Panggung Pak Mantan

Chandra Sasadara

 

Publik Medsos memang nyinyir dan reseh. Sebagai seorang mantan presiden RI ke 21 wajar jika beliau memberikan masukan kepada Menkopolhukam dan Wapres RI sekarang tentang penanggulangan demonstrasi yang akan dilakukan pada 4 November. Beliau punya pengalaman di militer sekaligus pengalaman sebagai menteri dan presiden, jadi apa salahnya datang dan memberikan nasehat kepada pemerintah sekarang.

jokowi-sby

Yang sungguh keterlaluan adalah tuduhan bahwa Pak Mantan main politik dua kaki. Satu sisi beliau sangat berkepentingan dengan demontrasi 4 November, sisi yang lain beliau harus menunjukkan simpati kepada pemerintahan sekarang yang tidak berhenti dirundung permasalahan. Kedatangan beliau yang penuh semangat, lebih cepat 15 menit ke Menkopolhukam adalah bentuk simpati tersebut. Tapi klean tuduh itu sebagai tindakan mencari panggung karena Om Kowi lebih memilih datang ke Hambalang.

Penjelasan runut dan rinci di Pendopo Kasunanan Cikeas juga klean bilang “curhat lagi-curhat lagi”. Padahal beliau bermaksud ikut mendinginkan situasi politik pra-4 Nov. Klean bilang pidatonya hanya berisi “lebaran kuda”, padahal Pak Mantan juga menjelaskan tentang gawatnya NKRI jika Om Kowi tidak merespon demonstran 4 November. Sebagai jenderal, beliau tahu persis situasi apa yang sedang dihadapi oleh Om Kowi saat ini, saking gawatnya sampai beliau menggunakan istilah “negara bisa terbakar”.

Quote Prabu: "Jika Ahok tidak mundur, sampai lebaran kuda anak saya tidak bisa jadi governor"

Quote Prabu: “Jika Ahok tidak mundur, sampai lebaran kuda anak saya tidak bisa jadi governor”

Klean juga mempertanyakan pernyataan beliau: “Banyak di dunia ini, mereka yang rela mengorbankan jiwanya demi akidah”. Klean bilang: “kok tiba-tiba Pak Mantan bicara akidah, apa sudah tak ada isu lain untuk merebut simpati?”. Sejujurnya aku geleng-geleng kepala dengan pertanyaan klean itu, apa salahnya Pak Mantan bicara tentang akidah? Warga Medsos memang aneh!

Yang aku tidak mengerti, klean bilang Pak Mantan panik. Panik gemana? Aku yakin Pak Mantan tidak akan panik hanya karena petahana memiliki elektabiltas di atas anaknya. Apalagi itu hanya hasil survey! Sebagai politisi senior pasti ada segudang siasat untuk bisa mengalahkan petahana.

Namun sejujurnya aku tidak yakin kalau beliau sekarang tidak sedang memikirkan 4, hampir 5 hal di bawa ini:

1) Ancaman Om Kowi untuk membawa 34 kasus pembangkit listrik yang mangkrak sejak 7 dan 8 tahun lalu ke KPK;

2) Bola salju kasus Hambalang dan E-KTP, mengingat mulut Si Nazaruddin yang bocor dan berlagak seperti anggota komisioner KPK yang rajin bongkar-bongkar korupsi;

3) Hilangnya dokumen resmi Kasus Pembunuhan Munir dan usulan pembentikan tim untuk mengusut hilangnya dokumen itu;

4) Banyaknya kader partainya yang masuk bui karena kasus korupsi;

5) Dan tentang…ahh lupakan, hanya tentang mantan napi yang mau curhat.

 

Meminjam kalimat Cak Nun, “4 November adalah rakaat pertama”. BENARKAH?

Nuun walqolami wama yasturun. Wa Allahu muwafiq ila aqwami thariq

 

 

17 Comments to "Panggung Pak Mantan"

  1. J C  16 November, 2016 at 16:39

    Setiap tahun tanggal 4 November akan diperingati sebagai Hari Lebaran Kuda…

  2. Lani  10 November, 2016 at 08:53

    Al: itulah Indonesia………tdk bisa melepaskan yg jelek2 masa lalu……msh saja digondeli kenceng2………klu yg baik2 ndak apa klu yg jelek buang donk sejauh mungkin……….

  3. Alvina VB  10 November, 2016 at 03:06

    Apa rakyat Indonesia masih tahan sama kelakuan pejabat2 Orba? US aja dah bosennnn banget sama muka2 lama – Bush dan Clinton era dah kelar….Indonesia masih demen yak bulak-balik dipermainkan sama muka2 lama yg ganti jubah doang atau ganti penampakan kelihatannya generasi/muka baru ttp tetep yg main di belakang layar ya muka lama juga, cek..cek….Rakyat mustinya tambah cerdas….jangan dipermainkan sama org2 yg dah jadi mantan…..mantan pres, mantan mentri, mantan pejabat XYZ dan mantan2 yg lainnya, he..he….

  4. James  8 November, 2016 at 08:32

    kemarin 7 Nopember ada Rumour bahwa si Beye mendanai Demo 4 November lalu, semakin kelihatan belangnya tuh

  5. Dj. 813  8 November, 2016 at 00:40

    Bung Chandra Sasadara . . .
    Points 1 sampai 5 sangat benar .

    Sebagai seorang ayah, siapa sih yang tidak ingin anaknya menang .
    Walau sebenarnya, yang anak sudah mencapai prestasi di meliter .
    Sayang sekali,malah ditinggalkan demi politik ayah nya .
    Padahal nantinya sang anak juga masih banyak kesempatan untuk masuk kedalam
    dunia politik, setelah jadi Jendral sepertisang ayah .
    Nah, disini yang orang berpikir, ada apa kok sekarang . . . ? ? ?
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam Damai dari Mainz .

  6. James  6 November, 2016 at 08:48

    Panggung Pak Mantan (Beye) di Kolong Kandang Kebo diperumahan Coyote, sangat jelas kelihatan belangnya sekarang

  7. Lani  5 November, 2016 at 10:17

    James: BY ketakutan sendiri krn borok2 yg telah dilakukan dimasa lalunya makane dia mengorbankan anaknya yg sdh sgt bagus dan pas di TNI utk maju jd Gub sbg tumbal utk nutupi aibnya sendiri……….sebentar lagi bakal rame krn TPF Munir ilang, dihilangkan, menghilang wah aneh tp nyata banget……..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *