Emmanuel Sanchez Sanchez

Dian Nugraheni

 

Mengisi formulir apa pun yang menyangkut pribadi, pastinya didahului dengan mengisi kolom nama. Kalau di amrik, kolom nama ini lazimnya terdiri dari 3 kolom, yaitu first name (nama depan), middle name (nama tengah), dan last name (nama belakang).

Ada orang-orang yang mempunyai nama lengkap 3 patah kata yang memenuhi standard first name, middle name, kemudian last name. Ada juga yang cuma dua patah kata, yaitu first name dan last name. Last namenya, biasanya adalah nama fam, mungkin last name dari Bapaknya atau last name dari Ibunya. Soal ini, boleh kapan-kapan kita teliti lagi, kapan dikasih nama last name Ibunya, kapan dikasih nama last name Bapaknya.

Anak-anak yang lahir di Indonesia, kemudian bersekolah di Amrik, di beberapa negara bagian, kabarnya diminta memakai nama Bapaknya sebagai nama belakang atau last name. Misalnya namanya Sri Sinta, dan Bapaknya Prawiro, maka namanya akan menjadi Sri Sinta Prawiro. Beberapa teman sampai merubah akta Indonesianya, dengan menambah nama belakang tersebut.

Syukurlah di Virginia, tempat anak-anakku sekolah, tidak mengharuskan ada nama fam sebagai last name. Jadi anak-anakku tetap memakai nama asli mereka. Paling secara resmi, mereka akan dipanggil Miss Imani, dan Miss Pekerti, sebagai last name anak-anakku.

Seorang teman, punya anak perempuan yang punya boyfriend, tidak menikah, kemudian mereka mempunyai anak. Pas mau kasih nama belakang, kedua pasangan ini agak berebut, dan berakhir dengan kemenangan di pihak boyfriend, dengan mencantumkan nama famnya sebagai last name si bayi.

Lain lagi temanku yang orang Spanish, dia punya 2 nama belakang. Katakanlah namanya adalah Bianca Cruz Hernandez, maka ini berarti, namanya dia sendiri adalah cuma Bianca, sedangkan Cruz adalah last name Bapaknya, dan Hernandez adalah last name Ibunya. Sekaligus ini menandakan bahwa Bapak dan Ibunya Bianca, menikah secara resmi.

Kalau satu pasangan ga menikah resmi, tapi punya anak, maka anaknya akan memakai last name Ibunya. Misalnya Franco Guterez pacaran sama Edith Suarez, mereka ga nikah, tapi punya anak, maka anaknya nanti akan bernama, misalnya Renee Suarez (namanya Renee dan dikasih last name dari Ibunya, Suarez).

Kalau, seorang anak Spanish punya nama, misalnya Emmanuel Sanchez Sanchez, maka, kata temanku yang orang Spanish, kemungkinan besar, Bapak dan Ibunya si Emmanuel yang menikah secara resmi ini, mereka adalah saudara dekat, macam, sepupuan, gitu deh…

Kalau menurut si Mak, giamana Mak, soal nama ini..?

Si Mak sih menganut gaya bebas. Artinya, si Mak membebaskan anak-anak, apakah dia mau pakai last name Bapaknya atau tidak. Bahkan bila mereka tidak menyukai nama-nama mereka yang notabene adalah pemberian kami sebagai orang tuanya, dan pengen diubah, ya ubah aja. Anggap saja nama pemberian orang tua adalah nama sementara, sebelum mereka bisa memilih sendiri nama yang paling tepat dan paling mereka sukai. Bukankah nama akan melekat selama orang hidup, bahkan ketika mati pun masih ditulis di batu nisan, jadi kalau ga suka, ga cocok, knapa mesti dipaksakan…?

last-names

Nama si Mak pernah ubah..? Pernah…Dulu, sampai TK, nama depan si Mak adalah Desy (karena lahir bulan Desember), lalu karena satu dan lain hal, si Mak minta ganti..hehe…

Sampai suatu saat juga jatuh cinta sama nama Eugene, Yujin, maka sekarang pengennya ganti nama menjadi Eugene alias Yujin, alias Conan..

Hwakakakakak…Cekakakakkakak..gak sampailah diubah nama di akta kelahiran si Mak. paling ntar muncul jadi nama tokoh-tokoh dalam cerpen khayalan si Mak.

Be happy laah…Okay…?

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

9 Comments to "Emmanuel Sanchez Sanchez"

  1. J C  28 September, 2016 at 20:40

    Untuk lebih nginternasional, nama belakangku aku jadikan “nama keluarga” yang diisandang semua anak-anakku…

  2. Dj. 813  26 September, 2016 at 02:45

    Mbak Dian . . .
    Orang Indonesia jarang yang punya nama keluarga ( Marga ) , seperti orang Manado atau orang Batak atau orang Indonesia timur .
    Tapi kebanyakan orang Jawa hanya pakai nama Ayah sebagai nama keluarga .
    Tapi istri seseorang, pakai nama suami ( seperti Wiwit Bagus )
    Wiwit nama sendiri dan Bagus nama suami, walau bisa jadi nama suami Bagus Nugroho .( Nugroho nama ayahnya ).
    Namun istri pakai nama suami, yang sering diartikan bahwa Wiwit istri dari Nugroho ( Wiwit Nugroho )
    Puji TUHAN . . . ! ! !
    Susi tidak pakai nama Djoko ( Susanne Djoko ) tapi Susanne Paisan .
    Dan nama Paisan akan dipakai untuk anak-cucu kami .
    Jadi di Jerman, sekarang ada nama keluarga PA I SAN ( 8 1 3 )
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Terimakasih dan salam,

  3. Dian Nugraheni  25 September, 2016 at 23:58

    Swan Liong Be, cik Lany, pak Handoko, James, djasMerahputih..thaanks all atensinya…mari berasyik2 saja dengan nama-nama..he2..heeh pak Hand, namaku di sini sekarang Dayen…kekkekek…

  4. James  23 September, 2016 at 16:11

    mbak Lani, si James kagak punya midden name jadi hanya first name James last name Bond ???

  5. Handoko Widagdo  23 September, 2016 at 14:05

    Bukannya sekarang namanya Dayen?

  6. Lani  23 September, 2016 at 02:49

    James: Klu kamu bagaimana? Apakah nama tengahmu niru kang Djas pakai kenthir hahaha……….

  7. Lani  23 September, 2016 at 02:48

    Dian: ditiap artikelmu sll bikin aku mesam-mesem, senyum2 sendiri atau bahkan ngakak krn ada saja yg bikin aku begitu.

    Nah soal nama sebelum bikin paspor dan ke America aku sdh persiapkan nama belakang bapakku krn spt org Indonesia pd umumnya hanya punya satu nama, jd skrng ada dua namaku dan nama family dr bapak ku, tdk ada middle name.

    Itu nama sah yg ada dikertas tp aku punya bbrp nama lainnya spt nama panggilan, bahkan nama yg org lain tdk pernah tau hanya dilingkungan keluarga saja bahkan aku tdk yakin wlupun ngaku keluarga tp tau namaku itu hahaha

  8. djasMerahputih  22 September, 2016 at 16:50

    Emmanuel Kenthir Mukidi

  9. Swan Liong Be  22 September, 2016 at 16:15

    Aku sih tidak begitu memperhatikan aturan nama, yang aku tau yakni anak dari pasangan yang tidak menikah , mendapat nama ibunya , sang ayah hanya ber”hak” dalam arti wajib membiayai kehidupan “ciptaannya”.
    Dijerman banyak orang indonesia yang hanya pakai satu nama saja memakai nama ini juga untuk last name atau nama keluarga, karena dijerman orang wajib pake nama panggilan dan nama keluarga; jadi kalo orang namanya hanya Mukidi dijerman tercatat resmi sbg. Mukidi Mukidi
    (nama ini aku pake karena ternyata nama termodern diIndonesia saat ini,hahaha!)

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *