Apakah Putri Cempo (Champa) Seorang Muslimah?

Chandra Sasadara

 

Penguasa Negeri Champa yang bernama Singhawarman memiliki permaisuri seorang putri dari Singasari, ada yang mengatakan dia adalah menantu Batara Kertanegara. Dari beberapa anak mereka, dua putri di antaranya tercatat dalam sejarah Jawa.

putricampa01

Putri pertama dinikahkan dengan Maulana Ibrahim dari Samarkand (Asmorokondi). Menantu Singawarman ini yang kemudian berhasil mengislamkan mertuanya. Pernikahan mereka melahirkan Raden Rahman dan Raden Santri (Ali Murtadha). Putri kedua diambil sebagai permaisuri Batara Kertabumi. Ada yang mengatakan bukan permaiuri Kertabumi, tapi permaisuri Kertawijaya. Namun dalam Prasasti Waringinpitu (1447 M) disebutkan bahwa permaisuri Kertawijaya bukan Dwarawati/Amarawati tapi Jayeswari.

Dalam sejarah, Putri Champa yang menjadi permaisuri Batara Kertabumi ini disebut seorang muslimah, benarkah? Padahal dia anak seorang raja muslim, beriparkan seorang pensiar agama islam dan memiliki keponakan (yang akhirnya) menjadi tetua para Wali Tanah Jawa. Mungkinkah itu terjadi? jawabanya bisa “iya” bisa juga “tidak”.

putricampa02

Jawaban pertama:
Dalam literatur disebutkan bahwa kedatangan para pensiar Islam generasi pertama yang dikirim penguasa Turki, Sultan Muhammad I bukan merupakan orang-orang ahli agama. Di antaranya: (1) Maulana Malik Ibrahim (ahli irigasi); (2) Maulana Malik Isra’il (ahli tata negara); (3) Maulana Ishaq (ahli pengobatan); (4) Maulana Muhammad Ali Akbar (ahli pengobatan); dan (5) Syekh Subakir (ahli menundukkan daerah angker). Jika informasi itu benar maka, wajar kalau urusan pernikahan bedah agama tidak menjadi “perdebatan serius”. Akan berbeda kalau para pensiar Islam generasi pertama tersebut orang-orang ahli fiqih.

Jawaban kedua:
Amarawati mungkin mengikuti agama suaminya (Syiwa-Buddha) dengan misi khusus yaitu mempengaruhi Batara Kertabumi agar memberikan keleluasaan pada para pensiar Islam untuk bisa berdakwa di Jawa atau bahkan lebih jauh lagi mendorong Penguasa Negera Majapahit itu masuk dalam agama yang dibawa iparnya.

Jawaban ketiga:
Mungkin di antara perempuan-perempuan yang diidentifikasi sebagai Putri Champa itu ada yang muslimah, tapi juga ada yang bukan muslimah sebab ada banyak makam yang disebut sebagai makam Putri Champa. Ada makam Putri Champa di Trowulan, ada makam di Gresik, dan ada juga di Bonang (Lasem). Apakah Putri Champa bibi Raden Rahmat, ipar Maulana Ibrahim Asmarakandi, dan Permaisuri Batar Kertabumi itu seorang muslimah? atau perempuan muslimah itu justru yang dimakamkan di Kebomas Gresik dan di Bonang Lasem?

putricampa03

Jawaban keempat dan setersunya, pasti sudah ada di pikiran anda

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

7 Comments to "Apakah Putri Cempo (Champa) Seorang Muslimah?"

  1. J C  20 October, 2016 at 16:49

    Menyimak artikel tentang kapir dari seorang penulis kapir…

  2. Ami  6 October, 2016 at 13:23
  3. Lani  6 October, 2016 at 12:41

    Mahalo James sdh diingat………..

  4. Handoko Widagdo  6 October, 2016 at 09:43

    Saya yakin tidak hanya ada satu putri dari Champa yang datang ke Jawa di era Majapahit. Mungkin di antara mereka ada yang muslimah dan ada yang tidak.

  5. Dj. 813  4 October, 2016 at 22:15

    Waaaaaw . . .
    Artikel yang indah . . .
    TERIMAKASIH . . . ! ! !

  6. djasMerahputih  4 October, 2016 at 16:43

    Ikutan di belakang bang James.
    Penasaran dengan sosok Putri Campa.

  7. James  4 October, 2016 at 14:58

    1…..absenkan para Kenthirs doang sambil lewat

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *