[Oase Hidup Malaikat Kecil] OMK Membaca Alkitab

Angela Januarti Kwee

 

 “Iman itu tumbuh lewat mendengar, maka dibutuhkan pewarta. Kalau kita tidak rajin membaca Alkitab (tidak mengenal Yesus) secara mendalam, bagaimana kita mau mewartakan tentang diri-Nya?” itulah penggalan pesan yang kudapatkan ketika mengikuti NGOPI (Ngobrol Pintar) dengan tema OMK dan Katekese Orang Muda. NGOPI merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Indonesian Youth Day (IYD) 2016 yang berlangsung di Manado.

Pembicara utama NGOPI ini adalah Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM (Uskup Bogor). Di sela presentasinya, Mgr Paskalis menceritakan pengalaman bersama umat di keuskupan membuat grup WhatsApp membaca Alkitab. Tidak hanya Orang Muda Katolik (OMK) yang terlibat, para umat dan biarawan juga bersemangat ambil bagian.

(Sesi Ngobrol Pintar bersama Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM)

(Sesi Ngobrol Pintar bersama Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM)

Mendengar kisah yang diutarakan Mgr, aku dan teman-teman kelompok (OMK Keuskupan Sanggau dan Sintang) tertarik untuk membentuk grup yang sama. Ketika sesi diskusi, Mgr berkeliling dan datang ke setiap kelompok. Aku membuka perbincangan dan mengutarakan niat kami. Respon Mgr sangat positif. Segera Mgr memberikan nomor handphone agar bisa bergabung dengan grup membaca Alkitab yang akan kami bentuk.

(Perwakilan OMK Keuskupan Sanggau dan Sintang bersama Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM)

(Perwakilan OMK Keuskupan Sanggau dan Sintang bersama Mgr Paskalis Bruno Syukur, OFM)

Tiga hari kemudian (8/10/2016), aku mulai mengirim pesan kepada Mgr mengenai ide membuat grup. Karena baru dan belum berpengalaman, aku meminta Mgr membimbing kami. Grup ini memerlukan seorang admin yang membantu merekap status tuntas para anggota grup. Tiap anggota akan melapor bila sudah selesai membaca setiap bab. Kitab yang dipilih juga sesuai kesepakatan. Grup kami diberi nama OMK Membaca Alkitab. Anggotanya terdiri dari Mgr, Pastor, Frater, OMK dari Keuskupan Sanggau, Sintang, Kakaskasen (Tomohon), Bogor dan Samarinda. Kami sepakat mulai membaca Kitab Amsal (Perjanjian Lama) dan Matius (Perjanjian Baru). Kedua kitab ini dipilih karena bacaannya lebih ringan bagi OMK. Intinya kami ingin memastikan OMK membaca dengan sukacita dan tanpa beban.

membaca-alkitab-3

Ketika grup ini mulai berjalan, aku mendapati banyak OMK bersemangat mulai membaca Alkitab di sela aktivitas sehari-hari mereka. Sesekali mereka menyisipkan kutipan menarik dari bab yang dibaca. Lia, OMK dari Paroki Rawak Keuskupan Sanggau mengungkapkan pengalamannya, “Semakin ke sini rasanya semakin jatuh cinta dengan Firman Tuhan. Thanks ya admin sekarang jadi semangat baca Alkitab.”

Ada pula Dora OMK Paroki Sosok Keuskupan Sanggau yang berkata “Sambil di perjalanan. Daripada cuma tidur, saya baca Alkitab. Mudah-mudahan bisa semakin rajin baca Firman Tuhan. Meskipun awalnya cuma baca, dan setelah membaca tidak ada yang diingat. Sekarang mulai dibaca lebih dalam lagi. Semoga tetap semangat ya teman-teman.” Jun dari Paroki Kakaskasen, Manado juga berbagi pengalamannya. “Banyak hal yang bisa dipelajari dari grup ini. Senang bisa bergabung. Berusaha meluangkan waktu ditengah kesibukan. Tetap berusaha baca Kitab Suci.”

Semangat membaca Alkitab di grup ini, ternyata menginspirasi Ketua Komisi Kepemudaan Keuskupan Sanggau (Komkep KESA), RD. Hernimus L. Maing membuat grup khusus OMK KESA. Menurutnya sangat menyenangkan membaca Kitab Suci bersama dalam grup. Jadi, grup khusus tersebut bisa menjadi stimulus untuk OMK KESA agar mulai membaca Alkitab. Ide yang diutarakan dalam grup OMK Membaca Alkitab disambut baik oleh Mgr Paskalis. “Baguslah Pastor Hernimus. Dampingilah para OMK berupa ikut grup baca bersama Kitab Suci. Senang sekali bila ada grup OMK KESA.”

Hanya selang lima hari dari dibentuknya grup OMK Membaca Alkitab, kami mulai membentuk grup OMK Kesa Membaca Alkitab. Di grup ini Mgr Paskalis tetap berpartisipasi untuk memberikan bimbingannya. Antusias para OMK Kesa membuat admin sempat kerepotan merekap status tuntasnya. Mereka bisa membaca lebih dari satu bab setiap hari. Membaca Kitab Suci mereka lakukan di mana saja dan kapan saja (tiap ada kesempatan), bahkan menunggu antrian sekalipun. Seorang OMK yang paling bersemangat adalah Fernandes, hanya dalam 10 hari ia sudah selesai membaca dua kitab. Ketika kami semua mengungkapkan rasa salut dengan semangatnya, ia berkata bahwa dirinya tergolong lambat karena Alkitab yang ia gunakan dibawanya dari Timur Leste sejak 20 tahun silam dan baru kali ini ia bisa selesai membaca dua kitab karena bergabung dengan grup membaca Alkitab.

membaca-alkitab-4

Aku teringat pesan Mgr Paskalis ketika grup OMK Kesa Membaca Alkitab mulai dibentuk, Mgr berpesan : “Berilah wajah baru Gereja Katolik: wajah Gereja yang OMK-nya bersemangat membaca Alkitab setiap hari. Tiada hari terlewatkan tanpa baca Firman Tuhan. Jangan biarkan matahari terbenam sebelum Firman Tuhan dibaca. Wajah Gereja yang baru ada di tanganmu. Buktikan: Kristus di dadaku, Injil di hidupku.”

membaca-alkitab-5

Terlintas sebuah mimpi besar bahwa kelak grup ini bisa menginspirasi banyak kamu muda, tidak hanya di lingkup keuskupan dan Indonesia. Berharap bisa Asia hingga dunia (Seperti adanya Indonesian Youth Day, Asian Youth Day, World Youth Day). One day I believe it will be true.

 

Tulisan ini juga terbit di sesawi.net : http://www.sesawi.net/2016/10/30/iyd-2016-manado-omk-membaca-alkitab-oase-hidup-malaikat-kecil/

 

 

About Angela Januarti Kwee

Tinggal di Sintang, Kalimantan Barat. Bersahaja namun sangat dalam memaknai kehidupan. Banyak sekali kegiatan yang berkenaan dengan kemanusiaan, kebhinnekaan dan wujud Indonesia yang plural. Menembus batas benua dan samudra membagikan cerita kesehariannya melalui BALTYRA.com

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "[Oase Hidup Malaikat Kecil] OMK Membaca Alkitab"

  1. Angela Januarti  29 November, 2016 at 16:51

    Terima kasih untuk James, pak Sumonggo, pak DJ, bu Lani, kak Alvina VB dan pak JC terima kasih untuk komentarnya, maaf baru bisa balas

  2. J C  16 November, 2016 at 16:40

    Selalu menyimak dan menikmati kesejukan artikel Angela…

  3. Alvina VB  10 November, 2016 at 00:27

    Angela: Thanks buat sharingnya, berarti di tempat kamu gereja Katolik ada kemajuan yg baik.Semoga gak cuman rajin membaca aja, ttp memperdalam dan menjalankannya, krn iman yg dibangun dari pengertian FT yg benar, kl tidak dijalankan akan mati.
    James: Hadir….

  4. Lani  8 November, 2016 at 07:20

    wakakakak……….kang Monggo……..

    James: kenthir kaga kemana-mana hanya krn libur kerja jd keluar masuk dan bersih2 jd ndak sempat buka Baltyra…………..

  5. Dj. 813  8 November, 2016 at 00:24

    Membaca Alkitab / Firman TUHAN , adalah sarapan setiap haru bagi
    jiwa kita .
    Jiwa yang tidak pernah diberi makanan, maka hakekatnya mati, walau kelihatan hidup .
    Salam Kasih dalam nama TUHAN .

  6. Sumonggo  7 November, 2016 at 14:03

    Membaca Baltyra = sarapan bagi jiwa-jiwa yang kenthir ….. ha ha …..

  7. James  7 November, 2016 at 13:11

    1….membaca Alkitab/Firman Tuhan = sarapan bagi Iman

    Para Kenthirs pada kemana yah? Halo semua

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.