Menggali Passion Menulis Cerpen

Handoko Widagdo – Solo

 

Judul: Menggali Passion Menulis Cerpen Dengan Cerpen Gram
Penulis: Peng Keng Sun dan Lusi Hidayati
Tahun Terbit: 2016
Penerbit: Elex MediaKomputindo
Tebal: xiv + 108
ISBN: 978-602-02-9285-4

passion-menulis

 

Tidak ada penulis yang berhasil tanpa berlatih. Penulis sehebat Maupassant pun perlu berlatih sejak kecil sehingga ia menjadi seorang penulis hebat. Maupassant dipaksa oleh guru menulisnya untuk melakukan pengamatan selama 2 jam hanya untuk menulis tentang detail sebuah pohon. Ia dilatih setiap hari untuk menjadi seorang penulis yang cermat sekaligus indah tulisannya. Tidak beda dengan Koesalah Toer, adik penulis terkenal Pramoedya Ananta Toer. Koesalah dilatih oleh abangnya dalam menulis.Berkali-kali tulisan Koesalah dikomentari dan diberi masukan oleh Pram, sebelum Koes menjadi penulis yang karyanya dihargai oleh pembaca di Indonesia dan di negara manca.

Selain berlatih, ketekunan menulis adalah sebuah keharusan jika ingin berhasil. Suparto Brata dan Rosihan Anwar mendisiplinkan diri untuk selalu menulis setiap hari. Suparto Brata menarget dirinya menulis minimal 8 halaman sehari. Sedangkan Rosihan Anwar menyampaikan bahwa untuk menjaga sense tulisannya, ia selalu menyempatkan diri untuk menggunakan mesin ketiknya setiap hari.

Buku kecil berjudul “Menggali Passion Menulis Cerpen dengan Cerpen Gram” ini sungguh sangat menarik. Buku ini memberikan panduan langkah demi langkah bagi para pemula yang ingin menulis cerpen. Alih-alih membahas panjang lebar teori menulis cerpen, buku ini langsung mengajak pembacanya untuk memraktikkan bagaimana sesungguhnya menulis cerpen.

Mula-mula pembaca diajak untuk berlatih Cerpen Gram bagian per bagian. Ada enam bagian cerpen gram yang dilatihkan, yaitu:

(1) topik dan judul serta nama, profil dan perilaku,

(2) penampilan fisik dan asesori,

(3) pembuka, narasi dan penutup, dan perkenalan, konflik, klimaks, anti klimaks dan penyelesaian,

(4) dialog, monolog dan deskripsi,

(5) imajinasi dari gambar dan foto,

(6) inspirasi dari lirik lagu.

Di setiap bagian buku ini diberikan penjelasan singkat dari topik yang dibahas dan kemudian diberikan contoh dan lembar latihan. Hasil latihan yang dikumpulkan bisa menjadi bahan bagi seseorang yang akan menulis cerpen secara utuh. Bukankah Mochtar Lubis mencatat hal-hal yang ditemuinya sehari-hari dalam buku hariannya dan menjadikannya bahan untuk menulis cerita-ceritanya? Bedanya, jika Mochtar Lubis hanya mencatat hal-hal yang menurut beliau bisa menjadi bahan tulisan, buku ini menganjurkan para pemula untuk berlatih dan menyimpan hasil latihannya.

Di bagian akhir, pembaca disuguhi cara bagaimana merangkai hasil latihan menjadi sebuah cerpen utuh. Mulai dengan menulis cerita singkat, mengembangkannya dan kemudian mengeditnya. Sekali lagi, pada bagian akhir ini, paparan singkat, contoh dan latihan tetap disajikan bagi pembaca yang ingin menjadi seorang penulis cerpen yang berhasil.

Buku kecil ini hadir di tengah-tengah kritik terhadap pelajaran Bahasa Indonesia di sekolah yang kurang menarik. Pelajaran Bahasa Indonesia lebih mengutamakan melatih siswa untuk menjadi ahli bahasa daripada menjadi pengguna bahasa. Tekanan kepada aspek linguistik yang masif membuat anak-anak kurang berhasil belajar Bahasa Indonesia. Anak-anak kurang mendapat kesempatan untuk menggunakan bahasa secara lisan dan tulisan. Meski tidak secara khusus ditujukan bagi pelajaran bahasa di sekolah, namun buku ini memberi altiernatif bagi guru untuk membuat anak menggunakan bahasa dalam menuang gagasannya.

 

 

About Handoko Widagdo

Berasal dari Purwodadi, melanglang buana ke berpuluh negara. Dengan passion di bidang pendidikan, sekarang berkarya di lembaga yang sangat memerhatikan pendidikan Indonesia. Berkeluarga dan tinggal di Solo, kebahagiaannya beserta istri bertambah lengkap dengan 3 anak yang semuanya sudah menjelang dewasa.

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Menggali Passion Menulis Cerpen"

  1. Mugi Priatin  13 February, 2019 at 12:58

    Sangat menginspirasi …. Saluuuut

  2. Tri handayani  17 September, 2018 at 19:39

    Luarbiasa…artikel bapak yang singkat namun memiliki makna yang mendalam, mudah dipahami dan mengerti jadi tambah semangat membuat cerpen ..biar menghasilkan cerpen yang bermutu dan unggul..mksh pak…saya tunggu artikel berikutnya

  3. Tri handayani  17 September, 2018 at 19:10

    Luarbiasa…artikel bapak yang singkat namun memiliki makna yang mendalam, mudah dipahami dan mengerti jadi tambah semangat membuat cerpengram ..biar menghasilkan cerpen yang bermutu dan unggul..mksh pak…saya tunggu artikel berikutnya

  4. J C  16 November, 2016 at 16:36

    Ayo terus menulis…

  5. Handoko Widagdo  4 November, 2016 at 11:19

    Kangmas Djoko dan James, buku kecil ini bagus dipakai oleh para guru untuk mengajari siswanya berlatih menulis cerpen.

  6. James  4 November, 2016 at 04:43

    Menggali para Kenthirs agar muncul

  7. Dj. 813  4 November, 2016 at 02:03

    Terimakasih mas Handoko .
    Dj juga latihan terus . . .
    Hahahahahahaha . . . ! ! !

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.