ada undang2 perjanjian yg kuat utk menghindarkan mrk dijadikan bulan2-an, atau bahkan tahunan dijadikan sapi perah oleh para majikannya tdk peduli warna kulit, agama dan ras mereka apa.

    Ini yang dinamakan manusia memakan manusia!

    Karena biasanya (tdk semuanya) para TKW itu berpendidikan rendah hingga mereka tdk tahu hak2 mereka, yg tertanam diotak mereka hanya kerja, kerja dan kerja mencari dan mengadu nasib dinegara orang demi membantu keluarga mereka di Indonesia.

  8. Lani  9 August, 2016 at 06:29

    James: kenthir Kona wlu telat udah mencungul………..gmn cuaca ditempatmu msh dinginkah?

  9. James  8 August, 2016 at 16:00

    @ Dian, di Ozi juga banyak dan sama saja mereka para TKW digaji dibawah standard Ozi atau dengan kata lain dengan seharga Rupiah saja, jadi istilahnya adalah Bangsa memakan sesama Bangsa juga, Pemerasan Penindasan Intimidasi

  10. James  8 August, 2016 at 15:54

    1…TKW banyak juga di Ozi

    menantikan para Kenthirs muncul baca TKW

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *