Kalau Sudah Besar Mau Jadi Apa?

Dian Nugraheni

 

Pertanyan itu lazim dilontarkan para orang dewasa kepada anak-anak kecil, dan kemudian dijawab oleh anak-anak sesuai dengan apa yang terbayang olehnya, tentu saja.

Sama denganku, waktu usia 4 tahunan, aku merasa begitu gegap gempita ketika melihat sepasang Temanten Jawa dengan baju kebesaran beledu warna hitam, dengan manten wanita di”corek” hitam pidih di dahinya, dan roncean kembang kuncup Melati, ditingkah dengan beberapa pucuk Kantil, dan bebungaan warna merah yang terayun panjang di sisi telinganya. Belom lagi “cunduk mentul”nya yang selalu berjumlah ganjil, belom lagi selopnya yang dipasang payet-payet berwarna keemasan. Sempurna..!!

Sungguh indah, mewah, dan meriah. Layaklah kalau disebut sebagai Ratu (dan Raja) Sehari…

Maka sejak saat itu kalau ditanya, besok kalau udah gede mau jadi apa, jawabku cuma itu-itu aja, “jadi manten..” Daan, juga habis itu selalu pengen jadi petugas pengipas manten, dan maunya ngipasin manten perempuan. Karena ya itu tadi, menurutku dandanan manten perempuan itu sangat indah, mewah, gegap gempita, dan bikin pengen dandan kayak begitu…Pokoknya obsesif banget sama penampakan manten perempuan.

Penampakan manten yang di mataku begitu istimewa itu, akan tetap nampak istimewa meski ratusan tetamu menghadiri dengan pakaian terbaik mereka. Entah yang bergaun, kain kebaya, atau apa pun, kemewahan pakaian para tetamu ini nampak masih jauh di bawah pakaian sang manten.

Tapi itu dulu..dulu kala bangeet…Soalnya di mataku, sekarang ini di Indonesia, banyak orang-orang sudah memakai pakaian yang sangat meriah sehari-hari, dengan juntaian kain yang beraneka warna, dengan hiasan bunga-bunga imitasi di kepala, dan seterusnya. Bagiku, yang jauh tinggal di Amrik, dan cuma liat-liat orang-orang yang berpakaian begitu sehari-hari lewat foto-foto yang diupload di medsos, kesannya cuma satu: meriah sangat.

Trus, aku ngebayangin, kalau ada yang jadi manten, trus yang kondangan semeriah itu, jangan-jangan mantennya ga keliatan, atau malah kalah pamor..he..he..

Kayaknya kalau mau jadi manten di Indonesia, dibalik aja deh, pakai pakaian manten yang paling bersahaja, sederhana, dengan warna yang enggak “meriah”, tapi tetep keren dan berwibawa..*biar ga sama-samaan dengan yang kondangan, maksudnya..he..he..*

right-outfit

_Sopo toh sing meh mantenan di Indonesia..? _

(Itu juga sebabnya, aku selalu menasihati anak-anakku ketika akan menghadiri pesta temannya ultah, “jangan pakai baju terlalu indah, jangan dandan terlalu cantik dan menyolok, kasih kesempatan temanmu yang ultah untuk menjadi yang tercantik, terbaik, dan paling gembira hari ini, sebab hari ini adalah hari istimewanya..)

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

8 Comments to "Kalau Sudah Besar Mau Jadi Apa?"

  1. J C  16 November, 2016 at 16:49

    Tulisan Dian selalu memikat…

  2. Lani  10 November, 2016 at 08:51

    Al: koreksi, tamunya ndak hanya seheboh pengantinnya klu bisa melebihi kehebohan sang pengantin=ratu sehari tsb………jor2-an

  3. James  10 November, 2016 at 04:47

    Ci Lani kan jadi Kenthirs Baltyra kan beken ? Krn santunnya wk wk wk muji diri

  4. Alvina VB  10 November, 2016 at 00:45

    James: ha…ha…..
    Dian: Kayanya kl masih kecil yg terpikir apa yg dilihat di depan mata aja.
    Tetapi betulan loh, di Indonesia itu kl kawinan sekarang tamunya bisa seheboh pengantinnya ya?

  5. Lani  9 November, 2016 at 13:14

    Dian: jawabanmu bikin aku senyum2 sendiri……….ditanya mau jadi apa kok jd temanten………mungkin krn kamu sering kondangan ya dan melihat temanten wanita………yg serba meriah, cantik, dgn balutan baju serta pernak perniknya……….

  6. Lani  9 November, 2016 at 13:13

    James: memangnya kenapa jd org spt para kenthirs? hahaha………aku salah satu kenthir jd ikut tersungging……..tersanjung pdhal hanya jd org kenthir kkkkkkkk

  7. James  9 November, 2016 at 05:05

    Yang penting jadi orang spt para Kenthirs aja

  8. awesome  8 November, 2016 at 11:51

    setuju!

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *