Androsentrisme dalam Agama

Iwan Satyanegara Kamah – Jakarta

 

AWAL Maret 2016, sebuah pesawat Boeing 787 Royal Brunei Airlines mendarat di Jeddah. Pesawat seharga IDR 2,8 triliun dengan membawa 300 penumpang dikemudikan 3 pilot perempuan Muslim. Dan anehnya, mereka bertiga mendarat di sebuah negeri yang tidak mengijinkan perempuan mengemudikan mobil.

pilot-perempuan

Masih syariat Islam yang tidak ramah perempuan. Di grup WA dan timeline saya sering saya baca postingan hadits dan syariat agama yang patriarkhis dan sangat tak ramah perempuan. Saya menyebutnya (mohon maaf), ‘hadis-hadis tahi’ karena sangat lemah dan cacat secara ushul fiqh (sebab musabab terjadinya hukum itu sendiri). Hampir semua syariat itu berpijak pada dari pandangan laki-laki (patriarkhis). Ini cenderung merugikan perempuan, karena status dan peran perempuan ditentukan dari sudut pandang laki-laki. Dan perempuan pasrah saja menerikanya.

Syariat adalah hasil produk interpretasi ulama klasik yang semuanya laki-laki dan membuktikan bukan sebagai ketetapan baku yang tak bisa diubah. Perempuan tidak diberi ruang untuk menafsirkan. Jadinya banyak syariat Islam sepeti bahan tertawaan dalam hal kesetaraan gender. Ini bukan jaman Abad Pertengahan lagi.

Bagi saya sebagai Muslim, laki-laki dan perempuam setara. Bahkan perempuan punya keunggulan kodrat (hamil, melahirkan, menyusui, menstruasi) plus tiangnya keluarga. Laki-laki hanya punya keunggulan bisa kencing berdiri.

Gak blepotan.

 

 

20 Comments to "Androsentrisme dalam Agama"

  1. Dj. 813  3 October, 2016 at 20:25

    Puji TUHAN . . . ! ! !
    Berarti ada kemajuan .
    Dj. malah baca , sekarang saudi ikutan kalender International .
    Hebat, saudi jadi barat dan Indonesia jadi arab .
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

  2. Alvina VB  30 September, 2016 at 07:08

    James, blm bisa tenang, kerjaan selalu adaaa aja plus masih jetlag.
    Emosi jiwa dari tanah air tentunya udah redah, he..he….

  3. djasMerahputih  30 September, 2016 at 06:25

    Negeri daratan itu maskulin dan negeri kepulauan feminin. Itu Kalo di Planet Ramnox. Makanya tafsir Islam di Arab Saudi dan Indonesia itu nggak bakalan sama. Indonesia lebih akomodatif dan fleksibel (seharusnya).

    Salam Kenthir.

  4. James  30 September, 2016 at 06:09

    Horeeee Al dah balik santai di Baltyra tepuk tangan sembari jingkrak2

  5. James  30 September, 2016 at 06:01

    Horeee Al dah bisa santai di Baltyra lagi euy, tepuk tangan sembari. Jingkrak2

  6. James  30 September, 2016 at 05:57

    Horeeee Al sdh bisa santai di Bsltyra lagi euy tepuk tangan sembari jingkrak2

  7. Alvina VB  29 September, 2016 at 21:48

    Itulah Saudi dan ajarannya dah sampe ke Indonesia ya…. Semoga Indonesia nemuin vaksin, penangkal virus dari sana….

  8. Lani  29 September, 2016 at 09:43

    James: kamu hanya urun ngakak yak? Itu mmg plg gampang hahaha………..

    Kang Edy: hadoh wis suwe nemen sampeyan ora tahu mencungul……….ngumpet nang endi tah?

    ISK: betul sekualiiiii prof pipis sambil berdiri tp kenapa ya kok ya msh muncrat2………nggilani wueeeeeek……..apa spt kata ki Lurah biar berdiri sambil di obat-abitke………ngetik drijine sambil ndredeg krn nahan ngakak…………

  9. Lani  29 September, 2016 at 09:39

    Ki Lurah: gubrakkkkk………..klonthang…….apane sing di obat-abit ke sampai mobat-mabit……..apakah begitu panjang selangnya kkkkkk……….

  10. J C  28 September, 2016 at 20:53

    Mas Iwan piye sih…NYETIR kan di tanah, ini nyetir montor mabur, berarti gak di tanah…ya boleh donk, tidak ada dalam Kitab Suci…

    Walaaaaaahhh ini malah mbahas pipis…hahaha…ya muncrat dan cepret ke mana-mana kalau berdiri sambil diobat-abitke atau mobat-mabit…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *