Orang Indonesia Paling Eksis dan Paling Relijius Sedunia

JC – Global Citizen

 

Ada berita dari kompas-dot-com yang menggelitik hati:

Orang Indonesia Paling “Menderita” soal Baterai Ponsel (http://tekno.kompas.com/read/2016/10/23/14280057/orang.indonesia.paling.menderita.soal.baterai.ponsel).

Ternyata orang Indonesia benar-benar paling “menderita” urusan baterai handphone. Secara rata-rata global daya tahan baterai mencapai 21.7 jam; pengguna di Indonesia hanya di angka 12.8 jam dan yakinlah banyak sekali pengguna handphone yang “lebih menderita” karena sehari bisa charge dua tiga kali bahkan lebih.

Mengutip dari artikel tersebut: Brasil mencatatkan rata-rata daya hidup baterai selama 17,9 jam, sedangkan AS mencatatkan 18,2 jam. Negara dengan daya hidup baterai terlama adalah Jerman, selama 32,1 jam; Selandia Baru selama 27,7 jam; serta Australia selama 26,7 jam.

Oik Yusuf/ Kompas.com

Oik Yusuf/ Kompas.com

Nah lho!

Di mana-mana tidak susah melihat para pengguna smartphone (merk apa saja!) menenteng-nenteng baterai gendong alias powerbank. Beberapa teman dari negara lain terheran-heran mendengar kata “powerbank”. Di mana-mana para pengguna smartphone terlihat menenteng charger dalam tas masing-masing. Sampai di Starbucks, mall, stasiun, ruang tunggu airport, ruang tunggu dokter, ruang tunggu rumah sakit, ruang tunggu bank; banyak terlihat orang-orang tergopoh-gopoh mencari colokan listrik. Terlebih jika sudah lewat jam 12 siang, di mana-mana akan terlihat orang berlomba mencari colokan listrik. Tak lupa pertanyaan wajib: “wifi sini password’nya apa?”

Coba kita telisik trend sebagian besar pengguna smartphone di Indonesia. Media sosial? Jelas berderet icon’nya ter’install rapi di smartphone masing-masing. Facebook sepertinya wajib untuk 99.9% pengguna smartphone, menyusul Twitter, Instagram. Kemudian aplikasi percakapan, sebut saja Whatsapp, Line, WeChat, KakaoTalk, Skype, dan tak ketinggalan yang sudah uzur dan mulai ditinggalkan yaitu BBM. Kemudian aplikasi foto, salah satunya Camera 360 beserta aplikasi pendukungnya untuk mempercantik diri, memutihkan kulit, menyipitkan mata lebar, dan melebarkan mata sipit, melentikkan bulu mata serta melembutkan rambut, meniruskan pipi tembem, merampingkan pinggang melar.

Foto makanan sehari minimal tiga kali adalah wajib, sarapan apa, makan siang apa, makan malam apa wajib difoto dan di’share ke Google+, Facebook, Whatsapp Group, Instagram dan Twitter. Plus kalau di antara itu ada tea time atau coffee time plus makanan kecilnya, sudah jelas wajib foto. Apalagi kalau makan siang sama teman kantor di mall, makan malam sama pacar atau suami/istri atau keluarga, nama resto dan tampak depan resto wajib foto, daftar menu tak boleh tidak difoto. Habis makan juga harus foto bersama. Di parkiran lihat ada Lamborghini atau Ferrari kudu selfie, walaupun beli supercar seperti itu jelas jauh di awang-awang untuk kebanyakan orang, minimal ada foto selfie lah. Beberapa jam setelah makan, wajib melototi smartphone untuk mengecek komentar teman-teman dan para followers, membalas komentar, menghitung jempol ‘like’, bila perlu membahas rasa serta resep dengan gaya ahli kuliner ala Bondan ‘Maknyus’ Winarno. Ke toilet mall yang baru pertama kali masuk juga kudu wajib difoto interiornya, wastafelnya, kacanya, dsb.

Untuk belanja-belanji tak lupa; ada Lazada, BliBli, Elevania, BukaLapak, Tokopedia, dan entah apa lagi. Untuk bepergian keliling kota dibutuhkan aplikasi Uber, Grab, Gojek. Khusus untuk Gojek malah sudah ada untuk pesan makanan dan minuman, bersih-bersih rumah, pijat dan entah layanan apa lagi. Untuk berlibur aplikasi yang wajib di’install Garuda, Lion, Sriwijaya, Traveloka, Agoda, Accor, Booking-dot-com, Ctrip, AirAsia, Cathay Pacific. Selalu berburu tiket dan hotel murah dan promo.

Jangan lupa untuk keperluan banking. Semua ada di smartphone BCA, Mandiri, Maybank, OCBC NISP, CIMB Niaga, Danamon, Permata, HSBC, Standard Chartered dan entah yang mana lagi.

Kemudian supaya tak ketinggalan berita di mana-mana. Ada aplikasi portal berita Kompas, Detik, Apakabar, dan entah apa lagi.

Tidak boleh ketinggalan ikut Group Whatsapp (sekarang sepertinya yang paling banyak dan paling populer). Group TK, SD, SMP, SMA dan universitas adalah wajib. Mengenang masa-masa sekolah (walaupun sudah buanyak yang lupa wajah dan nama teman-teman SMA dan kuliah, apalagi teman TK, sudah samar-samar ingatnya). Belum lagi group gereja, group masjid, group pengajian, group PKK, group RT-sekian-RW-sekian, group koor gereja, group tennis, group yoga, group aerobic, group pilates, group fitness, group sepedaan, group motor gede, group golf, group kantor, group departemen kantor, group divisi kantor, group makan siang kantor. Nah untuk mami-mami (dan ada juga papi-papi), untuk memantau tugas dan PR anak, ikut juga group kelas anak pertama, group kelas anak kedua, group kelas anak ketiga dan seterusnya. Yang dibahas bukan semata urusan sekolahan anak, di group seperti ini bisa membahas mau sarapan bareng di mana setelah antar anak ke sekolah, janjian fitness bareng, janjian ke salon bareng, janjian manicure-pedicure-creambath bareng. Ada juga yang hobi ngrasani anak di kelas sebelah, yang bisa berlanjut ke duel jambak-jambakan antara dua mami, satu tidak terima anaknya dirasani, yang satu bertahan nyolot. Tak berapa lama, foto duel jambak-jambakan akan beredar dari satu group ke group yang lain di sekolah tersebut dan menyebar ke group-group sekolah lain.

Supaya tidak ketinggalan urusan politik, group Facebook dan Whatsapp untuk Pilkada sudah jelas wajib juga. Group lovers dan haters calon gubernur atau kepala daerah tertentu, lovers atau haters partai politik tertentu, kudu juga jadi follower figur-figur ‘wah’ (politisi, kepala daerah, pemusik, penyanyi dan banyak lagi).

Belum lagi urusan game. Berbagai jenis game baik yang offline ataupun online. Jangan lupa streaming untuk yang hobi nonton serial Jepang, Korea, Mandarin, silat, misteri, CI, debat Trump – Hillary, dan masih banyak lagi.

Tujuh e-mail accounts di smartphone‘nya. Tiga Gmail (pekerjaan, milis dan pribadi), dua di Yahoo, satu di Hotmail dan satu e-mail kantor.

Yang sangat menarik khusus untuk pengguna smartphone di Indonesia adalah: SANGAT RELIJIUS. Aplikasi kitab suci dari agama masing-masing ter’install di smartphone masing-masing. Renungan harian agama masing-masing tak ketinggalan, kotbah atau tafsir harian agama masing-masing juga kudu ada. Bukan saja agama sendiri, agama lain pun kadang di’install untuk mencari persamaan, perbedaan, untuk kemudian dibahas, diperdebatkan, didiskusikan di group-group Whatsapp tadi itu. Jika ada yang menemukan ‘kelemahan’ ayat kitab suci agama lain, dengan serta merta gembira ria mem’posting screenshot ayat tersebut beserta pembahasannya selayaknya sudah seperti ahli tafsir agama, pendeta, pastur, kyai atau ustadz di group masing-masing.

Overdosis agama

Overdosis agama

Tak lupa berdoa di Facebook, menyapa Tuhan di Facebook dan Twitter, mengucap syukur kepada Tuhan di Facebook dan Twitter, curhat kepada Tuhan di Facebook dan Twitter, janjian selingkuh sambil berdoa supaya tidak ketahuan di private inbox, ngrasani si A, si B di chatroom Facebook, dapat kontrak besar mengucap syukur kepada Tuhan sembari screenshot atau foto kontrak di’posting di Facebook dan Twitter, kena tipu belanja online juga curhat di Facebook.

Hadeeehhh…mau baterai dengan kapasitas berapapun, di tangan pengguna smartphone di Indonesia ya tidak bakalan ada yang tahan lama…memang hanya ada di Indonesia…

Ada yang mau menambahkan? Silakan tambahkan di komentar ya…

 

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

51 Comments to "Orang Indonesia Paling Eksis dan Paling Relijius Sedunia"

  1. Alvina VB  20 November, 2016 at 05:27

    Mbakyu Lani: Sudah di indonesia kah? Masih ngantri dan banyak yg mau pindah ke Canada mbak…semoga yg pindah dari US bukan kaum gemblung….hadoh…nanti kebanjiran org yg gak genah….refotttt….
    JC: Tuch kan si Trump ngoceh2 kl kekuatan social media dia (twitter, FB) memainkan peran kunci dari kemenangannya dia. Ini link dari wawancaranya ttg hal tsb:
    http://www.cbsnews.com/news/president-elect-trump-says-social-media-played-a-key-role-in-his-victory/

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *