I Love Myself, I Love You

Wesiati Setyaningsih

 

Ceritanya mulai tahun ajaran ini saya bikin yel-yel untuk di kelas. Mulanya saya terinspirasi dengan teman saya guru SMA di Solo yang berbagi saat pelatihan di Kudus. Dia bilang, dia bikin yel-yel untuk di kelas. Sederhana, Cuma “English, yes! Yes! Yes!” ketika mengatakan “Yes!” tangan terkepal ke atas.

yel-yel

Semangat sekali dia. Dan yang jelas dia pede saat mengucapkannya. Saya jadi ingin bikin juga. Maka saya mulai mikir, yel-yel untuk kelas saya. Entah dari mana, tiba-tiba terpikir untuk membuat yel-yel begini, “I love myself. I love you. I love English.” Waktu mengucapkan “I love myself”, tangan terkepal dan menyilang di dada. Saat mengucapkan “I love you” tangan terbuka ke depan. Sementara saat mengucapkan “I love English”, tangan kanan terkepal ke atas.

Awalnya saya sendiri enggak yakin saya pede. Tapi kapan lagi kalo tidak dimulai? Anggap saja ini eksperimen. Maka, mulai pertemuan pertama, yel-yel ini saya berlakukan, diucapkan saat membuka dan menutup pelajaran. Pertama kali, saya sendiri agak malu. Kok rasanya lebay. Tapi saya paksakan saja, wong ini ide saya sendiri. Masak saya sendiri malu?

Sebelum mengajak yel-yel, saya bercerita dulu tentang dasar pemikiran ide ini. I love myself, adalah untuk mengingatkan kami semua bahwa mestinya kita bisa mencintai diri sendiri dulu sebelum mencintai orang lain. Jadilah gelas yang berisi air sampai tumpah-tumpah oleh cinta, hingga luber ke lingkungan sekitar. Bukan lilin yang terbakar menerangi dunia, tapi sebenarnya menderita dan enggak rela.

I love you, adalah bahwa kita semua mencintai semua di luar diri kita setelah mampu mencintai diri. Ketika bahkan air yang dibisiki kata “I love you” setiap hari molekulnya jadi lebih indah, saya pikir kalau kita mengucapkan “I love you” sering-sering pada lingkungan, mungkin akan ada efek positifnya.

Kalau I love English, tujuannya jelas, agar mereka suka dengan pelajaran ini. Enggak harus pinter, yang penting suka. Itu saja.

Sekarang sudah minggu ke dua saya mengajar, yel-yel ini sudah semakin sering saya ucapkan. Lama-lama saya sendiri pede dengan yel-yel ini. Dan tanpa saya sadari, perasaan saya semakin bahagia setelah selesai mengajar.
Sekarang yel-yel ini saya terapkan dengan senang hati. Entah apa hasilnya nanti, saya akan teruskan yel-yel ini. Semoga kami semua bahagia.

 

 

About Wesiati Setyaningsih

Seorang guru yang tinggal di Semarang. Awalnya tidak ada niat untuk menjadi guru, tapi kemudian "kesasar" menjadi guru. Mencoba mendobrak "pakem baku" proses pengajaran, juga mendobrak ketidaklogisan pencekokan agama membabibuta di sekolah dan keseharian murid-muridnya. Sering dianggap "off-track" bahkan tidak jarang mendapat cap sesat karena sikapnya yang tidak seperti kebanyakan mainstream.

My Facebook Arsip Artikel

8 Comments to "I Love Myself, I Love You"

  1. Bagong Julianto  14 October, 2016 at 21:19

    Apik!

  2. J C  3 September, 2016 at 09:57

    Guru satu ini memang ciamik! Anti-mainstream…

  3. EA.Inakawa  12 August, 2016 at 11:54

    sesuai negeri asalnya : YELL = berteriak, saat kita adopsi menjadi yel yel , dan sebaik baiknya yel yel tidak boleh terlalu panjang, (mudah mudah salah)…..Peace

  4. James  10 August, 2016 at 15:46

    hadir sembari komen macet

  5. Lani  10 August, 2016 at 06:14

    Kamu mmg guru lain drpd yg lain…….tau saja bikin sesuatu (kreatif) agar murid2mu bersemangat!

  6. Wesiati  10 August, 2016 at 04:50

    Awalnya saya ragu melakukan yel-yel ini. Tapi nyatanya anak2 suka. Bahkan ada anak yang buru2 pengen yel2 begitu saya masuk. Padahal saya nunggu kesiapan kelas dulu. Well, kayanya yel2 ini memecah kebosanan.

  7. Lani  10 August, 2016 at 04:03

    Wesi: Kamu mmg guru yg melawan arus hahaha……….
    Tp yel yel bikinanmu itu bagus lo. I love myself itu hrs dlm kondisi apappun klu tdk mencintai diri sendiri bagaimana mungkin akan berbagai cinta dan mencintai orang lain diluar diri kita?????

    Mas DJ: pengalaman itu saya alami tiap kali masuk ke restoran cepat saji Jepang di Kona mrk meneriakkannya dlm bahasa Jepang aku lupa kata2nya drpd salah aku tdk tuliskan disini……….

    Mungkin spt mengucapkan selamat datang begitu

  8. Dj. 813  9 August, 2016 at 19:53

    Hallo mbak Wesiati . . .
    Satu idee yang sangat bagus .
    Tapi entah menga kok Dj. jadi ingat saat masuk Restaurant ” BUMBU DESA ”
    di Jogya, suasana mirip di Jepang .
    Saat kami masuk ber 7, saat itu serentak semua pelayang teriak . . .
    SELAMAT DATANG . . . ! ! !
    Dan saat kami selesai makan dan meninggalkan itu Restaurant , semua pelayang kembali teriak .
    TERIMAKASIH SUDAH BERSAMA KAMI . . . ! ! !

    Hahahahahahahaha . . .! ! !
    Yel , yel memang cukup menarik dan lucu .
    Bikin semangat . . . ! ! !

    Selamat Mengajar dan semoga ada idee yang baru lagi .

    Salam manis dari Mainz .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.