Tiada Hari Tanpa WeChat

Hennie Triana Oberst – Shanghai

 

Memiliki keluarga besar dan teman yang tersebar di penjuru dunia membuatku rajin mencoba layanan komunikasi jarak jauh yang tersedia. Ada beberapa layanan komunikasi yang aku miliki. Alasan yang paling utama tentu penghematan biaya telepon jarak jauh.

Yang paling aktif aku gunakan adalah Whatsapp, komunikasi antar saudara kandung, juga sebahagian besar teman menggunakan aplikasi ini. Ada lagi BBM yang kurang aku sukai, tapi karena hal tertentu akhirnya aku gunakan juga. Begitupun status penggunaanku tetap “hidup segan mati tak mau“. Begitu juga Line, sudah lama aku pakai aplikasi ini, tapi sangat jarang aku gunakan. Tetapi beberapa tahun belakangan ini malah teman-temanku di Indonesia mulai menggunakannya, terutama untuk menelepon. Viber juga aku gunakan untuk menelepon. Kakaotalk dari Korea juga aku gunakan, salah satunya karena ada teman Korea yang memakai layanan ini.

kakaotalk

Sedangkan WeChat mulai aku kenal ketika tahun 2011, saat memulai kehidupan di Beijing, Cina. Aplikasi layanan komunikasi ini dikembangkan oleh perusahaan Tencent Holdings Ltd. dari Cina. Awalnya aku tidak aktif menggunakannya, tetapi setelah teman-teman yang aku kenal ketika di Beijing mulai berpindah tempat tinggal, akupun kemudian mengikuti pada pertengahan tahun 2012, maka aplikasi inilah yang kami sepakati untuk menyatukan hubungan jarak jauh.

Pertengahan tahun 2013 kami kembali ke negara Panda ini, tepatnya di kota Shanghai. Bisa dikatakan, irama hidup masyarakatnya serasa tidak lengkap tanpa kehadiran WeChat (sedikit hiperbol). Aplikasi ini digunakan bukan hanya sebatas layanan komunikasi biasa seperti teks, voice & video call saja, tetapi ada “Moment“ yang bisa memuat foto, berita dan informasi lainnya. Terdapat juga kolom untuk mengisi komentar. Miriplah dengan facebook, cocok juga dipakai sebagai pengganti facebook yang diblokir di Cina.

wechat wechat1

Komunikasi dalam bentuk grup, antar orang tua dan guru kelas anakku juga melalui WeChat. Grup ini kami buat untuk membicarakan hal yang sifatnya tidak formal, tapi sangat membantu jika ada informasi penting yang harus segera disikapi. Sedangkan untuk informasi formal dan rinci lainnya kami menggunakan email.

WeChat juga digunakan sebagai alat pembayaran (WeChat Wallet), pemesanan makanan, belanja, tagihan air, listrik, telefon, dll. Bisa juga untuk menetapkan jadwal waktu pertemuan dengan dokter, dan masih banyak layanan lainnya. Aplikasi yang relatif bagus ini bisa dibilang sangat membantu dan memudahkan konsumen, selain juga menghemat waktu.

Tulisan ini tidak ada maksud mengiklankan aplikasi di atas. Hanya berdasarkan hal-hal yang terlihat selama tinggal di negeri ini. Kadang-kadang, ketika sedang berdiri di halte bus atau menunggu kedatangan Metro, tiba-tiba ada yang mendatangi dan memohon untuk scan QR Code WeChat, entah iklan apa. Ditambah, berlaku sejak bulan yang lalu, pembayaran tagihan air yang biasanya bisa dilakukan melalui management perumahan, sekarang tidak bisa lagi.

“Silakan bayar langsung ke perusahaan air tersebut, atau bayar melalui WeChat”, begitu pesan yang aku terima melalui WeChat dari management perumahan.

Kesal, tentu saja. Karena kami tidak menggunakan WeChat Wallet.

[Serba Serbi Negeri Panda]

 

Shanghai, 20161009

 

 

16 Comments to "Tiada Hari Tanpa WeChat"

  1. HennieTriana Oberst  20 October, 2016 at 20:23

    Hehehe..iya JC, reuni di tulisan sekali-kali.
    Tapi memang WeChat relatif bagus sambungan telponnya. Multifungsinya itu juga. Baru tadi cerita-cerita dengan temen, ternyata ngasih lokasi kita kalo misalnya minta dijemput, bisa juga lewat WeChat. Ketauan aku nggak menggunakan layanan yang tersedia.
    3-5

  2. J C  20 October, 2016 at 17:48

    Hennie, Tammy…hehehe…malah reuni di sini…WeChat bukan hanya jaya di kandang sendiri lho. Di Indonesia juga jaya, terutama para expat dan pekerja dari China 100% pasti pakai WeChat!

    5-3

  3. HennieTriana Oberst  15 October, 2016 at 20:15

    Aduh jadi ngiler denger ayam goreng dan bakar ala Indonesia Minggu depan sepertinya ada jualan jajanan di BB, Jingan. Ada beberapa yang ikutan jualan. Pingin ke sana, semoga nggak kehabisan seperti minggu lalu.
    Thank you Tammy, ntar kapan-kapan kalo di sekitar sana aku kabarin kamu. Siapa tau sempet ngopi-ngopi kita ya hehehe…

  4. Tammy  15 October, 2016 at 18:19

    Aduhh mie ayam enaknya! Senin ato selasa besok aku rencana makan ke resto indo yg terkenal ayam goreng/bakarnya. Kayaknya mrk jual mie ayam juga, mau bungkus ah!
    Iya, kamu kalo mau ke sini juga kabar2i.

  5. HennieTriana Oberst  15 October, 2016 at 16:13

    Tammy, ihhh kangen dirimu Nggak bisa lunch bareng lagi kita ya. Kemarin itu kita makan mie ayam di tetanggamu itu, temen akrabmu S dateng juga dgn anaknya. Sudah beres semua di sana?

    Iya Tammy, sebetulnya wechat wallet ini menggampangkan hidup, belanja apa-apa bisa lewat ini, belanja tempe juga bisa sekarang Aku nggak punya bank acct di cina sih, ntar deh aku paksa suamiku untuk set up wechat wallet. Kapan-kapan ke SH kabarin ya.

  6. Tammy  15 October, 2016 at 03:12

    Hennie: kenapa nggak set up wechat wallet??? Padahal itu keunggulan wechat dibanding aplikasi media lain. Bisa buat bayar2 di mana aja di china. Bisa bayar utang ke teman juga hahaha.
    Pernah pas belanja ke carrefour lupa bawa dompet, untung ada wechat wallet. Wechat dan taobao bikin hidup benar2 convenient! Ngirit wakti juga transport. Duhh kangen deh! Juga kangen nih kumpul2 lunch!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.