Memberdayakan Tubuh

Anwari Doel Arnowo

 

Semua manusia dan hewan serta mungkin sekali juga tumbuh-tumbuhan apapun, telah dilengkapi dengan segala peralatan, baik yang bisa disaksikan secara visual, maupun yang tidak secara visual. Yang bisa kita lihat dengan mata telanjang atau dengan menggunakan gawai, itu kami sudah paham. Biarpun urat darah dan urat syaraf yang menghubungkan otak dengan organ-organ lain di dalam tubuh, dari yang amat halus melebihi halusnya rambut serta bulu di tubuh kita, merupakan alat yang berfungsi teramat penting dan canggih.

Urat-urat yang halus itulah yang mampu mengantarkan perintah otak ke tujuan baik untuk berkeringat karena ketakutan atau kesedihan atau bahkan karena tersedak makanan. Kecepatan perintah itu mempunyai kecepatan yang luar biasa, secepat kereta super cepat yang nantinya akan menghubungkan Jakarta Bandung p.p. beberapa tahun lagi, kecepatannya sekitar 200 K. M. (kilo meter) setiap jam. Terhadap kereta super cepat yang belum pernah kita punyai itu, juga kita sudah berdecak dalam cara kita  mengagumi! Tetapi kita tak menyadari bahwa di dalam tubuh kita, setiap saat, ada pergerakan materi secepat mirip seperti kereta itu.

neurotransmission

Saya juga sudah pernah menjadi penumpang pesawat Concorde antara New York dan London pada 19 tahun yang telah silam, yakni pada 15 Maret, 1997. Waktu itu saya memang kagum, karena jarak itu dengan pesawat biasa akan ditempuh dengan kurun waktu 6 setengah jam. Akan tetapi saya mengalami waktu yang hanya 3 setengah jam saja, karena  kecepatan pesawat ini sekitar 2.200 K. M., melebihi kecepatan suara. Kekaguman saya terhadap kecepatan Concorde itu tak mampu saya buat bandingan dengan kecepatan perintah dari otak kepada organ di dalam tubuh kita, terutamanya bilamana kita lebih rinci dalam mengamati.

Concorde itu terbang tinggi di atas 55.000 kaki (feet atau kaki = belasan K. M.) di atas permukaan air laut yang berarti di lingkungan yang tekanan udaranya amat tipis di pinggir lapisan atmosfer. Sedangkan urat di dalam tubuh kita itu kan ukurannya micro dan penuh sesak dengan urat-urat lain, berbelit-belit melalui kelenjar-kelenjar lain serta lapisan tulang dan daging serta cairan-cairan yang amat  bermacam-macam.

Mari saya ajak anda berfikir. Fakta, katanya, makhluk yang dianggap sebagai manusia yang pertama itu mulai ada pada sekitar 850 ribu tahun yang lalu, sedangkan planet Bumi sendiri terbentuknya sejak beberapa ratus juta tahun sebelumnya. Ini yang selalu saya ingat. Pada jaman itu, ratusan ribu tahun yang lalu sudah ada design awal berupa makhluk manusia yang amat rumit dan amat canggih. Pesawat Concorde pun kan hanya baru pada beberapa puluh tahun yang lalu saja mulai design awalnya.

Meski begitupun sekarang pesawat Concorde itu sudah dianjurkan tidak digunakan lagi karena beberapa sebab, antara lain amat mengganggu lingkungan hidup serta memboroskan bahan bakar minyak. Secara komersialpun mungkin juga sudah tak layak terbang, unjustifiable. Design awal makhluk manusia yang berproses melalui beberapa fase, antara lain merangkak sampai bisa berdiri sejak sekian ratus ribu tahun yang lalu, sekarang masih tetap bisa mondar mandir dan berlenggang kangkung di permukaan Planet Bumi kita di sini.

Hal pembandingan seperti inilah yang membuat saya percaya adanya Tuhan, akan tetapi tidak saya ketaui keberadaannya serta wujudnya. Dengan demikian apapun pengertian Tuhan yang saya percayai mungkin saja tidak sama dengan yang dipercayai mayoritas manusia sekarang. Tetapi bisa saja kan kalau Tuhan versi saya, dengan Tuhan-Tuhan manusia lain-lainnya ternyata sama. Perbedaannya yang nyata adalah saya tidak takut kepada Tuhan versi saya. Selama ini saya yakini karena antara lain saya masih hidup pada umur saya sekarang ini. Sebagian besar teman-teman saya, sudah mendahului pindah ke alam lain, meninggal dunia. Karena adanya fakta seperti itulah  saya selalu memilih menjaga kesehatan saya.

Itulah satu-satunya cara saya dalam berterima-kasih kepada Tuhan. Begitulah pilihan saya: sebisanya menjaga kesehatan. Tanpa penampilan dan pikiran serta tubuh yang sehat, saya tidak akan mampu melakukan pilihan tadi.

neuro-transmission

Apa yang saya rekam dan alami serta lakukan di atas sering saya lakukan evaluasi untuk menjaga kondisi keseimbangan yang amat perlu saya peroleh sesuai dengan berjalannya waktu. Bila ada kesempatannya kemudian, yang saya harapkan adalah jangan sampai saya ini kecewa dengan isi sejarah pribadi saya pada kemudian hari. Benar sekali tidak ada satupun makhluk yang terbebas dari kesalahan apapun. Tetapi misalkan ada seorang ingin meminimumkan besarnya kesalahan, itu adalah manusiawi, sepanjang dia tidak mendambakan sesuatu yang ada di luar jangkauannya, sehingga dia akan melakukannya dengan segala cara.

Cara apapun. Seleksi cara amat penting dilakukan dengan berhati-hati. Yang menjadi topik terdahulu dari obyek tulisan ini adalah masalah fisik. Ternyata ada satu lagi bagian yang tidak kalah pentingnya bagi tubuh kita: non fisik. Biasa dilakukan dengan menggunakan otak / pikiran dan hati serta instink. Empat unsur ini akan amat membantu sekali bagi mendapatkan hasil yang bijak mendekati sempurna. Memberdayakan kelengkapan tubuh kita hanya bisa dilakukan bilamana kita mampu mengenali apa yang ada di dalam tubuh kita. Gunakanlah otak, hati dan instink dengan seimbang.

 

Anwari Doel Arnowo  –  1 Agustus, 2016

 

 

4 Comments to "Memberdayakan Tubuh"

  1. Alvina VB  14 August, 2016 at 03:37

    Setuju sama semua komentar di sini, menurut penelitian di sini, storage otak kita melebihi komputer canggih apapun yg ada di dunia ini, kl data2 di computer bisa dihapus, data yg ada di otak kita gak bisa dihapus begitu saja, kecuali org ini kena dementia/Alzheimer.

  2. Dj. 813  14 August, 2016 at 00:43

    Terimakasih cak Doel . . .
    Inilah keajaiban dan kebesaran TUHAN yang telah menciptakan mansia
    sedemikian hebatnya .
    Computerpun belum biisa memadainya .
    Salam sejahtera dari Mainz dan semoga sehat selalu .

  3. Lani  11 August, 2016 at 21:30

    James: aku setuju dgn komentarmu krn manusia adalah ciptaan Yang Maha Kuasa……….

  4. James  11 August, 2016 at 15:41

    1….sebenarnya Organ tubuh Manusia itu lebih canggih dari Teknologi apapun

    menunggu Kenthirs lainnya

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.