Menyongsong Musim Gugur 2016

Nunuk Pulandari

 

Hallo halooo… Teman temin di BALTYRA. Melihat judul dan Foto yang ada mungkin anda akan membatin…“Musim gugur lagiiii. Musim gugur lagi”.  Memang. Tetapi “permainan” pergantian musim sampai saat ini masih tetap merupakan suatu fenomeen alam yang sangat menarik. Tidak saja untuk saya tetapi saya kira hampir untuk semua orang yang pernah menikmati dan mengalaminya.

Foto 1. Perubahan warna mulai tampak…

Foto 1. Perubahan warna mulai tampak…

Saya sangat mensyukurinya karena masih tetap diberikan kesempatan untuk dapat turut menikmatinya. Seperti kemarin ketika saya pulang berjalan kaki, terlihat dedaunan sudah mulai mengering dan berwarna  kekuningan.  Di kejauhan nampak matahari bersinar dengaan cerahnya. Tidak lama kemudian tampak awan kehitaman bergerak menyongsong datangnya si pejalan kaki. Tetesan air hujan dalam waktu yang singkat mulai membasahi rambut dan pakaian. Dan begitu kaki-kaki menapaki lantai rumah tampak  sinar matahari  mulai menerobos kaca pintu dapur dan mulai memanasi lantai dapur.  Achhh…Musim gugur sudah di ambang pintu..

Sambil membawa segelas air putih, bukan dari ledeng karena saya tidak tahan bau dan rasa kaporitnya, saya mulai duduk dan melihati bunga-bunga mawar yang ada.  Saya membatin:”Alangkah cepatnya waktu berlalu”. Teringat bahwa sudah hampir lewat satu tahun Foto -Foto musim gugur tahun lalu tersimpan dalam arsip saya. Sebagian hasil jepretan seorang dokter gigi .. Hartelijk dank jeng Rima.

Foto 2. Pucuk-pucuk dedaunan yang mulai menguning

Foto 2. Pucuk-pucuk dedaunan yang mulai menguning

Daun sudah mulai berguguran dan beterbangan lagi, ditiup badai. Gundukan sampah daun mulai nampak teronggok di pojok. Kian hari permainan warna  semakin memikat para pemirsanya. Terus terang fenomena alam di sekitar kehidupan kami di Belanda tidak pernah  sedikitpun menimbulkan rasa bosan untuk melihatinya. Dan teman –temin, juga untuk mengobati rasa kangen pada anda semua di Baltyra, saya mencoba untuk menuliskan sedikit cerita tentang musim gugur yang baru lalu.

Daaannnn sekaligus menyongsong musim gugur yang mendatang. Selamat menikmati.

Foto 3. Banyak penduduk menikmati hari di musim gugur dengan berjalan di hutan-hutan yang ada

Foto 3. Banyak penduduk menikmati hari di musim gugur dengan berjalan di hutan-hutan yang ada

Tidak terasa musim gugur sudah di ambang pintu lagi. Salah satu musim yang untuk banyak orang sangat menarik dan begitu indah. Satu musim yang memiliki cukup banyak perubahan. Tidak hanya perubahan dalam warna di dedaunan di sekitar kita tetapi juga perubahan yang terjadi pada tumbuh-tumbuhan di ladang-ladang pertanian. Juga perubahan temperatur dan iklim yang cukup besar dalam waktu yang singkat. Dan kegiatan dan kesibukan para petani juga turut mengalami perubahan. Aktivitas mereka bertambah dengan musim panen buah-buahan yang ada di perkebunannya.

Satu lagi ciri khas musim gugur, jamur-jamur “biasanya” mulai memperlihatkan diri. Tetapi kali ini, mungkin karena cuaca yang begitu panas mereka lebih senang tinggal di dalam tanah atau di dalam batang kayu…

Foto 4. Warna yang berubah dengan serasi

Foto 4. Warna yang berubah dengan serasi

Awal musim gugur  identik sekali dengan perubahan warna dedaunan di banyak pohon dan tanaman yang tumbuh di sekitar kita. Berubahnya warna hijau yang menjadi kuning.. Dan kemudian menjadi merah… Lalu menjadi warna coklat…Merupakan suatu sensasi warna yang indah. Sebagian besar pepohonan yang ditanam dan  tumbuh di Negeri Belanda mengalami hal ini. Memang ada beberapa jenis pohon, seperti pohon cemara jenis tertentu, tanaman di kebun, tetap berwarna hijau.

Musim gugur  merupakan salah satu musim yang paling menakjubkan dan paling mempesona.

Foto 5. Indahnya permainan warna

Foto 5. Indahnya permainan warna

Pembaca Baltyra tercinta, penetapan dan penghitungan kapan dimulainya musim gugur  didasarkan pada dua hal, berdasarkan pada Ilmu Tentang Cuaca dan Ilmu Astrologi. Ilmu tentang Cuaca menetapkan Musim gugur dimulai pada tanggal 1 September. Sedang Ilmu astrologi, seperti yang dianut di Belanda memulainya pada sekitar tanggal 22 September. Seperti tahun lalu Musim Gugur dimulai pada tanggal 23 September pada jam 10.21. Sedang tahun 2014 dimulai pada tanggal 22/23 September, jam 04.29. Awal musim gugur biasanya berkisar antara tanggal 21, 22, dan 23 September.

Foto 6. Hamparan dedaunan di atas tanah…

Foto 6. Hamparan dedaunan di atas tanah…

Teman-temin kita semua tahu bahwa bumi memerlukan waktu yang cukup lama untuk mengelilingi matahari. Satu tahun. Dalam perputaran waktu yang satu tahun ini terbentuklah keempat musim seperti yang kita kenal sampai saat ini. Musim Panas. Musim Gugur, Musim Salju dan Musim Semi. Keempat musim ini terjadi karena Bumi berdiri TIDAK tegak lurus menghadap ke Matahari. Bumi berdiri agak sedikit miring menghadap ke Matahari. Seandainya bumi berdiri tegak lurus, maka kita hanya akan mengenal dua musim saja. Musim Panas dan Musim Penghujan.

Foto 7. Hijau, kuning, coklat dan ungu menyatu…

Foto 7. Hijau, kuning, coklat dan ungu menyatu…

Juga cukup penting untuk mengetahui bahwa lingkaran yang terbentuk karena perputaran bumi tidaklah bulat 100%, tetapi membentuk lingkaran ellips (sedikit lonjong ??). Dan jarak jauh atau dekatnya kedudukan bumi terhadap matahari ketika berputar, membentuk keempat musim yang ada. Untuk lebih detailnya, silahkan anda bertanya kepada ahlinya atau mencari info pada Dimas Google.

Foto 8. Keindahan alam..

Foto 8. Keindahan alam…

Di Belanda perubahan musim yang ada berdasarkan pada perhitungan secara Astronomi. Jadi meskipun saat ini sudah terjadi perubahan warna pada dedaunan dan terjadi pergantian cuaca yang cukup besar, secara resmi musim gugur baru mulai pada akhir September mendatang.

Foto 9. Sejak kecil dibiasakan untuk turut menikmati pemandangan yang indah dan mempesona

Foto 9. Sejak kecil dibiasakan untuk turut menikmati pemandangan yang indah dan mempesona

Perubahan alami tidak hanya terjadi pada dedaunan atau bunga dan tanaman lainnya saja. Kebiasaan para penghuninyapun nampak berbeda. Diakhir minggu atau pada waktu liburan yang ada mereka banyak berjalan-jalan di sekitar “hutan-hutan” (buatan,)  yang ada.

