Randoseru, Ransel Sekolah di Jepang

Dewi Aichi – Brazil

 

Ingin tahu lebih banyak mengenai ransel Jepang?

Randoseru ditulis dengan huruf katakana (ランドセル), sebab ini merupakan kata serapan atau bahasa asing yaitu ransel kalau ngga salah ini bahasa Belanda. Atau backpack bahasa Inggrisnya.

Di Jepang, anak sekolah wajib menggunakan randoseru untuk sekolah. Tas ransel ini bisa digunakan selama berada di sekolah dasar, dijamin tidak rusak. Sampai bosan ya istilahnya, ransel ini super kuat. Bahannya dari kulit. Di desain sangat bagus. Banyak sekali kaitan-kaitan di samping, sisi luar ransel. Gunanya untuk cantelan sepatu, minuman, payung, atau pelindung kepala berwarna kuning jika terjadi gempa.

randoseru

Di Jepang, anak-anak tidak akan pernah bisa memakai ransel yang bergambar super hero atau Cinderella etc. Wajib pakai randoseru. Semua seragam. Untuk anak laki, warna hitam atau biru tua, anak perempuan biasanya pink atau merah.

Di Brasil atau Indonesia ya sebaliknya, dimana pada umumnya orang tuanya atau si anak sendiri punya kebebasan memilih tas sekolah yang disukai, dan hampir dipastikan setiap tahun ganti.

Randoseru dibuat mulai abad 19, yang pada awalnya itu dipakai serdadu perang. Kemudian pada tahun 1885, pemerintah Jepang dan Gakushuin Elementary School mempunyai inisiatif untuk memakai randoseru sebagai kewajiban untuk semua pelajar Jepang di sekolah dasar.

Berapa harga randoseru?

Randoseru yang baik kualitasnya (hampir semua berkualitas bagus), harga paling rendah adalah 36.000 yen. Tapi masih banyak variasi harga, tergantung bahan, karena tingkat kualitas kulit juga bermacam-macam. Karena ada juga dari kulit sintetis.

Dulunya, biasa hanya bisa ditemukan randoseru dengan warna terbatas yaitu merah dan hitam saja. Tapi sekarang warna-warna baru sudah disediakan, pink, oranye, kuning, hijau, biru muda. Tapi kebanyakan warna tradisional masih menjadi pilihan.

Dimensi dan daya tahan randoseru

Randoseru biasanya berukuran 30 cm tingginya, 23 cm. panjangnya, 18 cm lebarnya . Berat randoseru sendiri kisaran 1-1,5 kg. Sangat ideal untuk menampung semua materi yang dibutuhkan saat sekolah. Sangat kuat.

Ada tradisi ketika memasuki tahun ajaran baru, kakek dan neneknya membelikan randoseru kepada cucunya, toh hanya sekali saja, karena randoseru bisa dipakai selama masa sekolah dasar atau bahkan lebih. Randoseru ada yang harganya sampai mencapai 700 dolar. Tapi masih ada banyak pilihan harga, sehingga tidak bikin pegel dompet.

Pada masa tahun ajaran baru, yang berlangsung bulan April, kita bisa membeli randoseru di alat perlengkapan sekolah atau departemennya store seperti Seibu, Isetan,Takashimaya, Marui dan Mitsukoshi.

Pembuatan randoseru tidak melalui mesin, tapi semua manual. Itulah kenapa harganya mahal. Dengan dikerjakan secara manual, kualitas randoseru sangat meyakinkan. Tau garansi tas ransel ini? Enam tahun, yaitu masa sekolah dasar. Hebat bukan?

Selain menjadi icon culture di bidang pendidikan, randoseru juga sangat dikenal di luar Jepang. Banyak lho orang asing yang beli randoseru. Mungkin sebagai kenang-kenangan atau memang akan dipakai untuk anaknya. Saya juga simpan randoseru sebagai kenangan, selain memang harganya yang mahal.

Sedang bagi bangsa Jepang sendiri, randoseru adalah sebuah kebanggaan, begitu seperti sistem pendidikan yang diterapkan di Jepang yang sangat dibanggakan. Walaupun hanya obyek sederhana, tapi mempunyai arti yang besar, yang sangat penting, terutama dalam culture pendidikan, karena randoseru mengawali dalam langkah pendidikan dasar anak bangsa.

Banyak sekali orang Jepang, begitu memasuki usia dewasa, tidak bisa melepas begitu saja karena serasa tas ransel itu bagaikan soulmate yang tak bisa dipisahkan karena telah bersama selama masa kanak-kanak. Ini adalah tentang sentimentil, atau perasaan, ikatan batin, yang merupakan bukti bahwa randoseru memberikan bekas yang mendalam di setiap hati orang yang memakainya.

 

 

About Dewi Aichi

Berasal dari Sleman Jogjakarta, saya blasteran (antar kelurahan maksudnya), happily married to a Brazilian guy. Dari Jogja merambah dunia. Pernikahan lintas benua adalah pilihannya. Setelah beberapa tahun di Distrik Aichi, Jepang, sekarang tinggal di Brazil bersama keluarga tercintanya. Tingkat sudrunnya setara dengan saudara-saudara sepersudrunannya seperti Nur Mberok, Elnino, Fire dan jelas Lani van Kona. Di sini saya bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa, saya hanya sekedar menulis apa yang saya rasakan, apa yang saya alami, dan apa yang menarik buat saya untuk ditulis. Jika ini bermanfaat untuk diri saya sendiri dan juga untuk teman-teman, saya sangat bersyukur

My Facebook Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

9 Comments to "Randoseru, Ransel Sekolah di Jepang"

  1. J C  16 November, 2016 at 16:40

    Komentar Lani… gubbrraaaakkk…

  2. Alvina VB  10 November, 2016 at 01:06

    Randoseru memang kualitasnya OK, ttp permasalahannya kl anak2 kecil bawa backpack yg berat dari masih kecil, perkembangan badannya bisa terganggu, terutama tulang punggungnya. Saya gak pernah kasih backpack waktu anak saya masih kecil dulu krn bawaan anak sekolah jaman sekarang yg buanyak, jadi berat euy….saya kasih anak saya backpack yg ada rodanya, jadi gak mengganggu tulang punggungnya, digerek aja lah….yg pegel paling tangannya aja, he..he….

  3. EA.Inakawa  8 November, 2016 at 07:44

    Bisa kebayang Mbak DA,kalau tas Randoseru ini dijamin tidak rusak & dijaga, bisa bertahan lama buat yang punya anak 6 berbaris rapat usianya, bisa dipakai bergantian selama +- 36 tahun,ehehehe salam sehat

  4. Lani  8 November, 2016 at 07:13

    DA: aku bacanya sambil nglindur Randoseru jd rondosaru wakakakakak……klalen makan pil hehehe

    James: sama kemana-mana back pack gemandhul dipunggung, krn modalnya hanya mersikil jd kemana-mana manggul back pack kkk

    Tp back pack ku selain berwarna warna dan gambarnya stype Hawaii kembang2

  5. Dj. 813  8 November, 2016 at 00:22

    Hallo mbak D A
    Terimakasih . . .
    Miriip di Jerman, semua itu kwalitas . . .
    Karena itu tas ranzel itu benar-benar sangat kuat .
    Di Jerman, merk ransel yang terkenal itu , ” SCOUT ”
    Bbenar sekali, anak-anak juga senang memilih ranzel yang bergambar
    HERO yang mereka dambakan .
    Juga soal warna, untuk anak laki-laki selalu biru dan anak perempuan selalu rosa .

    Jadi ingat saat anak Dj. pulang sekolah, dia tidak bawa ransel .
    Kami tanya, rupanya dia dalam perjalanan pulang mampir ke WC umum.
    Jadi ketinggalan di WC umum .
    Jadi ya sama saja, renzel baguspun, kalau hilang, ya harus beli lagi .
    Hahahahahahahahaha . . . . ! ! !
    Untung tidak jauh dari WC umum ada yang jualan Brezel .
    Dan penjualnya malah yang tanya, apa yang kalian cari . . . ? ? ?
    Ternyata ada yang menemukan dan menitipkan ke tukang jual brezel.
    Siapa tahu ada yang mencarinya .
    Namanya anak-anak . . .

    Salam manis dari Mainz .

  6. Sumonggo  7 November, 2016 at 14:08

    Wah kalau ranselnya terlalu awet, pabrik tas bisa kukut … ha ha ….

  7. Sumonggo  7 November, 2016 at 14:07

    Wah, kalau ranselnya terlalu awet, pabrik tas bisa kukut ….. ha ha ….

  8. James  7 November, 2016 at 13:01

    Saya selalu pakai backpack kemana pergi kalau tidak naik mobil,effisien kalau naik bis dan kereta api untuk bawa barang belanjaan

    Bagaimana para Kenthirs lainnya?

  9. triyudani  7 November, 2016 at 12:54

    Pengen punya randoseru.
    Tas anakku berkali 2 rusak.
    Bola bali hrs ganti.

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *