Anakku Berpendapat Malam Ini

Ida Cholisa

 

Tidak seperti biasanya, malam ini anak lelakiku bersikap lunak kepadaku. Mulanya ia duduk di sebelahku, kemudahan tiduran dan menaruh kedua kakinya di pangkuanku.

“Pijitin kakiku, Bu….” ia merajuk sambil tertawa.

“Nggak kebalik?” tanyaku.

Ia memandangku, mengucapkan sesuatu tentang diriku.

“Ibu… aku melihat Ibu kayaknya gini-gini aja. Di rumah gak ada siapa-siapa….”

“Tapi Ibu bahagia,” kataku.

Ia diam dan melanjutkan ucapannya.

“Ibu sekarang cari obat yang bisa menyenangkan hati Ibu. Psikis Ibu.”

Degggg!!!

What? Anakku… anak lelakiku… anak kemarin sore.. sudah bisa mengguruiku?

Entah mengapa, seperti gayung bersambut, aku merespon ucapan anakku.

“Kamu tahu obat Ibu, Nak? Kamu tahu apa yang membuat Ibu bahagia akhir-akhir ini?”

Anakku terdiam sejenak, kemudian berbicara dengan cepat.

“Dokter Ade.”

Lagi-lagi aku terkesiap.

“Ibu, aku tuh bisa membaca pikiran orang. Kadang aku pingin jadi mentalis. Aku tahu Ibu lagi mikir apa.”

share thoughts

Sungguh, aku tak pernah mengungkapkan isi hatiku tentang dokter itu pada anakku. Tapi mengapa tiba-tiba ia berkata demikian? Bahkan untuk menjaga privasiku aku pun tak berteman dengannya di fesbuk. Aku memblokirnya agar ia tak bisa membaca status atau tulisanku. Akan tetapi aku membuat dua akun fesbuk di mana akun yang satu akan aman untukku dan anak-anakku.

Aku bingung mengapa anak lelakiku seolah memiliki kelebihan yang jarang dimiliki kebanyakan orang…

Mendadak timbul keinginan untuk menguji kemampuan menebak anakku.

“Coba Ibu pingin tahu kira-kira usia drg. Ade berapa?”

Anakku berpikir sebentar.

“Empat puluh tahun lebih.”

What? Tepat sekali… aku berdecak kagum.

“Ibu bukan penebak yang jitu. Waktu itu Ibu pikir umurnya tiga puluh tahun lebih dikit, kan? Kepala tiga gitu….”

Aku melongo mendengar ocehan anak lelakiku.

“Bu, dokter Ade memang wajahnya masih kelihatan muda. Tapi jiwanya tua, Bu.”

“What? Maksudmu?”

“Maksudku pikiran-pikirannya kayak orang tua.”

Aku mengelus jidat menafsirkan maksud kalimat anakku. Dokter Ade kebapakan gitu maksudnya? Dewasa dan penuh pengertian gitu? Jika demikian maksudnya aku setuju saja. Memang dokter tampan yang satu itu mampu menjadi pendengar dan penasehat yang baik selama ini.

“Trus, gimana dengan sifatnya?”

“Dia orang baik dan halus. Kalo lihat wajahnya rasanya adem.”

Gubrakkkkk!!! Seratus…. seratus untuk anakku…

***

Anakku benar. Tidak seharusnya aku melulu bergantung pada obat yang kutelan demi kesehatanku. Jiwaku, psikisku, memerlukan kesenangan untuk mempercepat kesembuhanku.

Dokter Ade, dokter gigiku, benar mengubah warna hidupku. Sejak bertemu dan mengenalnya, semangat hidupku kembali menyala. Bahkan semangat menulisku pun kembali bangkit.

Aku berharap drg. Ade menjadi salah satu sahabat terbaikku, saat ini dan saat nanti. Meski adanya jauh di langit tinggi, kuingin cahayanya tetap menerangi hati.

***

Bahagia itu sederhana, kukatakan itu pada anakku. Kusyukuri selalu apa pun yang datang dan pergi dalam kehidupanku. Dalam ramai, dalam sunyi, bahagia selalu bersemayam di dalam hati.

Jika aku bisa bersyukur dalam sehat, mengapa aku tak bisa bersabar dalam sakit?

Jika aku bisa gembira dikelilingi orang-orang tercinta, mengapa aku tak bisa bahagia dalam sepi dan sunyi?

***

Apa pun kata anakku tentang diriku dan kesunyianku, kuhargai itu sebagai masukan yang memperkaya jiwaku. Aku bersyukur anakku telah tumbuh besar dan mampu menyampaikan pendapat dan pikirannya padaku. Entah mengapa, aku merasa bangga telah menjadi seorang ibu….***

 

(Cileungsi, September Ceria, 2016)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

5 Comments to "Anakku Berpendapat Malam Ini"

  1. Wiwit  24 September, 2016 at 16:40

    Wah…seperti jagoanku, perhatian dan mau mijitin ibu’e

  2. HennieTriana Oberst  7 September, 2016 at 08:43

    Anak yang sangat perhatian pada orang tuanya.

  3. Dj. 813  6 September, 2016 at 16:16

    Pijetan hanya kalau mudik saja .
    Kalau di Mainz, pijetan dengan korsi pijat sudah cukup .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !
    Yu Lani . . .
    Itu James mau mijetin yu Lani . . .
    Entah apa yang akan dipijat . . .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !
    Salam,

  4. Lani  6 September, 2016 at 12:33

    James: yg bener aja mosok kamu ingin dipijitin sama sesama kenthir? Nanti dilabrak sama sisianmu kkkkkk……….kamu ini lo ada2 aja

  5. James  6 September, 2016 at 09:32

    1…..sambil menunggu siapa Kenthirs saja yang mau pijitin sy

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *