Jalan-jalan ke Frankfurt

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

HALLO…HALLO…BANDUNG…JAKARTA…SURABAYA…MAKASSAR…HAWAII…DAN DI MANA SAJA ANDA BERADA…

Maaaf, ini Dj. sedang happy, jadi malah sering ngaco…Hahahahahahahaha…!!! Sssssttt…. jangan bilang-bilang ya…Dj. minggu lalu kedatangan keponakan dari Bogor. Jelas angat menyenangkan, dibawain ikan teri Medan, juga banyak bawang merah dan putih yang sudah digoreng. Pokoknya banyak oleh-oleh yang menyenangkan…
Hahahahahahahaha…!!!

Nah, entah bagaimana bulan lalu dapat pesan di WA yang isinya: “Ooom aku akan ke Jerman, karena ada Symposium di Hamburg”. Jadi dia datang bersama istrinya yang kebetulan profisinya sama-sama dokter. Jelas dia menawarkan, mau dibawain apa Oom….??? Sungguh satu hal yang sangat menyenangkan, karena nomor satu adalah bawang goreng, mau dimakan dengan apa saja, kelau ada bawang gorengnya, pasti sedaaaaaap…Hahahahahahahaha…!!!

Puji TUHAN…!!! Saat dia dan istrinya datang, banyak bawa oleh-oleh yang mana malah lebih daripada yang kami pesan…

Seperti biasa, setiap ada saudara yang datang, ya kami ajak jalan-jalan ketempat-tempat yang bagus untuk dilihat. Tapi karena tempat-tempat ini sudah pernah Dj. ceritakan, maka Dj. hanya ingin sebahagian pamer fotonya, seperti… Dari airport, maka kami langsung menuju Mainz, setelah check ini di Hotel, maka kami menuju tengah kota Mainz.

frankfurt-1 frankfurt-2

Kami ajak mereka mencoba minum Wine muda, Maksud Dj. dari anggur, sebelum menjadi wine, kalau di Jawa disebut LEGEN. Ada yang merah dan ada yang putih dan ternyata mereka sangat suka.

frankfurt-3

Jelas kami ajak juga mereka masuk ke dalam gereja tua di Mainz, karena istrinya Katholik.

frankfurt-4

Setelah sedikit cape jalan kaki, maka kamipun mencari makan. Tapi maaaaf, karena sudah lapar, jadi malah lupa jepret makanan…Hahahahahahaha…!!!

frankfurt-5

Setelah itu, kami dengan mobil menuju ke Rüdesheim, yaitu…

frankfurt-6

Nah di sini, mengingat sudah sore menjelang malam, baru ditanya soal pabrik tas “BRAUN BUFFEL“. Tidak sulit, karena pabriknya ada di kampoeng kelahiran Susi. Jadi kami janjikan, besuk hari Sabtunya, kami akan antar ke sana. Namun apa boleh dikata, saat lihat di Internet, ternyata hanya buka hari Senin, Rabu dan Jumat, jadi Sabtu tutup. Olehnya hari besuknya (Sabtu) kami mencari objek yang lain yang bisa untuk dilihat.

Tapi kali ini, keponakan Dj. sudah punya rencana yang lain, dia ingin diantar ke “HARLEY DAVIDSON VICTORY“ yang di Frankfurt. Langsung Dj. tanyakan, apakah dia hobby naik Harley…??? Istrinya yang jawab…Wah Oom, bukan hobby lagi…Dj. sedikit keget dan masih bertanya, kalian kan dokter…??? Jawab istrinya, justru dokter di AURI banyak yang hobby Harley…. Uuuueeedaaaan…!!! (pikir Dj.) hahahaha…!!! Jelas Dj. jawab, okay…itu adalah satu hal yang sangat mudah…Hari Sabtu pagi, kami menuju ke “HARLEY DAVIDSON FACTORY“ di Frankfurt
Dan tempat ini ternyata sangat besar dan banyak sekali ditawarkan sepeda motor yang besar-besar, baik bekas maupun baru. Dari segala model dari Harley yang sangat tua dan yang keluaran 2016, semua ada sangat buanyaaaak…!!!

frankfurt-7

Saat melihat ini truck (Pick Up), Oom ini persis aku punya juga stickernya…Dj. hanya bisa bilang…Waaaaaaw…!!!
Nah ya, namanya anak muda, Dj. pikir ya silahkan saja.

frankfurt-8 frankfurt-9

Dj. bisa melihat raut wajah keponakan yang begitu berseri, saat melihat gedung Factory tersebut, karena memang
sangat banyak barang-barang, selain sepeda motor juga semua peralatannya. Dengan harga yang murah-murah, menurut dia.

frankfurt-10 frankfurt-11 frankfurt-12 frankfurt-13

Jelas Dj. tidak mau ketinggalan, ikutan nampang juga…Karena Susi bilang yang ini cocok untuk Dj.Jadi merasa muda lagi…Hahahahahahaha…!!!

frankfurt-14 frankfurt-15

Kami cukup lama di dalam ruang penjualan dan di luarpun sangat banyak orang yang datang dengan hobby yang sama. Mereka membawa motor-motor yang besar-besar dengan suara yang menggeluduk…Mereka ngobrol dengan thema yang sama, sungguh menyenangkan, karena mereka banyak yang baru kenal di sana, tapi bisa akrab berbincang. Karena mereka satu gelombang (istilah mas Juwandi), jadi mereka bisa bertukar pikiran dengan relax dan tertawa bersama.

frankfurt-16

Tapi keponakan Dj. juga sedikit berseri, karena dia melihat harga yang sangat murah (katanya). Dibanding kalau beli di Indonesia bisa 3 – 4 X lipat. Dia sudah ingin bawa / beli satu, namun tidak dikasih, karena hanya untuk mereka yang tinggal di Jerman saja. Mereka sudah ada perjanjian di seluruh dunia, agar tidak menjual kepada orang asing, mereka harus beli di negaranya sendiri. Kecuali beli bekas dan private, itu tidak ada problem, hanya tidak beli baru dari toko. Penjual bisa kena sanksi kalau ketahuan menjual kepada orang asing untuk dibawa keluar ke negaranya. Dengan demikian, maka akan banyak orang beli di Jerman dan di Indonesia tidak ada yang mau beli.
Kalau dipikir-pikir memang benar juga. Akhirnya dia hanya beli sepatu, baju, kaos dan macam-macam keperluan Harley.

Kemudian kami meninggalkan Harley Davidson Factory, karena perut terasa lapar…Hahahahahahaha…!!! Setelah mendapat tempat parkir yang strategis di tengah kota Frankfurt, maka kamipun menuju kesatu Restaurant. Selain memang sudah lapar, namun juga bisa melepaskan lelah dan haus. Setelah kami memesan dan menunggu cukup lama, karena ini Restaurant cukup penuh pengunjung. Maka datang juga makanan kami…

Ini BBQ (Tulang rusuk B2 yang dibakar)

frankfurt-17

Ini Bauern Schnitzel (Steack Jerman), yang dipesan Susi.

frankfurt-18

Keponakan Dj. memesan Serloin steack dan 1 liter bier.

frankfurt-19

Dj. memesan Lamb Chop

frankfurt-20 frankfurt-21

Setelah puas makan, maka kemudian kami berjalan kaki menuju tengah kota yang mana ternyata sedang ada pesta kota. Jadi bisa sambil melihat-lihat apa yang aneh bagi mereka. Tapi cerita selanjutnya akan Dj. ceritakan minggu depan, agar anda semua tidak menjadi bosan, kalau kebanyakan.

Okay…Itu tadi sedikit cerita dimana kami mengantar keponakan jalan-jalan di kota Frankfurt bagian pertama.
Mohon maaf bila banyak kata-kata yang tidak berkenan.

Bila anda masih penasaran dan ingin tahu, apa yang akan Dj. ceritakan berikutnya, silahkan tengok oret-oretan Dj. minggu depan ya.

Terimakaksih atas perhatian anda semuanya. Terimakasih kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj.

Kiranya Berkat dan Kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz

frankfurt-22

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

32 Comments to "Jalan-jalan ke Frankfurt"

  1. Dj. 813  20 October, 2016 at 21:10

    Dimas Josh Chen . . .
    Hahahahahahaha . . . . ! ! !
    Nah ya, memang Dj sok tahu dan sering pamer makanan . . .
    Tapi Dj. yakin di Jakarta, jauh lebih banyak lagi .
    Terimakasih juga untuk salam nya .
    Salam juga untuk keluarga dirumah .
    TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

  2. J C  20 October, 2016 at 17:19

    Kalau lihat artikel dan makan-makan di Jerman, nanti kalau kami sekeluarga berkesempatan ke sana, sepertinya sebulan juga gak cukup…hahaha…

    Salam untuk keluarga besar Paisan di Mainz ya…

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *