Kenapa Kamu Tidak Percaya Tuhan?

Itsmi – Belanda

 

Sejak aktif di Facebook pertanyaan yang sering ditanyakan pada saya. “Kenapa kamu tidak percaya Tuhan?”

Bagi saya pertanyaan ini sulit untuk dijawab. Karena apapun jawaban saya itu dirasakan sebagai kesombongan, merendahkan atau tidak sopan. Jadi untuk menjawabnya perlu banyak waktu dan tentunya sia-sia.

Orang yang percaya tidak perlu bukti karena sudah dari kecil di’indoktrinasi dan tidak tahu apa artinya indoktrinasi dan bagaimana efek indoktrinasi pada psikis mereka. Oleh karena itu bagi yang percaya tidak mau ada bukti bahwa Tuhan itu tidak ada. Umumnya sudah bahagia dengan kepercayaannya. Ada yang mengatakan bahwa bagi mereka Tuhan itu benar. Banyak juga yang ragu atau tidak percaya tapi ketakutan keluar dari lingkungan atau grupnya makanya mengikuti terus sesuai kemauan orang lain atau grupnya.

Jadi banyak yang melihatkan di status Facebook mereka setiap hari untuk meyakinkan dirinya sendiri. Karena keluar dari grup banyak akibatnya seperti tidak dapat kerja, disingkirkan bahkan dipenjarakan. Menurut Freetought Report 2013 ada 13 negara yang memberikan hukuman mati pada orang yang mengakui dirinya tidak percaya Tuhan. Contohnya negara Malaysia, Pakistan, Saudi Arab, Iran.

Kesadaran grup (arti grup yang saya maksud bukan beberapa orang yang membentuk grup tapi dalam bentuk bahasa, tradisi, kebiasaan, opini dll) diatur atau dipimpin dengan kepercayaan bahwa sebagai anggota grup, mereka sudah terpilih untuk mendapatkan tempat di surga. Tentu dengan aturan dan ritual tertentu harus diambil serius untuk mendapatkan tempat VIP, bisa juga berkeyakinan dengan mengikuti elit istimewa atau dengan keyakinan bahwa dia berhak masuk di grup elit sejarah dunia.

Kritikan dengan argumen-argumen yang berdasar bagi anggota grup ini tidak mapan. Karena identifikasi dengan grup bergandengan dengan pengorbanan pemikiran kritisnya dan ini diperkuat dengan perasaan potensial dari semacam grup disonansi atau mendapat feedback yang positif. Contoh yang sederhana, orang itu hebat rajin sembahyang, dia orang baik atau dia taat beragama, mana mungkin dia bohong dan lain-lain.

Jadi untuk menjawab pertanyaan, kenapa kamu tidak percaya Tuhan? Itu sangat sulit. Banyak orang yang tidak beragama menghindar dengan menjawab: saya tidak (senang) bicara mengenai agama atau ada juga yang menjawab beragama. Bagi saya sampai sekarang tetap memberikan jawaban yang logis. Karena dengan tidak kejujuran atau mendiamkan itu meremehkan dan tidak sopan kata lain tidak menghargai pada sesamanya. Tentu dengan jawaban saya ini, sering di’unfriend ada juga yang marah, benci atau mengkhotbah.

Ironis kan, saya, yang tidak percaya Tuhan karena tidak ada bukti-bukti berdasarkan sains dengan keberadaanNya dan sampai sekarang apa yang saya baca atau dengar semua definisi berdasarkan kemungkinan-kemungkinan yang tidak logis, saya dilihat sebagai meremehkan atau orang yang tidak sopan bahkan tidak mempunyai moral.

Seperti kata Pascal: Manusia bukan Malaikat atau Iblis tetapi bilamana dia berkeinginan menjadi malaikat dia akan berubah menjadi Iblis.

Ini yang saya sering ketemukan di Facebook, tentu juga di dunia nyata: Iblis. Bedanya di dunia nyata saya pernah dikepung dengan senjata tajam dan lain-lain dan dituduh komunis karena tidak ber Tuhan, bahwa saya tidak suka masyarakat di mana semua disamaratakan, itu bagi mereka tidak relevan.

Inilah drama kemanusiaan yang diciptakan oleh manusia sendiri.

 

Itsmi / James

 

 

11 Comments to "Kenapa Kamu Tidak Percaya Tuhan?"

  1. Ami  18 September, 2016 at 19:53

    Sebenarnya berharap isi artikel adalah penjelasan dan rasional versi penulis tentang alasan menjadi seorang atheis.
    Ternyata bukan..

    Mungkin di artikel berikutnya?

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.