Norovirus

Dian Nugraheni

 

Beberapa waktu yang lalu, deli, warung sandwich tempatku kerja kedatangan inspektor kesehatan. Mereka memang suka inspeksi mendadak, dan tentu saja tanpa pemberitahuan.

Inspektor kesehatan ini, per person, ya macem-macem. Tapi kebanyakan dari mereka, setara dengan perangai petugas-petugas audit, yaitu teliti, sok galak, dan bisaaa…aja nemuin kekurangan-kekurangan.

Kali ini, inspektor kesehatan yang datang lumayan strict, dia menemukan kekurangan-kekurangan yang menyangkut banyak hal, seperti sink, tempat cuci barang-barang, harus diperbaiki, dan ditambahkan ini itu. Padahal inspektor sebelumnya sudah mengkritisi soal sink ini juga, cuma dulu, yang dipermasalahkan adalah selang air dari kran, terlalu panjang katanya, dan sudah diperbaiki sesuai instruksi…

Bla..bla..bla…

Inspektor juga mengkritisi perbandingan kloroks dan air yang dipakai untuk mencuci perabot. Menginstruksikan untuk menaruh ember kecil dengan dikasih air plus kloroks untuk tempat towel yang dipakai untuk mengelap meja setiap saat ketika meja kotor. Huh…! Benci aku kalau sudah urusan kloroks…, tanganku langsung gatal-gatal, meski sudah langsung kucuci dengan air panas dan sabun.

Juga karyawan perempuan khususnya, ga boleh pakai jewelry, macam anting, gelang, cincin, jam tangan, dan lain-lain. Nah itu aku ga pakai satu pun. Nggak masalah.

Terakhir, inspektor meminta kami semua didata, di klinik mana kita datang kalau sakit, apakah kita sakit akhir-akhir ini..dan seterusnya.

Kiranya sedang dikhawatirkan merebaknya virus yang disebut Norovirus, atau disebut juga Stomach Bug, atau disebut juga Stomach Flu, meski itu bukan flu virus, yang menyebabkan semacam diare. Halah..

Norovirus, originally disebut sebagai Norwalk virus, setelah untuk pertama kalinya, penyakit yang diakibatkan oleh Norovirus ini merebak di daerah bernama Norwalk, Ohio, tahun 1972.

Uummm.., aku jadi curiga, tukang tahu goreng langganan yang ada di Eden Center, pusat jajanan ala Vietnam, yang berada di dekat rumah, belom 3 bulan lalu tutup seminggu, dengan dikasih sign: kami tutup untuk melakukan perbaikan dapur sampai tanggal sekian…

Ehh, dua minggu lalu, diye tutup lagi…

Aku kira dia kena gropyok inspektor kesehatan. Kata orang yang paham sih, dapurnya emang luar biasa jorok. Haduuuh, mana makanannya, jajanannya yang dijual di situ tuh enak semua..hwakakakak..

Kata temen juga, “kalau sekali inspektor sudah temukan bahwa dapurnya nggak layak, maka inspektor akan sering-sering datangi mereka, untuk mengecek, apakah mereka melakukan perbaikan atau enggak…

Okay, kalau mau bersih dan sehat, ya masak dan makan di rumah aja, ya…?

NB: teman-teman yang paham soal Norovirus ini, mohon untuk menambahkan informasi di kolom komen ya. Yang kurang paham, kayak si Mak..haha…mari kita bersahut-sahutan tanya dan mencoba mencari jawabnya…Makasih banyaak…

norovirus

_Foto: Seaweed, beli di Sushi place deket rumah…love it very much..!_

 

 

6 Comments to "Norovirus"

  1. J C  20 October, 2016 at 16:48

    Menyimak info ini…

  2. Lani  6 October, 2016 at 12:46

    James, Al: aku suka banget salad seaweed………klu mengolahnya benar tdk amis tuh………kenyil2 dan menyehatkan.

    Ada yg ala Korea dan ada yg gaya Jepang………semuanya suka, nori/seaweed kering jg suka krn enak dan syedaaaaaaaap……….dimakan dgn beras Jepang dipulung kmd digulung pakai nori yum!

  3. Dj. 813  4 October, 2016 at 22:26

    Inilah kalau negara maju .
    Semua ada aturan nya .
    Demikian juga di Jerman, sering melihat tayangan di TV, dimana dari badan kesehatan memereiksa.
    Terutama dapur dan kemudian tempat-tempat yang lain .
    Tidak semudah di Indonesia untuk mendapatkan ijin dagang, terutama soal makanan .

    Terimakasih dan salam .

  4. Alvina VB  4 October, 2016 at 19:52

    Ini info tambahan dari public health agency di sini ttg norovirus:
    http://www.phac-aspc.gc.ca/fs-sa/fs-fi/norovirus-eng.php

  5. Alvina VB  4 October, 2016 at 19:44

    Dian, norovirus biasanya org yg kena, tidak hanya kena diare ttp juga disertai muntah2. Virus cepat nyebar kl org yg kena virus ini jorok, gak cuci tangan, trus pencet tombol dan buka gagang pintu yg tentunya org berikutnya megang dan itu virus transfer. Ada baiknya kita yg sering cuci tangan kl habis dari mana-mana dan kl pencet tombol pake ujung kunci aja jangan pake tangan.
    James: mau donk…seaweed emang enak dan sehat, ttp ada org yg gak tahan sama baunya, suka rada2 amis.

  6. James  4 October, 2016 at 15:03

    1…..halo para Kenthirs mau makan seaweed gak ? yummy loh

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *