Orang Mengira Hidupku Kosong

Dian Nugraheni

 

Ketika orang bertanya padaku demikian, aku kaget dan balik bertanya, “kosong karena apa…? Karena hidupku keliatan nggak lengkap, ya.., miskin, kayak nggak bisa “bergerak” dan seterusnya, ya..? ha..ha..”

Ha..ha..he..he..hixixixixi..adalah gaya si Mak asli, baik dunia FB maupun dunia injek-injek bumi, kalau lagi ngobrol, ketawa, ya gitu kedengerannya.

Pernah merasa hidupmu kosong, tidak berarti, tidak diinginkan, tidak diperhatikan, kemudian nelangsa, stress, undur diri dari keramaian..?

Pernah. Itu dulu…dulu sekali…Ketika apa-apa yang nggak sesuai keinginan hati, berbuah kutukan dan menyalahkan pihak lain. Nggak cuma orang yang disalahin ya, kadang batu kerikil aja ditendang dan dimarahin sebagai biang kesalahan (sehingga kamu terpeleset dan terjatuh…hixixixi..).

Intinya, semua di luar kita nggak bener, kalau nggak sesuai keinginan kita, nggak bikin kita happy, ga bikin kita beruntung, dan seterusnya…

Jadi si Mak, sekarang, gimana Mak..?

Nothing..!

Ya, setelah aku “berkunjung” kepada sejatinya diriku sendiri, kemudian aku mampu “menemukan” bahwa hal “yang paling diinginkan” oleh diriku sendiri adalah membuatnya “bahagia”. Yaitu dengan jalan menghargai dan memuliakan diriku sendirI. Ya, karena dihargai, dan dimuliakan itu sebenernya merupakan “BASIC NEEDs” bagi setiap jiwa manusia.

Kalau udah gitu, kayaknya melakukan apa pun aku jadi happy dan merasa fulfilled, satisfied, contented…

Apalagi di depan mata ada anak-anak yang masih aku urusin full time, juga banyak hal menyenangkan yang bisa dilakukan, memasak, memotret, duduk di halte bus sambil liat iklan-iklan di badan bus, merasai kegerahan yang memingsankan di musim panas, dan seterusnya. Semua membuatku banyak “bergerak” dan penuh. Jadi hidup kosong manakah yang kau maksudkan, Kawan..?

Lha Nothing itu tadi gimana, Mak..?

Nothing itu aku sudah ga peduli, orang bilang aku ga lengkap kek, miskin kek, ga bisa bergerak kemana-mana kek, gitu-gitu aja kek…emang gue pikirin..? Orang cuma liat, gue yang jalanin..Gitu aja. Pas kan..?

Jadi, “kosong” itu ada ketika kita “masih mencari”…nek wes “ketemu”, ya sudah nggak bakal ada kosong lagi. Semuanya sudah “gathuk”, serba pas…

Yuuk ahh, temui dirimu sendiri, berbicara dengan dirimu sendiri, kenali apa yang kau inginkan, lalu reward yourself (berkali-kali kukatakan ini..!), bikin happy dirimu sendiri, NGGAK USAH TUNGGU PIHAK LAIN melakukannya untukmu, maka dunia juga akan happy sepertimu…!

_Koprol duyuuu, yuk Maaak…!_
(Koprol adalah salah satu hal yang kubutuhkan untuk menjadi happy…smiiileee…)

 

 

12 Comments to "Orang Mengira Hidupku Kosong"

  1. J C  28 September, 2016 at 20:23

    Memang banyak sekali manusia-manusia usil yang merasa “lebih tau” tentang diri kita…

  2. Handoko Widagdo  14 September, 2016 at 12:42

    Wah kisah Dewa Ruci kalah bagus nih.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.