Jalan-jalan ke Teluk Hambolt Kota Jayapura

Cak Warno HW

 

Anda berkali-kali berlibur ke luar negeri dan apakah juga pernah menginjakkan kaki  ke Tanah Papua?

Sebuah pulau nan eksotik, kaya sumber daya alam, banyak kawasan belum terjamah manusia, penduduk aslinya Ras Melanesia dengan cirinya berkulit hitam dan berambut keriting.

Provinsi Papua adalah provinsi di ujung timur Indonesia dengan luas mencapai 316.553,07 km2, sebagai provinsi terluas di Indonesia. Secara geografis Provinsi Papua terletak antara 2025’ – 900’ Lintang Selatan dan 13000’ – 14100’ Bujur Timur. Berbatasan dengan Samudera Pasifik di bagian utara dan Laut Arafuru di bagian selatan, sedangkan sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Papua Barat serta sebelah timur berbatasan  dengan  Negara Papua New Guinea.

Ini informasi pengantar saja, data semacam itu mudah didapat melalui web atau laporan-laporan resmi pemerintah. Saya tidak akan mengulas statistik dan kajian ilmiah tentang Papua, namun Saya ingin mengajak  jalan-jalan ke pojok  Kota Jayapura, Ibukota Provinsi yang pasti mudah dijangkau, namun jangan tanya betapa indahnya kota ini dengan teluknya bernama  Teluk Hambolt. Lokasi Teluk Hambolt di dalam foto peta di bawah yang ditunjuk oleh tanda panah warna kuning.

papua

Sebelum saya ekplorasi keindahan Teluk Hambolt sebaiknya saya pandu Anda cara menuju Papua menggunakan sarana transportasi penerbangan. Beberapa maskapai penerbangan yang melayani Jawa – Papua melalui bermacam-macam rute, antara lain:  Rute langsung  (direct) Jakarta/Soekarno Hatta  – Jayapura/Sentani PP waktu terbang efektif 5,5 jam  dan Surabaya/Juanda – Jayapura/Sentani  PP waktu terbang efektif 4 jam.

teluk-hamboltz-1

Ada pilihan lain yang tidak langsung yaitu melalui beberapa transit, seperta; Jakarta dan Surabaya – Makasar – Biak – Jayapura. Jakarta dan Surabaya – Makasar – Sorong – Manokwari – Jayapura dan Surabaya – Denpasar – Mimika – Jayapura.  Secara umum berangkat dari Surabaya/Jakarta pada sore atau paling lambat pada jam 23.30, akan tiba di Sentani pada jam 07.00-08.00 pada hari berikutnya. Di atas foto saya waktu transpit di Biak. Selain menggunakan jalur penerbangan kita juga bisa menggunakan kapal laut, tetapi perlu saya ingatkan perjalanan Surabaya – Jayapura dengan Kapal Pelni membutuhkan waktu 8-10 hari dan tentu tidak recomended bagi Anda yang sangat dibatasi oleh waktu.

teluk-hamboltz-2 teluk-hamboltz-3

Selama penerbangan di atas langit Papua, kita akan disuguhi  pamandangan malam dan pagi yang menakjubkan. Di atas adalah foto perbukitan dilihat dari langit Papua dan aliran sungai di Timika, dimana Freeport berada. Dari ufuk timur negeri ini mentari mulai memancarkan cahaya pagi berwarna keemasan dapat kita nikmati dari cendela pesawat yang meliuk-liuk di angkasa. Jika kita duduk di dekat cendela dan melemparkan pandangan ke arah bawah, kita akan melihat hamparan Tanah Papua yang menyimpan sejuta misteri, lekukan sungainya,  serpihan pulau-pulau kecilnya dengan pantainya yang sungguh menyimpan tanya, dan kadang saya terkesima dan nyaris tak percaya bahwa itu bagian dari tanah air tercinta Indonesia.

Ketika pesawat terbang semakin rendah, keindahan Danau sentani telah menyambut sebelum kita menginjakkan kaki di bumi Sentani. Danau Sentani merupakan pusat peradapan turun-temurun dari masyarakat Papua Komunitas Sentani yang masuk dalam wilayah administratif  Kabupaten Jayapura. Masayarakat Sentani terkenal dengan agenda budaya yang mendunia, yaitu Festifal Danau Sentani yang selalu diselenggarakan pada bulan Mei setiap tahunnya.

 

Selamat Datang di Kota Jayapura

Setelah berputar beberapakali mengelilingi Pegunungan Cycof, kita akan landing di Bandara Sentani, di Kota Sentani Ibu Kota Kabupaten Jayapura.  Sama dengan banyak provinsi di Republik ini yang memiliki kabupaten dan kota dengan nama yang sama, di Papua ada Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura. Perjalan dari Bandara Sentani menuju Kota Jayapura Ibu Kota Propinsi Papua, bisa menggunakan taksi dengan  waktu tempuh lebih kurang 1,5 jam atau bisa juga menggunakan Bis Damri dengan ongkos lebih murah dan selisih waktu perjalanan antara menggunakan taksi dengan menggunakan bis tidak jauh berbeda.

teluk-hamboltz-4 teluk-hamboltz-5

Jayapura sebagai ibu kota Provinsi memiliki karakter tata kota tidak jauh berbeda dengan kota-kota lain di Indonesia, tetapi kalau dilihat dari karakteristik alam topographinya memiliki karakteristik khusus, yaitu berbentuk perbukitan dengan dominasi batu kapur ciri khas pegunungan kasrt. Kota Jayapura menghadap langsung Samodera Pasifik yang kaya akan sumber daya ikan tuna dan karena dekat dengan garis katulistiwa, Kota Jayapura dikaruniai hujan sepanjang tahun. Sepanjang jalan dari Bandara Sentani sampai Kota Jayapura kita dapat menikmati pemandangan alam yang menawan seperti nampak dalm tiga foto adalah pelabuhan Jayapura dilihat dari atas bukit.

