Renungan 31 Agustus

Mbilung Sarawita

 

Apa peristiwa paling berkesan di satu bulan terakhir?

Menang lomba makan kerupuk? Dapat hadiah anduk?

Para pejuang kita, dulu, boro-boro lomba, kerupukpun jarang ketemu. Terpaksa makan bonggol pisang, sering. Ngelap keringat, pakai lengan baju, itupun jarang ganti …

Ikut jalan sehat rute singkat? Snack melimpah? Start-Finish dihibur penyanyi orjen-tunggal? Dapat doorprize kipas-angin?

Pasukan Soedirman jalan gerilya, rute sangat jauh. Kaki lecet badan pegel linu otot keseleo, itu pasti. Makan seketemunya, lapar sering. “Hiburan”nya: deru pesawat cocor merah, ledakan mortir Belanda. “Doorprize”: pecahan peluru dan granat…

renungan

Masang umbul-umbul dan bendera di lingkungan RT/RW? Sambil hahahihi? Maku bambu sepukul dua pukul sudah merasa berjasa?
Arek-arek Surabaya 1945 mati-gugur belasan ribu, kena serangan Inggris-Belanda, digempur dari darat laut udara, demi tegak berkibarnya Merah-Putih …

Sibuk jadi panitia pentas seni? Panitia upacara? Panitia karnaval?
Bandingkan dengan kesibukan dan risiko para pendahulu kita, yang menjadi Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) itu …

Laris manggung, nyanyi nari ngeband ngesound ditanggap sana-sini? Dapat amplop banyak?
Berapa amplop yang kausumbangkan-balik untuk 17an di lingkunganmu?

Hadir upacara tengah malam di TMP? Itu baik … tapi tunggu dulu, apa motivasimu? Tulus ikhlas mengenang jasa dan menghormat para pahlawan? Ataukah sekadar memenuhi kewajiban-hadir karena Undangan dari Sekretariat Daerah? Sungguh berniat memuliakan arwah para pejuang 45 dengan doa-doa? Ataukah sekadar untuk memasukkan sobekan kertas Undangan ke dalam “kotak bukti kehadiran”?

Nggak usah dijawab di sini … Cukup di dalam hatimu saja …

Besok, mulai 1 September: Jika masih engkau biarkan anakmu memasang bendera Amerika di kamarnya … Jika engkau biarkan (atau malah kau kompori) keponakanmu menjadi “tentara” ISIS … Jika engkau biarkan (atau malah kau dukung) cucumu tidak sudi menghormat Sang Saka Merah Putih … Jika engkau biarkan (atau malah kau provokasi) muridmu berkegiatan menggusur Pancasila Dasar Negara … Maka aku bertanya: Masih pantaskah engkau memiliki KTP Indonesia?

Salam Perjuangan Bangsa Indonesia:
MERDEKAAAAA … !!!: )

mBilung Sarawita, 31 Agustus 2016, 10:09 WIB

 

Sampai tahun 1980an, masyarakat kita belum keracunan doorprize … Agustusan, banyak kelompok pemuda secara mandiri mengadakan kegiatan lintas alam / hiking / cross country / napak tilas rute gerilya Pasukan Soedirman … urunan, atau bawa bekal sendiri-sendiri, tidak ada doorprize … Memang ada hiking / lintas alam yang dilombakan, tetapi sebagaimana layaknya lomba, hadiahnya paling-paling ya cuma 6 poin (juara 1, 2, 3, juara harapan 1, 2, 3), BUKAN doorprize yang jumlahnya buanyak … Untuk menjadi juara harus ada perjuangan serius, BUKAN asal sabar menunggu undian doorprize sambil menonton penyanyi orjen-tunggal bergoyang … Mulai tahun 2000an, racun doorprize mewabah, membuat masyarakat menjadi “sakit”: Banyak yang malas ikut jalan sehat kalau tidak kebagian kupon doorprize … Sudah banyak kasus, antar tetangga atau antara warga dengan Ketua RT/RW terjadi salah paham, hanya gara-gara soal “distribusi kupon doorprize” … Saya kok lebih setuju kalau jalan sehat Agustusan TANPA doorprize … Mari kita sembuhkan masyarakat dari penyakit “keracunan doorprize” … ;) … Merdekaaa … !!!: )

=== 1 September, masih layak untuk evaluasi kegiatan Agustusan === ;)

mBilung Sarawita, 1 September 2016, 14:18 WIB

 

 

6 Comments to "Renungan 31 Agustus"

  1. J C  13 September, 2016 at 17:11

    Hormaaatttt grrraaakkk…

  2. Handoko Widagdo  7 September, 2016 at 15:37

    Renungan yang membuat saya merenung Mas Mbilung Sarawita.

  3. Dj. 813  6 September, 2016 at 16:13

    Terimakasih Mbilung Sarawita . . .

    Dj jadi ikut merenungkan alm Kaka yang selalu ada bersama Jendral Soederman .
    Karena kaka lah yang selalu pegang payungnya , kakalah yang memyungi Jendral Soederman .
    Samap pensiun dan meninggal 2 tahun yang lalu di Abe pura Irian Jaya , pangkatnya hanya kapten saja .

    Salam Sejahtera dari Mainz .

  4. Sumonggo  6 September, 2016 at 14:59

    Koruptor juga dapat doorprize, OTT KPK, ha ha ……

  5. Lani  6 September, 2016 at 12:34

    James: negeri ini belum merdeka akan ttp klu kenthirs sdh merdekaaaaaaaa…………

  6. James  6 September, 2016 at 09:27

    1…..rakyat Indonesia masih belum Merdeka dibawah Penjajahan Koruptor yang merajalela

    menunggu Para Kenthirs Merdeka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.