Anak-anak Amerika

Dian Nugraheni

 

“Anak-anakmu pasti modis dan wangi, sebagaimana anak-anak Amerika..”
Begitu kurang lebih kata salah satu temanku, ketika aku akan pulang kampung waktu itu, dan niat bertemu dengan kawan-kawan yang semula hanya kukenal lewat FB.

Aku jawab, “Anak Amrik itu umumnya, pada kesehariannya yang ditekankan bukan masalah modis dan wangi, karena di sini orang-orang menghadapi musim yang sangat ekstreem. Ketika summer, orang sangat kepanasan, dan berupaya memakai baju sesimpel mungkin, rambut dikuncir sampai ke atas…Jadi, seringnya nggak kepikiran dandan rapih…yang penting nyaman.

Musim Gugur, udah kedinginan, kemana-mana pakai mantel atau jaket. Jadi dalamnya bisanya cuma kaos dan celana panjang.

Musim dingin, apalagi, yang dipikir cuma, gimana bisa tetep anget setiap saat, ya udah, dalamnya apa kek ga penting, soalnya ketutupan sweater dan jaket winter. Dan kebanyakan orang di sini nggak mandi 2 kali..haha..Tapi kalau kami sih tetep mandi 2 kali sehari sepanjang musim.

Paling hanya pas Spring anak-anak ini bisa bergaya modis sedikit-sedikit, karena suhu udara lumayan bagus, masih agak dingin, tapi tak menusuk, dan belom terlalu panas. Itu pun kalau yang memang suka bermodis-modis…

Jadi, teman-temanku yang waktu itu belom pernah bertemu anak-anakku, dan kemudian kami bertemu-temu, pasti mengiyakan apa kataku ini, bahwa anak-anakku tidak modis dan tidak wangi (karena juga ga pernah pakai parfum). Biasa saja. Bahkan lebih “biasa” ketimbang anak-anak Indonesia yang ada di Indonesia, yang sebaya dengan mereka.

Waktu itu, pakaian yang dibawa anak-anakku adalah, celana pendek dan kaos Olahraga pembagian dari sekolah, yang ada tulisannya “Swanson” (Middle School) dan “Washington Lee” (High School)…

www.statesymbolsusa.org

www.statesymbolsusa.org

Itu anak-anakku ya..kemungkinan juga beda dengan anak-anak Indonesia yang di Amrik lainnya…

 

 

4 Comments to "Anak-anak Amerika"

  1. Dj. 813  31 August, 2016 at 01:35

    Mbak Dian . . .
    Benar sekali . .
    Pernah anak-anak kami juga kena sindiran saat mudik .
    Dibilang, datang dari Eropa, kok pakaian nya seperti orang kampooeng .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Untung Dj. sudah terbiasa cuek dan tidak memikirkan apa kata orang .
    Pakai juga tidak minta ini . . . Hahahahahahaha . . . ! ! !

    Tapi ada satu hal yang saudara-saudara kami senang menerima pakaian bekas dari
    anak-anak kami .
    Mereka selalu berkata, pakaian nya selalu wangi .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam manis dari Mainz .

  2. ariffani  30 August, 2016 at 15:25

    aku juga gak modis, pakaian tergantuung mood. hahaha..

  3. Lani  30 August, 2016 at 10:47

    Dian: yg jelas tdk berlaku di HAWAII krn sepanjang tahun sll anget, baru butuh sweater, jaket klu mau pergi ketempat tinggi pegunungan………..

    Klu yg ditempat rendah tdk pernah mikir boro2 pakai jaket, malah adus kringet sumuk dan gatel2 hahaha………

    Di Hawaii itu simple, ndak perlu buang duit utk baju musim dingin krn mmg tdk mengenal musim dingin yg menggigit sampai merasuk ketulang sumsum.

    Musim panas kdg harus mandi sampai 3 kali/hari

    James: ndak pernah kepikir beli baju winter…….tiap hari simple short, mini skirt, u can see semriwing…………hahaha

  4. James  30 August, 2016 at 09:23

    1…..makanya jangan heran kalau pakaian di Negara 4 musim itu pada awet lebih dari di Indonesia yang 2 musim saja, karena 4 musim ya pakaiannya ber-beda2 jadi seperti pakaian musim dingin hanya dipakai dikala musim dingin saja selama lebih kurang 3 bulan saja dalam setahun

    menantikan Kenthirs yang belum muncul dengan pakaian 4 musim

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *