Berkah Pertemuan Tanpa Sengaja

EA Inakawa

 

Sungguh, pertemuan di minggu ini adalah hal yang tidak terbayangkan, sebuah pertemuan yang kemudian membawa banyak kebaikan.

***(Photo Kubah Masjid setelah dicat dengan cat Merk ALTIS, paduan Kubah Hitam dan Kuning Emas warna tiang dipucuk kubah menjadikan kubah Masjid Raya sedemikian Megahnya, sebelumnya sejak berdiri warna Tiang dipucuk Kubah adalah warna hitam)

***(Photo Kubah Masjid setelah dicat dengan cat Merk ALTIS, paduan Kubah Hitam dan Kuning Emas warna tiang dipucuk kubah menjadikan kubah Masjid Raya sedemikian Megahnya, sebelumnya sejak berdiri warna Tiang dipucuk Kubah adalah warna hitam)

Saat menikmati breakfast di pelataran Boulevard di sebuah Restoran Mie Shanghai La Mien di Cemara Asri Medan, secara kebetulan kami bertemu dengan Bapak Oloan Topas dan Bapak Philip Laibahas yang merupakan Pengusaha Tionghoa asal kota Pematang Siantar.

Sepertinya mustahil kalau bukan karena campur tangan Tuhan kedua pengusaha tersebut menyampaikan kepada saya ingin memberi sumbangan untuk masyarakat Muslim di Medan dan minta ide kemana sebaiknya mereka salurkan.

Sesaat setelah berpikir sejenak, saya usulkan sebuah nama: Masjid Raya Al Mashun Medan, kebetulan saya mengenal pengurus/kenaziran Masjid Raya tersebut, Yang Mulia Tengku Hamdy Osman Delikhan Al Haj gelar Tengku Raja Muda Deli dari Kesultanan Deli dan Puteranya Tengku Arif Delikhan Pilihan saya kenapa harus ke Masjid Raya Al Mashun, sebab setiap kali saya pulang cuti dari Afrika, saya  melihat Kubah Masjid tersebut telah memudar warna catnya.

Pilihan kami terhadap perbaikan khusus Kubah Masjid Raya ini yang dibuat dengan arsitektur khas Turkey, mengingat MEGAH nya Masjid Raya Al Mashun tersebut saat kita memandang ke atas, baik dari dekat maupun dari kejauhan simpang 4 YUKI, betapa uniknya sajian tamasya Islami hasil perpaduan antara arsitektur Timur Tengah – Spanyol dan India yang dirancang oleh arsitek Belanda Van Erp (arsitek yang merancang Istana Maimoon) dan kemudian proses penyelesaiannya dilanjutkan oleh JA Tingdeman/ Dingemans, bangunan ini memiliki ukuran lantai 5000 M2 dengan 1 Kubah Utama dan 4 Kubah pendamping dibahagian sayap Utara dan Selatan, Timur dan Barat dengan bentuk simetris segi delapan yang disesuaikan dengan arsitektur Masjid Kuno Tmur Tengah dimana aula utama disediakan sebagai tempat berdoa dan 1 kubah untuk tempat berwudhu yang terletak di luar Masjid Raya.

Sebagai Pusaka Zaman Kesultanan Deli, Masjid Raya Al Mashun ini merupakan saksi sejarah betapa hebatnya Suku Melayu sang pemilik dari Kesultanan Deli ini pada masa Raja Raja Deli masih menjadi Penguasa.

Setelah mencoba menyampaikan maksud baik dari kedua pengusaha Tionghoa yang ingin bersedekah tersebut kepada Tengku Raja Muda dan Puteranya Tengku Arif, kemudian kamipun bertemu di office Masjid Raya Medan seusai sholat Jum’at.

***(photo bersama Raja Muda Tengku Al Hamdi Delikhan, no 3 dari kanan, Bp. Oloan Topas no 4 dari kanan dan Bp. Philip Laibahas No. 2 dari kiri)

***(photo bersama Raja Muda Tengku Al Hamdi Delikhan, no 3 dari kanan, Bp. Oloan Topas no 4 dari kanan dan Bp. Philip Laibahas No. 2 dari kiri)

Dalam pemikiran saya agar sedekah kedua pengusaha Tionghoa ini menjadi berkah, kami mencari merk cat terbaik yang bisa tahan lama, cantik dan indah dipandang mata setiap kali berkunjung/sholat di Masjid Raya tersebut.

Akhirnya pilihan kami jatuh ke cat Merk ALTIS, yang merupakan cat tembok, cat kayu dan besi, dengan weather Protection bermutu tinggi terbuat dari 100% bahan acrylic untuk pemakaian luar, formula triple protection yang mengandung tehnologi colour lock yang mampu mencegah warna dinding luar rumah tidak cepat memudar akibat sinar ultra violet, Dirt Guard nya yang terbuat dari latex khusus mampu mencegah kotoran tidak melekat pada dinding dan membuat noda mudah luntur saat hujan turun. Dengan Fungus guard yang memberi perlindungan dari serangan jamur dan lumut selama sekurang kurangnya 5 tahun, weather Protection membantu menjaga Kubah Masjid tetap terlihat segar dan bersih dari waktu kewaktu, uniknya cat Merk ALTIS ini, untuk cat minyak yang kami pakai campuran pengencernya cukup dengan memakai AIR saja, tidak perlu campuran tirpentin seperti cat minyak pada umumnya, tidak meninggalkan bau/aroma cat seperti lazimnya yang selama ini kita alami, sehingga bagi yang allergy terhadap cat baru, tidak perlu takut.

Singkatnya Ceritera dan Peristiwa cat mengecat ini, …. .

Pekerjaan pengecatan kemudian kami tenderkan pada tgl 05 Agustus 2016 dan diselesaikan pada 05 Oktober 2016, hasilnya sungguh indah luar biasa, menara Kubah Masjid yang sakral itu terlihat Megah Berkilat dengan warna gagak hitamnya, mengingat cat yang dipergunakan untuk pengecatan Kubah Masjid tersebut memakai cat Merk ALTIS, ada sedikit pro dan kontra terhadap perubahan warna yang kami lakukan di tiang pucuk Kubah Masjid yang selama ini Hitam kami ganti menjadi warna ALTIS Kuning Emas, ternyata setiap perubahan itu harus dilaporkan ke dinas terkait mengingat Masjid Raya ini merupakan Ikon kota Medan dan tercatat sebagai Cagar Budaya Indonesia sehingga tidak boleh sembarangan melakukan berbagai perubahan aslinya.

Bagi masyarakat muslim kota Medan keberadaan Masjid Raya Al Mashun ini merupakan sebuah kebanggaan tersendiri, berdiri pada pada tanggal 21 Agustus 1906 dan selesai 3 tahun kemudian pada tanggal 10 Sept 1909, pembangunan ini diprakarsai atas ide dari Sultan Deli Ma’mun Al Rasyid Perkasa Alam, dan diminggu yang sama langsung dipakai untuk pelaksanaan sholat Jum’at pertama, seluruh biaya pembangunan Masjid Raya ini menghabiskan biaya sebesar 1 Juta Gulden.

Sultan Deli sengaja membangun Masjid Kerajaan ini dengan Megahnya, sebab menurut prinsip Sultan Deli, kemegahan sebuah Masjid Raya harus lebih di Utamakan dibandingkan kemegahan Istana Sultan yaitu “ISTANA MAIMOON”

Pendanaan pembangunan masjid ini dibiayai sendiri oleh Sultan Deli, tetapi terbetik juga bahwasanya Tjong A Fie, seorang Kapitan yang diangkat pada tahun 1911, Pengusaha, Politikus dan Tokoh dari etnis Tionghoa Medan yang sepaham dengan pemikiran Sultan Ma’mun Al Rasyid, turut ber infak mendanai pembangunan Masjid Raya Al Mashun ini. Dengan Rekomendasi Sultan Deli, Tjong A Fie diangkat menjadi anggota Gemeenteraad (Dewan kota) dan Cultuurraad (Dewan Kebudayaan) kota Medan, sekaligus menjabat penasihat pemerintah Hindia Belanda untuk urusan Tiongkok.

Kalau ditarik benang halus sebuah sejarah, apa yang dilakukan oleh Bapak Oloan Topas dan Bapak Philip Laibahas sebagai etnis Tionghoa Siantar Lang yang besar di Medan, yang leluhurnya ber-asal dari Guangdong sebuah propinsi yang sama dengan asalnya Tjong A Fie yang ber empati dan ikut peduli untuk melestarikan ikon kota Medan tersebut berarti amal baik kedua pengusaha Tionghoa tersebut adalah sama dengan mengulang sejarah sebagaimana kebaikan yang sudah dilakukan oleh Tjong A Fie pada masa itu yang selalu berpedoman kepada 3 Budi : Jujur – Setia dan Bersatu dan prinsif “Di mana Langit Dijunjung  Di situ Bumi Dipijak” sungguh kebaikan itu hal yang luar biasaaaaa.

Semoga kepada Bapak Oloan Topas dan Bapak Philip Laibahas akan selalu menjadi individu yang selalu menerima Karomah dan Barokah, senantiasa diberikan berkah umur, kesehatan, kebahagian keluarga dan kesuksesan dibidang usahanya, dan terima kasih juga kepada Yang Mulia Tengku Raja Muda Delikhan beserta puteranya Tengku Arif Delikhan yang sudah membuka pintu hatinya untuk beramahtamah kepada kami, semoga Allah SWT senantiasa memelihara kesehatan beliau berdua dan keluarganya, amiin.

 

Medan, 20 Oktober 2016

Salam Setepak Sirih Sejuta Pesan : EA. Inakawa

 

 

20 Comments to "Berkah Pertemuan Tanpa Sengaja"

  1. Ulfa irmayani  11 June, 2017 at 21:41

    Asalamualaikum
    Apakabar Pak
    Salam setepak sirih sejuta pesan dari saya…ex kwartapati..moga masih ingat y Pak..
    *ulfa_kasir

  2. J C  16 November, 2016 at 16:35

    Medan selalu mendapat tempat tersendiri di hati kami sekeluarga…

  3. EA.Inakawa  8 November, 2016 at 08:01

    @Faisal : Terima kasih adinda Ical sudah mampir sesaat di Baltyra,kalau sempat silakan bergabung bersama kami…..

  4. Ahmad Faisal  4 November, 2016 at 10:30

    Benar Bang,rasanya mustahil kalau semua itu terjadi tanpa campur tangan Tuhan YME,salam kompak anak Medan : Faisal Sitorus

  5. EA.Inakawa  4 November, 2016 at 08:04

    @ Pak DJ : Hidup ini sesungguhnya memang “Indah & Sederhana” , Matur Nuwun atas apresiasinya, salam sehat selalu buat Pak DJ & Fam di Mainz

  6. Dj. 813  4 November, 2016 at 02:08

    Sungguh sangat indah .
    TUHAN telah memakai anda untuk menjadi saluran BERKAT .
    Itu semua Dj yakin, karena kemurahan TUHAN semata .

    Jangan berhenti untuk berbuat kebaikan .
    TUHAN sendiri yang akan menyediakan segalanya .

    Salam Sejahtera dari Mainz

  7. aili  3 November, 2016 at 13:46

    Luarrr Biasa Bang EA … semoga abang mendapat Rahmat dari Allah Swt .. Aamiin Yra

  8. EA.Inakawa  3 November, 2016 at 07:47

    @alvina Van Boomer : saya sekarang mobile alvina, dan sampai saat ini masih bertugas di Afrika. salam sehat

  9. Alvina VB  3 November, 2016 at 01:26

    Thanks for sharing the story bung Erfan! Masih tugas di Congo kah?

  10. Lani  2 November, 2016 at 12:28

    EA Inakawa: waaaaaaaah penculise curang! ndak berani didepan camera ngumpettttttttt…………jangan2 takut krn begitu gantengnya nanti para srikandi Baltyra pd kepincut hahaha………..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.