Nyonya Besar Bermartabat dan Pandai Akrobat

Handoko Widagdo – Solo

 

Judul: Nyonya Besar Bermartabat dan Pandai Akrobat

Penulis: Threes Emir

Tahun Terbit: 2013

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Tebal: 217 halaman

ISBN: 978-602-03-0031-3

nyonya-besar

 

Bergosip itu mengasyikkan tetapi tak ada manfaatnya. Alih-alih memberi manfaat, bergosip sering malah menimbulkan masalah. Jika si tergosip tidak terima, maka pastilah perang bharatayuda yang menimbulkan prahara akan melanda dunia pertemanan kita. Namun Threes Emir bisa mengubah sesuatu yang berpotensi menjadi gosip menjadi sebuah cerita yang elegan tanpa menimbulkan kedukaan. Malah kita bisa belajar dari tokoh-tokoh yang dikisahkannya.

Lihatlah cerita-cerita tentang nyonya-nyonya besar metropolitan ini. Threes Emir bercerita dengan renyah tokoh-tokoh perempuan yang disebutnya nyonya-nyonya besar dengan segala perilakunya. Saya yakin para nyonya besar di buku ini adalah tokoh-tokoh nyata yang berada di sekitar penulisnya. Setidaknya tokoh-tokoh yang memang ada dan dalam radar pengamatan Threes Emir. Ada nyonya besar yang teguh pendiriannya dan berhasil menghadapi kanker karena semangatnya untuk berbuat baik bagi orang lain. Ada nyonya besar yang tabah dikhianati suaminya di setiap repelita. Ada nyonya besar yang begitu halus dalam menghadapi kenakalan sang suami, namun nasipnya sungguh (selalu) malang. Ada pula nyonya besar yang menyebalkan yang perilakunya selalu memanfaatkan teman-temannya. Ada juga yang begitu cinta diri sehingga melupakan ibu dan saudara-saudarinya. Ada juga yang percaya dirinya kebesaran sehingga merasa bisa menyanyi padahal suaranya pas-pasan saja. Ada juga nyonya yang sembarangan dalam menjalani hidup sampai suatu waktu tersandung seorang mahasiswa muda yang tergiur kepadanya.

Perempuan dalam pandangan Thees Emir adalah seorang manusia tabah, pandai mengendalikan perasaan, selalu berupaya menyenangkan suami dan anak-anaknya, halus tutur bahasanya. Nyonya Welas Asih dan Nyonya Sepuh adalah dua contoh perempuan sempurna yang dimunculkan dalam dalam buku ini. Sedang perempuan yang suka berburu tas-tas bermerek dan berharga mahal, yang suka menonjolkan diri, seperti sang penyanyi adalah jenis-jenis perempuan yang tidak cocok menjadi nyonya besar.

Pandangan seperti ini jelas dipengaruhi oleh pandangan Jawa tentang perempuan. Meski para perempuan tokoh-tokohnya semuanya hidup di kota metropolitas Jakarta, namun latar belakang pandangan Jawa tak hilang dari sifat-sifat yang disandangnya. Namun Threes Emir tidak hanya menulis tentang perempuan yang hanya menjadi kanca wingking (teman pelengkap) lelaki saja. Ia mengisahkan betapa gigihnya perempuan dalam bekerja dan berusaha.

Threes Emir juga membangun citra perempuan yang cerdas dan mempunyai tanggungjawab keluarga dan sosial. Ia tidak menampilkan perempuan yang cengeng yang bisanya hanya menghabiskan harta suaminya. Threes Emir sendiri adalah seorang nyonya besar. Itulah sebabnya dalam berkisah, ia betul-betul paham bagaimana para nyonya besar tersebut hidup sehari-hari.

Merk-merk tas, pakaian, tempat-tempat makan, tempat bersosialita dan tempat-tempat wisata para nyonya besar dan lagu-lagu yang biasa didengarkan oleh para istri ini dibawanya masuk dalam kisah-kisahnya. Jadi, jika anda ingin menjadi nyonya besar yang bermartabat dan pandai akrobat, bacalah buku ini. Anda akan dituntun untuk menjadi seorang perempuan sempurna yang elegan tinggal di ibu kota. Adan tak perlu ikut kursus kepribadian.

Dengan membaca buku ini sambil minum teh pelangsing di tepi kolam renang, pastilah anda akan mendapatkan beberapa tips bagaimana menjadi nyonya besar yang berhasil. Tentu saja anda tetap harus berolah raga dan mengurangi makan karbohidrat.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

10 Comments to "Nyonya Besar Bermartabat dan Pandai Akrobat"

  1. Handoko Widagdo  21 October, 2016 at 10:19

    Terima kasih Kang JC. Semoga saya bisa membaca karya-karya Threes Emir yang lain.

  2. J C  20 October, 2016 at 17:21

    Kebetulan kenal baik dengan penulis buku dan kenal baik juga dengan yang meresensi…

  3. Linda Cheang  10 October, 2016 at 09:15

    mau jadi nyonya besar, koq, ribet, yah? hehehehe

    “Merk-merk tas, pakaian, tempat-tempat makan, tempat bersosialita dan tempat-tempat wisata para nyonya besar dan lagu-lagu… “

  4. HennieTriana Oberst  8 October, 2016 at 18:27

    Cerita Nyonya Besar selalu menarik untuk disimak.

  5. Alvina VB  7 October, 2016 at 23:42

    Han…spt cerita ini, pasti kamu juga pernahlah ketemu sama nyonya2 besar di Jakarta, he..he….
    Bln lalu ditungguin kok gak muncul di pameran? lupa ya? Btw..kl kamu dateng pasti ketemu dah sama bbrp nyonya besar jaman orba. Herannn banget, kok bisa2nya masih dihormati/ditakuti sama org banyak ya…Padahal para nyonya besar tsb, suami mereka jelas2 tersangkut korupsi gitu loh…weleh…weleh….kl di sini nyonya besarnya santun dan rendah hati, yg gak santun itu nyonya besar yg suaminya mafia, kl itu sich jangan pernah disapa, kaburrrr….

  6. Dj. 813  7 October, 2016 at 22:58

    Yang Dj. tahu , kalau mau jadi nyonya besar harus banyak makan .
    KKalau beratnya sudah jadi 150 Kg.
    Pasti akan jadi nyonya besar.
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Terimakasih dan salam,

  7. Handoko Widagdo  7 October, 2016 at 07:25

    James, Mas Sumonggo dan Lani, para tuan dan nyonya besar yang terhormat dan pandai berakrobat. Selamat menikmati sajian Nyonya Besar.

  8. Lani  7 October, 2016 at 01:09

    James: para kenthirs bukan nyonya/tuan besar…………..

  9. Sumonggo  6 October, 2016 at 17:31

    Termasuk kisah Nyonya Besar dari para petinggi yang sedang “rawat-jalan” dan “rawat-inap” di KPK?
    Nyonya Besar, ingatkan para suami apakah sudah ikut tax-amnesty belum? Ha ha ….

  10. James  6 October, 2016 at 15:10

    1…..NyoBes

    menantikan kehadiran para Kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *