Amerika Pagi Ini (Anak-anak Patah Hati)

Dian Nugraheni

 

Lebih dari setahun lalu, Trump sudah merencanakan kemenangannya sebagai presiden Amerika, salah satunya adalah dengan membangun hotel yang nampak dari luar, sangat klasik, tapi tentunya hotel bertaraf internasional ini, sangat mewah, yang terletak di Pennsylvania Avenue, Washington, DC, hanya beberapa langkah dari Gedung Putih. Hotel itu, sudah direncanakan akan digunakan untuk menginap para tetamu yang akan menghadiri acara inaugurasi Trump, sebagai presiden.

Kali ini Amrik memiliki dua kandidat final, dari Republikan, Trump dan dari Demokrat, Hillary, yang secara nyata dua-duanya menampakkan keberatan-keberatan yang langsung bisa ditangkap oleh masyarakat awam. Dua-duanya seperti bikin enggan bagi orang buat milih. Tapi kalau melihat program, sejak awal kampanye pun aku sudah pernah bilang, program Trump lebih masuk akal dan fokus.

Bla..bla..bla…
Prediksi nasional, pastilah Hillary yang akan menang. Bagiku sih, meski secara program aku bilang Trump lebih fokus, tapi dengan adanya Hillary, setidaknya negara dan bangsa akan “aman”.

donald-trump

foxnews

Apalagi dengan gaya dan cara bicara Trump yang kasar, jorok, rasis, dan tidak mencerminkan keseharian orang-orang di Amrik, maka hal ini, terutama bagi anak-anak kecil, anak-anak sekolah, betapa sebuah contoh yang amat sangat buruk, dan tentu saja menakutkan, bahkan akan meninggalkan trauma bagi mereka yang pernah melihat Trump berorasi di tayangan TV. Maka anak usia 4 tahun pun bisa bilang, “he’s bad guy, I don’t think so I will vote for him..”.

Bla..bla..bla..sungguh..kulihat yang paling patah hati adalah anak-anak usia sekolah, termasuk Alma, pagi kemaren bilang padaku ketika aku mau berangkat kerja, “please suruh orang vote..vote..(Hillary)..”

Patah hati selanjutnya adalah, program yang sangat frontal dengan akan menutup border, garis batas antar negara, di mana biasanya orang-orang dari negara lain, menyusup. Kemudian rencana deportasi besar-besaran bagi teman-teman yang masih ilegal.

Si Mak, sementara masih aman, semestinya begitu, karena kami penduduk resmi di sini. Tapi kepatahan hati atas sosok presiden baru yang sungguh “ohh my God..!” sangat menyesakkan dada Amerika.

Sejak kemaren, aku sudah merasakan “mourning” yang aneh…naik kereta yang penuh, tapi tak seorang pun bicara, dan roman muka orang-orang, gloomy…itu sejak kemaren. Entah pagi ini…

Terimakasih banyak dukungan teman-teman buat si Mak dan anak-anak…

 

(Ketika aku bangun pagi ini, di luar jendelaku membasah hujan dengan mendung yang begitu kelabu….)

 

 

14 Comments to "Amerika Pagi Ini (Anak-anak Patah Hati)"

  1. djasMerahputih  16 November, 2016 at 20:15

    Ada yg membayangkan Pilpres 2019 seperti ini:
    Yang maju dua calon, Ibu Ani dan Ahmad Dhani.
    Lalu pemenangnya Mr. Dhani.

    Gimana perasaanmu..??

  2. J C  16 November, 2016 at 16:54

    Show must go on, life goes on…

  3. Lani  13 November, 2016 at 07:39

    James, Al: kalian berdua tanya apakah di Hawaii ada demo krn kemenangan Trump. Jawabannya Hawaii tetep kondusif, tenang, damai……..

    Nah James ngomong demonya pakai kiwir2 itu malah menimbulkan keuntungan soale akan menggerakkan turis utk datang dan mbludag di hawaii hahaha……..

    Itu sgt bagus dampaknya buat ekonomi Hawaii. waluu aku tau democrat menang di Hawaii, dan kalah secara umum, dan krn Hawaii lokasinya jauh dr hiruk pikuk mainland jd semuanya berjalan spt biasa spt tdk peduli ada/tdk ada pemilu

    Itulah nyaman2 saja di Hawaii……aku seneng tdk ada ribut2

  4. Alvina VB  13 November, 2016 at 02:46

    James: ha..ha….mana tuch mbakyu Lani blm nongol…. Mbakyu Lani, Hawaii masih aman ya?
    Dian: Mahasiswa di Washington demo gak? di NY masih rame sama demo, kemarin 5th street ditutup je….

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *