Tambal Ban

Prabu

 

Profesi tambal ban, dulu hanya digeluti oleh kaum marjinal. Yaitu, mereka yang secara sosial-ekonomi dilupakan, namun sangat dibutuhkan ketika pilkada. Meski demikian, kaum marjinal selalu menolong kita saat kesulitan. Dengan peralatan minim, mereka cukup cekatan menambal ban.

tambal ban

Kini, bisnis tambal ban mulai dirambah kaum pemodal besar dan pintar. Kaum pemodal ini, selain jualan minyak ternyata juga masih tergiur bisnis tambal ban dgn embel2 nama “nitrogen”. Untuk memiliki bisnis tambal ban bernitrogen ini, dibutuhkan modal 80 jutaan. Dan modal tsb bisa balik 6-12 bln. Maka tak mengherankan, jika sejak diluncurkan pada 2011 di Jakarta, bisnis tambal ban di SPBU ini telah merambah nyaris di semua propinsi di pulau Jawa.

Sekedar mengingatkan. Meski konsumen masa kini lebih memilih tambal ban bergaransi. Namun jangan melupakan kaum penambal ban tradisional ini. Konon, Tuhan bakal memberi garansi bagi yang memakai jasanya. Apalagi jika kita bermurah hati memberi uang lebih dari tarif yang ia minta. Wallahualam bisawab.

 

 

About Prabu

Sosok misterius yang sejak kemunculannya tidak banyak orang yang mengenalnya. Walaupun misterius, sosok satu ini sekaligus ramah dan sangat terbuka pertemanannya. Sang Prabu dan Permaisuri sering blusukan menyapa kawula BALTYRA.com dan menggebrak dunia, kebanyakan dengan coretan karikaturnya sekaligus artikel-artikelnya yang bernas, tajam dan berani.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Tambal Ban"

  1. djasMerahputih  19 August, 2016 at 10:03

    Wah telat, nyusul para Kenthirs..
    Setuju dgn bang James. Jangan nebar paku…!!

  2. EA.Inakawa  19 August, 2016 at 08:51

    sepertinya pasar traditional buat penambal ban tidak akan pernah hilang, tetap menjadi pilihan karena ada dimana mana…..tidak ada salah juga ketika saat melihat mereka menambal lalu hati tergugah dan kita bisa bersedekah kepada mereka,monggo mas

  3. James  18 August, 2016 at 06:19

    Hadir lagi Al, hanya kemaren Baltyra fatal error ditempatku

    Asal tukang Tambal Ban jgn kerja sama dgn tukang Pasang Ranjau Paku saja

  4. James  18 August, 2016 at 06:10

    Asal tukang tambal ban jangan kerja sama dengan. Pemasang Ranjau Paku saja

  5. Lani  17 August, 2016 at 02:51

    AL: wah sdh bangun dr tidurnya………mahalo msh diingat……..sebentar lagi mabur lagi………

    Kang Prabu: tambal ban? mmg kaga ada matinya…………krn dimana saja, kapan saja ban bs menderita kebocoran………

  6. Dj. 813  17 August, 2016 at 02:42

    Mas Prabu . . .
    Terimakasih untuk srtikel yang pendek tapi jelas .

    Jadi ingat saat dulu hidup di Indonesia, kalau ban kempes selalu cari tukang tambal ban .
    Sayang sekali di Jerman tidak ada .
    Kecuali ban sepeda, anak Dj. kadang masih suka tambal sendiri .
    Kebanyakan kalau bocor ya beli baru .
    Salam manis untuk keluarga dirumah ya.

  7. Alvina VB  17 August, 2016 at 01:49

    Ya, mas Prabu lebih bagus nolongin kaum marjinal aja.
    Absenin buat para kenthirs sektlian…mumpung masih ada di rumah.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.