Sebagai pecinta lingkungan saya pribadi sangat terganggu dengan pembangunan jalan kembar Bandara – Kotaraja yang memaksa membelah bukit-bukit pegunungan karst dan dibiarkan terkelupas merangas menjadi  kurang sedap dipandang mata. Jadi lupakan saja.

 

Mari kita menuju ke Teluk Hambolt

Perjalanan dimulai dengan memasuki Kota Jayapura melalui jalur Argapura- Pelabuhan dan masuk kota, atau melalui jalur Polimark – langsung Kota kita akan disambut dengan hamparan landscape sangat menawan.
Hamparan lembah yang memanjang ke ujung depan lurus tampak perbukitan kokoh, sementara dibagian lembah terdapat berbagai bangunan perkantoran, permukiman, hotel-hotel, pertokoan dan  kita sedikit menengok ke kiri kita dapat menikmati deretan perbukitan hijau seolah bergelayut dengan langit di atas kota. Sementara itu jika kita menoleh ke serong kanan, maka dapat kita lihat sedertan pecahan pulau dan di sanalah  Kawasan Teluk Hambolt berada.

 

Cara Menikmati Teluk Hambolt

Jika kita memasuki Kota Jayapura, kita akan melalui ujung bagian tenggara Teluk Hambolt, yaitu persis di kawasan Dermaga Jayapura. Dermaga antar pulau ini layaknya dermaga lain di republik ini yang selau ramai setiap ada kapal merapat  ataupun menjelang kapal berlayar. Ini Pelabuhan tertimur di negeri ini jadi tidaklah heran kalau kapal-kapal yang berlabuh di sini termasuk kapal-kapal yang paling besar milik PT Pelni. Jayapura menuju ke Surabaya dan sebaliknya adalah rute yang paling ramai penumpang dan selalu saja membuat macet jalan di depan pelabuhan jika kapal sedang berlabuh. Dari pelabuhan ini kita sudah bisa menikmati pemandangan yang aduhai indahnya. Ada sebuah taman kecil bernama Taman Mesran, begitu namanya karena taman itu dikelola oleh PT. Mesran-Pertamina, kita bisa duduk sebentar di sana sambil memainkan kamera mengambil obyek bagian sisi tenggara Teluk Hambolt.

teluk-hamboltz-6 teluk-hamboltz-7 teluk-hamboltz-8

Pemandangan yang memanjakan mata; tampak megah gedung DPR Provinsi Papua dengan arsitektur yang khas, Swissbel hotel, kantor perbankan, ruko-roko, restoran-restoran sangat layak diabadikan sebagai kenang-kenangan dan oleh-oleh perjalanan.

Jika kita penikmat jalan kaki kita bisa terus menelusuri teluk dengan berjalan kaki di trotoar jalan kota menuju arah terminal, melaui Taman IMBI, sambil menikmati pemandangan pasar tradisional dengan sebutan Pasar Mama-Mama di depan Hotel Aston. Jika kita terus berjalan menuju arah Mall Jayapura, persis di depan Mall terdapat satu jalan lurus menuju Ruko yang sesungguhnya ini mengarahkan kita ke sebuah pantai depan Kantor Kubernur yang sangat terkenal untuk mandi air laut. Tetapi jika lebih senang naik taksi (sebutan angkot orang lokal) dari Taman Mesran menuju kota naik angkot warna hijau dengan ongkos empat ribu rupiah turun di depan mall dan di kota ganti taksi putih menuju ruko dengan ongkos tiga ribu rupiah saja.

Kita masuk di kawasan Ruko ada sebuah gedung megah bernama Swissbelt seperti yang ada dalam foto, sebuah hotel yang dibangun persis di bibir pantai. Katakanlah ini hotel yang paling bagus viewnya dan termasuk hotel paling disukai  oleh wisatawan yang datang ke kota Jayapura. Di sekitar hotel ini kita dapat memanjakan lidah dengan  segala jenis kuliner mulai dari masakan Jawa, Madura, Bugis, Makasar Padang dan lain sebaginya. Bagi penggemar ikan bakar di sini banyak tersedia dan kita dapat membakar bersama teman-teman seperti yang kami lakukan, tampak dalam gambar.

teluk-hamboltz-9 teluk-hamboltz-10 teluk-hamboltz-11 teluk-hamboltz-12 teluk-hamboltz-13

Setelah perut terisi penuh, petang mulai menjelang, kita bisa melanjutkan menikmati sore di depan Kantor Gubernur Papua sambil duduk-duduk santai. Kita bisa melihat pulau-pulau kecil nun jauh di sana, hilir mudik perahu kecil atau kapal besar, anak-anak dan orang tua yang hobby mandi di laut, alat pantau cuaca yang selalu update tentang cuaca.  Sampai di sini dulu sobat, sampai jumpa pada destinasi berikutnya yang juga sangat mengagumkan.

 

 

About Warno HW

Warga kelahiran Pedukuhan Wilayu yang aktif mengamati dinamika perubahan sosial budaya dan lingkungan Telaga Jonge.

Arsip Artikel

11 Comments to "Jalan-jalan ke Teluk Hambolt Kota Jayapura"

  1. J C  28 September, 2016 at 20:26

    Haduh Cak Warno, kapan saya bisa ke sana ya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.