Kalau dalam Musim Gugur ini kita berkendaraan melalui daerah “Pedusunan di Belanda” seperti di Noord-Holland, di sepanjang daerah Pertanian (Perkebunan), di tepi jalan yang kita lalui dapat dilihat cukup banyak tenda-tenda yang menjual berbagai buah-buahan seperti Appel, Peren dan Pruimen.  Memang Musim Gugur terutama di wilayah Belanda bagian utara sangat identik sekali dengan  musim panen buah bagi para Petaninya. (saya kira saya pernah menuliskannya beberapa tahun yang lalu). Biasanya para petani menjual dengan harga yang murah…

Foto 10. Sang Angsapun tidak ketinggalan menikmati panasnya sang Surya

Foto 10. Sang Angsapun tidak ketinggalan menikmati panasnya sang Surya

Pada musim Gugur seperti saat ini hal yang juga menyolok adalah seringnya muncul Pelangi. Kadang kalau kita sedang menjumpai keberuntungan,  kita bisa melihat Pelangi dalam dua lapis.

Foto 11. Dua cucu teman sedang berpose di depan Pelangi dan menikmati panasnya sang Surya

Foto 11. Dua cucu teman sedang berpose di depan Pelangi dan menikmati panasnya sang Surya

Di Belanda saat ini, dalam minggu-minggu terakhir di bulan Agustus dan sampai saat ini, matahari banyak sekali menyinarkan surya dan memancarkan kehangatan ke atas bumi. Kabut, angin dingin dan badai, sampai saat ini baru satu atau dua kali terjadi.

Temperatur dan cuaca seperti yang terjadi di bulan September saat ini, merupakan satu kekecualian. Berminggu lamanya temperatur di Belanda mencapai 20 -30 derajat C. Dan kalau kita pergi mengunjungi pusat kota ketika Matahari sedang bersinar, akan terasa sekali betapa sepinya pengunjung yang ada. Lain halnya kalau kita mengunjungi pantai ketika matahari bersinar dengan cerahnya. Ketika matahari bersinar, suasana pantai akan sangat ramai sekali. Dan jangan diharapkan bahwa kita akan mudah mendapatkan tempat kosong di pantai ketika matahari sedang memancarkan sinarnya.

Foto 12. Merah merona dan butiran berwarna ungu dari biji2an di sebelahnya

Foto 12. Merah merona dan butiran berwarna ungu dari biji2an di sebelahnya

Hal yang juga sangat menyolok di Musim Gugur adalah tentang badai dan perubahan cuaca yang tak dapat diprediksi sebelumnya. Pada musim Gugur banyak orang Belanda yang tidak akan lupa membawa serta payung dan jas hujan di dalam tasnya ketika mereka keluar rumah. Perubahan cuaca yang datang tanpa terduga bisa menimpa kita di perjalanan. Beruntung tahun ini cuaca sangat memanjakan kita semua, khususnya yang tinggal di Belanda. Karena di Brussel (kota tempat anak saya tinggal) cuaca panas yang ada juga diselingi dengan hujan dan cuaca yang buruk.

Foto 13. Di keremanagan malam, nampak dedaunan yang kecoklatan

Foto 13. Di keremanagan malam, nampak dedaunan yang kecoklatan

Badai dan serangan kabut yang cukup pekat kadang membuat jarak pandang menjadi sangat terganggu. Tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas karena para pengendara tidak menduga akan timbulnya kabut tebal dalam jarak  dan tempo yang pendek.

Foto 14. Daun-daun dalam balutan kabut ….

Foto 14. Daun-daun dalam balutan kabut ….

Dedaunan yang sudah mengering dan berwarna kecoklatan sedang menunggu datangnya tiupan angin dan curahan hujan yang akan merontokkan dan menerbangkannya ke pelbagai tempat.

Foto 15. Jajaran pepohonan dengan warna daunnya yang coklat

Foto 15. Jajaran pepohonan dengan warna daunnya yang coklat

Musim gugur juga memberikan warna-warna indah di alam semesta. Suatu sore di pantai Egmond dengan warna coklat-kemerahan yang memberikan efek kehangatan bagi para pengagumnya.

Foto 16. Terbenamnya Matahari dilihat dari tepi pantai Egmond aan de Zee

Foto 16. Terbenamnya Matahari dilihat dari tepi pantai Egmond aan de Zee

Foto 17. Suasana di pagi hari di sekitar kota Schagen

Foto 17. Suasana di pagi hari di sekitar kota Schagen

Terlihat awan yang gelap seolah sedang mengejar  kecerahan di pagi hari. Semakin lama awan nampak semakin pekat Dan tidak lama kemudian turun hujan lebat.

Foto 18. Cuaca yang berubah dengan tiba-tiba

Foto 18. Cuaca yang berubah dengan tiba-tiba

Foto 19. Awan gelap mulai menutupi terangnya sang surya

Foto 19. Awan gelap mulai menutupi terangnya sang surya

Foto 20. Warna kegelapan mulai menyelimuti alam di sekitarnya

Foto 20. Warna kegelapan mulai menyelimuti alam di sekitarnya

Foto 21. Tetesan hujan sudah mulai membasahi bumi di sekitarnya

Foto 21. Tetesan hujan sudah mulai membasahi bumi di sekitarnya

Foto 22. Sinar kecerahan yang muncul di sekitar awan

Foto 22. Sinar kecerahan yang muncul di sekitar awan

Seiring dengan pergantian hari demi hari, lambat laun gelapnya sang surya menjadi semakin dini. Dan sang surya mulai bersinar lebih pagi…Puncak tingginya temperatur cuaca yang ada sudah tercapai..Sebentar lagi cuaca akan menjadi dingin dan lebih dingin dan karena tiupan angin yang keras cuaca akan terasa menjadi sangat dingin .. Bbbbbrrrrrrrr…

Sampai bertemu lagi di Jakarta…

 

 

28 Comments to "Menyongsong Musim Gugur 2016"

  1. nnk  28 January, 2017 at 18:07

    Untuk: jeng Margi dan mas Ratman… Semoga cita cita anda berdua tidak luntur karena itu dijadikan alat pacu dalam menggapainya. Semoga berhasil dan suatu kali saya bisa membaca artikel anda berdua tentang kunjungannya ke Negeri Kodok di belahanbarat Eropa sana….

    Gr en tot weer schrijven… nnk

  2. ratman aspari  27 January, 2017 at 14:17

    Wah Indah sekali, nunggu sponsor untuk bisa berkunjung ke negri yang indah ini..semoga ada sponsor..ya

  3. Jeng Margi  3 October, 2016 at 15:41

    nice picture….sambil berangan-angan…kapan yo iso tekan londo…? hehehe

  4. nnk  28 September, 2016 at 23:32

    Dimas JC, di bulan Oktober nggak ada liburan ya…. Lupaaa…. Saya ikutan meliburkan diri mulai tgl 15 s/d 23 Oktober… Maunya mabur diantar ketiga Pilotnya dimas ISK… Tapi kok rebet ya.. hanya 10 hari… Jadi ya diundur saja……
    Hi hi hiiiii… Semoga hujannya sudah jenuh dan berhenti turun ke bumi, kalau saya kesana…
    Liburannya waktu Musim Panas ya…. Wouwwww ticketnya bisa dua kali lipat harga normal…. Ditunggu ya…
    Gr en welterusten to all of you.. en een kus van ver af… nnk

  5. J C  28 September, 2016 at 20:42

    Bu Nunuk, foto-fotonya “uedian” tenan! DAHSYAT! Saya jadi “ngenes” sendiri, karena kangen autumn dan spring…sementara libur sekolah anak-anak tidak bakalan di autumn…

  6. nnk  26 September, 2016 at 18:12

    Kangmas Dj….Juga hallo hallo… Kalau begitu cuaca di Mainz lebih sejuk dari Belanda ya…Perubahan cuacanya tidak terlalu gencar… Geniet er van, sebelum musim dingin mendatang… Grs en doe doei..nnk

  7. Dj. 813  26 September, 2016 at 02:36

    Hallo mbakyu NU2K . . .
    Terimakasih sudah bebrbagi cerita . . .
    Hebat di belanda daun sudah gugur . . .
    D Mainz, baru sedikit menguning dan dilingkungan kami malah belum ada yang dudur daun nya .
    Salam manis dari Mainz .

  8. Swan Liong Be  25 September, 2016 at 17:27

    Gak kok, sebelumnya juga sudah juara complaining on the highest level!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *