Rasa

Dian Nugraheni

 

Sabtu pagi tiga hari yang lalu, misty rain menyiram seputar DC area, ketika aku berfoto bersama pepohonan besar. Tanganku menyentuh batang pohon yang basah oleh hujan, dan tiba-tiba rasaku terusik. Ada rasa dingin, yang sunyi dan hening.

Aku agak marah ketika menemui rasa itu, dan langsung memandang ke awan, dan berseru, “jangan lagi…!”

Tapi, teriakanku, “Jangan lagi…!” ini ternyata tak dikabulkan. Bahasa kerennya, Dia pasti sudah punya rencana lain.

Hari ini, sore waktu Indonesia, satu lagi Paman kesayanganku, Djarot Widojoko, alias Gowid, Eyang buat anak-anakku, berpulang. Beliau berpulang, hanya beberapa bulan setelah sang Istri, mendahuluinya…

Pamanku yang satu ini, begitu pendiam, tapi paham semua yang terjadi dalam keluarga besar, dan paham bagaimana harus menggerakkan tangan untuk membantu siapa yang perlu dibantu tanpa mereka mengirimkan proposal permintaan bantuan.

Pamanku ini, juga salah satu paman yang mengasuh dan memelihara aku sejak aku bayi, kanak-kanak, hingga dewasa. Dia jago berenang, dan mengajariku berenang, dia jago melukis, dan mengenalkanku pada cat air. Dia jago bermusik, dibelinya semua alat musik yang disukainya, dan dimainkannya tanpa bantuan Guru musik. Pamanku, bukanlah Paman, peran beliau melebihi peran dari Bapak kandungku sendiri.

Pada anak-anakku, aku pernah “bersombong-sombong”, bilang bahwa, dalam keluarga besar, hanya Mamah dan Eyang Gowid yang sekolah di SMA 1 (SMA terbaik di kotaku..he..he..), dalam keluarga besar, hanya Mamah dan Eyang Gowid yang kuliah di UGM, dalam keluarga besar, baru Mamah dan Eyang Gowid yang pernah berada di Amerika…Dan satu lagi, Eyang Gowid dalam setiap langkahnya, selalu mengajarkan jujur dan kerja keras..

Okaylah, Tuhan, Gusti Allahku yang baik, dalam kurun waktu kurang dari setahun ini, 4 Paman dan Bulikku sudah Kau panggil pulang satu per satu. Sepertinya memang satu pulang, satu ngiri, lalu pengen cepetan nyusul pulang…

Hatiku meraung…keras..! Bohong bila aku tak sedih. Kehilangan, jarak yang terlalu sulit untuk begitu saja dilompati untuk sampai pada mereka, membuatku hanya bisa terdiam…

Kabar dari tanah air, yang mengatakan, mereka berpulang dengan cara yang baik-baik saja….itu sudah membuat hatiku kehilangan sebagian besar beban rasa sedih dan berdukaku.

Eyang Ris, Eyang Yani, Eyang Bambang, dan hari ini, Eyang Gowid, sungkem dariku, anakmu, dan cucu-cucu, Cedar dan Alma, nderekaken sugeng kondur ke rumah Gusti…

Salam penuh cinta kami,
salam penuh rasa kehilangan kami,

Terimakasih atas pemeliharaan terhadap kami selama ini, terimakasih atas suri tauladan yang kemudian menjadi suatu pegangan dalam hidup kami, sampai hari ini…Jujur dan kerja keras..!

 

 

5 Comments to "Rasa"

  1. J C  20 October, 2016 at 17:31

    May he ‘go home’ in peace…

  2. Dj. 813  13 October, 2016 at 14:37

    TUHAN yang memberi dan TUHAN yang mengambil kembali .
    Terpujilah nama TUHAN . . . ! ! !

  3. Lani  12 October, 2016 at 10:19

    Dian: pamanmu sdh ditempat yg terbaik……….

    Al: setuju banget ditunggu critanya dr kampung halaman

  4. Alvina VB  12 October, 2016 at 04:14

    RIP Dian…segala sesuatu ada masanya (betul gak para kenthirs?):
    A Time for Everything
    There is a time for everything, and a season for every activity under the heavens:
    a time to be born and a time to die,
    a time to plant and a time to uproot,
    a time to kill and a time to heal,
    a time to tear down and a time to build,
    a time to weep and a time to laugh,
    a time to mourn and a time to dance,
    a time to scatter stones and a time to gather them,
    a time to embrace and a time to refrain from embracing,
    a time to search and a time to give up,
    a time to keep and a time to throw away,
    a time to tear and a time to mend,
    a time to be silent and a time to speak,
    a time to love and a time to hate,
    a time for war and a time for peace.

  5. Sierli FP  11 October, 2016 at 16:31

    Turut berdukacita..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.