Being Different dan Rasa Syukur

Yeni Suryasusanti

 

Kemarin, pulang dari pertemuan orangtua di sekolah baru Ifan (SMK Telkom Jakarta), saya mencari buku saku yang memuat ttg point-point pelanggaran siswa. Malah jadi iseng buka-buka buku catatan dan tugasnya.

Menemukan sebuah tulisan di buku Englishnya yang membuat saya terharuuuu…Ifan mengizinkan saya share tulisan ini, kata Ifan siapa tau bisa membantu menyemangati teman yang sedang mencoba bangkit dari bully…

Berikut tulisan Ifan:

“Hi, my name is Irfan. I live in West Jakarta. I’m just graduated from 89 Junior High School. I was born on Oct 28th, 2000.

Today, I want to tell you about my memorable experience. So this is my first time I’m being different because most of my family usually continuing their study to Senior High School.

My mom and I decided to continue my study at SMK Telkom Jakarta because three reasons. First, because the vocational school on West Jakarta mostly are majoring in accounting. Second, my skill at computer is very good. And third, I was JPK user so I can choose my major earlier than anyone else.

Aside from all that, I’m also worried what if I can’t make friends because I’m hardly to adapt at new environment, and also trauma since I always been bullied on Junior High School.

Luckily, what I’m feared of is not come true. They accept me with no excuse, they look at me as a friend not a loser, that makes me feeling comfortable.

Also, the teacher at this school is very funny, the way they teaching is very different. They know how to make their students excited to study.

And now here I am, a simple student studied at the most integrated vocational school, the chosen one from my Junior High School, and a teen who wanna be a professional programmer.”

 

Catatan:

JPK adalah Jalur Rekomendasi Prestasi Akademik. SMK Telkom bekerjasama dengan beberapa sekolah memberikan 5 formulir JPK bagi 5 orang siswa yang dinilai cocok masuk SMK Telkom. Dengan jalur ini siswa boleh menentukan sendiri jurusan pilihannya tanpa menunggu hasil psikotest. Ifan masuk jurusan Rekayasa Perangkat Lunak sesuai keinginannya.

Apa yang membuat saya terharu dan bahagia?

Pertama, Ifan berani mengakui kekhawatirannya karena pernah di bully, dan bisa bangkit karena merasa sebagai siswa pilihan dengan dapat form JPK.

Saya yakin tidak mudah bagi seorang laki2 mengakui bahwa dia pernah lemah. Kog bisa Ifan mengakui kelemahannya secara sukarela di tugas sekolah pula? Saya memiliki dugaannya. Ifan sejak dulu merupakan anak yang sensitif, cenderung mudah meneteskan airmata saat terharu, disakiti dan marah. Tapi saya tidak pernah meledeknya cengeng, bahkan tidak pernah berkata menangis itu identik dengan sifat perempuan.

Setiap kali Ifan menangis, maka saya akan memeluknya, tapi juga tidak membiarkan Ifan menangis berlarut-larut. Setelah beberapa saat memeluk maka saya akan bilang, “Sudah lega? Sudah selesai nangisnya? Sekarang hapus airmatanya dan kita bicara, cari solusi untuk masalah Ifan. Karena airmata saja nggak bisa menyelesaikan masalah.” Dan kami pun bicara…

Kami membuktikan, bahwa anak yang hidup dengan dukungan (dan bukan ejekan) pada akhirnya akan bisa mengakui kelemahan, mampu bertahan bahkan bangkit dari keterpurukan.

Ifan dibully karena dianggap “aneh” waktu SMP. karena suka menyendiri, mengelilingi sekolah di saat sedang ada yang dipikirkan dan sangat sering bicara ttg teknologi, serta tidak menunjukkan minat yang sama dengan teman-temannya. Kebetulan Ifan bersekolah di SMP Negeri yang rata-rata berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.

Saat Ifan dulu mengalami bullying, dan ini juga merupakan salah satu pertimbangan saya untuk resign, butuh waktu cukup lama bagi kami untuk membantu Ifan mengatasinya. Saya berkata pada Ifan bahwa kasus bullying hanya akan bisa dituntaskan oleh diri Ifan sendiri. Bunda, ayah dan guru hanya bisa menengahi, tapi akar masalahnya ada pada diri Ifan.

Orang yang memiliki rasa percaya diri dan mampu menyuarakannya bisa terhindar dari bullying. Bersabar, mengabaikan dan menghindari situasi yang potensial menempatkan diri ditengah2 terjadinya bullying adalah solusi sementara sampai rasa percaya diri Ifan bisa terbentuk untuk mengatasi bullying.

Suami saya mulai mengajari Ifan dasar-dasar bela diri agar Ifan percaya bahwa dirinya mampu membela diri jika perlu, dan berkata pada Ifan balaslah bully dengan prestasi. Alhamdulillah, Ifan berhasil mengkombinasikan keduanya: membentuk rasa percaya diri melalui prestasi.

Kedua, Ifan memahami bahwa di balik kesulitan ada kemudahan, dan kesabaran itu membuahkan hasil yang manis.

Karena Ifan pernah dibully, Ifan jadi perhatian guru BP. Karena jadi perhatian makanya sang guru paham minat bakatnya, bahwa nilai tertinggi Ifan adalah dalam pelajaran Agama, English dan Komputer. Karena kedekatan ini pula, beliau bertanya secara khusus kepada Ifan ingin melanjutkan kemana. Saat Ifan berkata ingin ke SMK Telkom, beliau langsung memberikan rekomendasi berupa formulir JPK.

Ketiga, Ifan memahami kelebihan diri dan manfaatkannya, serta memahami kekurangan diri dan mencoba mengatasinya.

Ifan mengetahui dengan persis minat bakatnya di bidang komputer sehingga memilih SMK Telkom sebagai sekolah lanjutannya, sering dijuluki sebagai kamus English berjalan oleh teman-temannya yang meminta bantuan. teman-temannya menyangka Ifan ikut kursus Bahasa Inggris dan tercengang begitu Ifan bilang nggak hahaha… Dan tanpa malu bahkan dengan bangga Ifan bilang, “Diajarin nyokap gue,” saat teman-temannya bertanya nggak kursus kog bisa jago.

Ifan memilih bergabung dengan Ekskul IT Club dan English Club dengan dukungan kami dan wali kelasnya. Ifan menyadari kekurangan dirinya yang sulit beradaptasi di awal, malah berusaha mengatasi kekurangannya. Ifan menganggap bergabung dengan OSIS merupakan salah satu latihan untuk mengatasi kekurangannya sekaligus belajar berorganisasi, lalu meminta izin saya dan suami untuk mengikuti seleksi yang diadakan seharian hari Sabtu kemarin.

Alhamdulillah, Ifan lulus seleksi (di antaranya psikotest dan debat) dan akan bergabung menjadi anggota pengurus OSIS.

Yang terakhir dan yang terutama, Ifan sudah tau dia mau jadi apa, sudah memilih menapaki jalan menuju karier di masa depannya dan bukan asal sekadar bersekolah untuk mendapatkan ijazah saja

Alhamdulillah kami tidak salah mengarahkan Ifan ke sekolah lanjutannya…

Semoga pengalaman Ifan ini bisa bermanfaat jadi penyemangat bagi teman-teman yang anaknya mengalami bullying. Semoga bisa diselesaikan dengan baik :*

*Maka nikmat Allah yang mana lagi yang bisa kami dustakan?

 

 

7 Comments to "Being Different dan Rasa Syukur"

  1. Yeni Suryasusanti  14 August, 2016 at 19:41

    Tante lani, alvina, oom joko paisan, makasih ya…
    Alhamdulillah di SMK Telkom Ifan nggak kesulitan bersosialisasi
    Semoga dgn pengalaman berorganisasi di OSIS nanti akan lebih baik lagi kemampuannya..

  2. Dj. 813  14 August, 2016 at 00:49

    Yeni Suryasusanti . . .

    Terimakasih untuk ulasan nya .
    Memang sebagai orang tua, kita hanya bisa mengarahkan .
    Dan kita akan sangat bersyukur , bila usaha kita berhasil dan kita
    juga bangga akan keberhasilan anak-anak kita .
    Tapiiii . . .
    Keberhasialn dalam bidan ilmu, belum tentu juga keberhasilan dalam bersosial .
    Banyak anak-anak cerdas dan berhasil membanggakan orang tua .
    Tapi sangat disayangkan, banyak juga yang tidak berhasil atau kaku daam bersosialisasi .
    sehingga menjadi orang yang kesepian .

    Semoga Ifan tidak demikian .

    Sekali lagi, terimakasih dan salan,

  3. Alvina VB  11 August, 2016 at 23:11

    Sukses buat Ifan. Menjawab bullying dengan menunjukan prestasinya ke kelompok bully jauuuuuhhhhhhh lebih baik dari pada mengurung diri bahkan sampe ada yg bunuh diri yg gak ada untungnya sama sekali.
    Hadir James walaupun telat euy….

  4. Lani  11 August, 2016 at 21:25

    Sukses buat Ifan………….

    James: telat tp tetep mencungul…………

  5. Yeni Suryasusanti  11 August, 2016 at 18:33

    Aihhhh udah lama nggak nongol disiniiiii…..
    Makasih ya Janmes, Awesome

  6. James  11 August, 2016 at 15:46

    ucapan selamat bagi Ifan dan semoga selalu sukses kedepannya

    tunggu para Ketnthirs muncul

  7. awesome  11 August, 2016 at 15:32

    semoga sukses Ifan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.