Selamat Hari Pahlawan

Osa Kurniawan Ilham

 

Dalam rapat presidium BKPRI (Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia) 4 Oktober 1946 Soemarsono mengusulkan 10 Nov menjadi Hari Pahlawan untuk mencegah ada klaim dari satu dua individu sebagai pahlawan tunggal di Surabaya. Soekarno menyetujuinya tgl 14 Okt 1946. Sejak itu 10 November diperingati sebagai hari Pahlawan.

Pendapat Soemarsono sangat masuk akal. Pertempuran Surabaya Oktober-November 1945 bukanlah panggung para tokoh dan pemimpin militer di Surabaya tetapi panggung rakyat Surabaya dan Jawa Timur yang berkorban membela kemerdekaannya.

Saat itu suku, agama, golongan dan ideologi tidaklah penting….yang penting berani berjuang. Tercatat dalam sejarah pertempuran Surabaya nama-nama Batak, Minahasa, Bugis, Maluku dan Tionghoa selain tentu saja nama-nama Jawa dan Madura. Di sini pula mereka yang berideologi komunis sosialis bisa berbagi rokok dan nasi bungkus dengan laskar Hizbullah dan laskar Kuomintang yang berideologi Cina Nasionalis. Tercatat pula ratusan eks prajurit HEIHO dari Sumatra tidak pulang ke kampung halamannya karena lebih memilih menumpahkan darahnya di benteng Kedungcowek Surabaya.

Setelah perjuangan dipukul mundur dari Surabaya barulah para laskar terkotak-kotak dalam balutan ideologi, agama dan asal-usul. Saling curiga menyeruak dan beberapa kali gesekan terjadi antar mereka.

Soemarsono, ketua PRI yang memegang peranan sentral dalam kesatuan pemuda di Surabaya akhirnya minggir menjadi pimpinan laskar Pesindo yang namanya akan disebut setiap orang membicarakan tentang Insiden Madiun oleh FDR/PKI tahun 1948. Ironisnya, penganut agama Kristen yang dekat dengan Amir Sjarifudin ini akhirnya harus pindah kewarganegaraan menjadi warga negara Australia.

soemarsono

Soemarsono

Ironisnya….saya mencatat tidak ada satu pun alumni Pertempuran Surabaya yang bisa mencapai jenjang tertinggi di TNI. Stereotype bahwa para pejuang veteran pertempuran Surabaya susah diatur, keras kepala, suka membantah atasan dan bersikap kekiri-kirian (dalam arti anti kemapanan) tampaknya melekat dalam benak para pimpinan markas besar tentara di pusat.

Jadi ketika kita menperingati Hari Pahlawan, ingatlah pada nama Soemarsono ini. Anda boleh tidak suka pada pilihan ideologi perjuangannya tetapi sejarah Surabaya dan Indonesia sudah mencatat namanya sebagai salah satu lakon.

 

Selamat Hari Pahlawan, Kawan.
Jangan lelah mencintai Indonesia.
Doakan setiap saat.

 

 

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

6 Comments to "Selamat Hari Pahlawan"

  1. djasMerahputih  16 November, 2016 at 20:18

    Takkan lelah MENCINTAI Indonesia

  2. J C  16 November, 2016 at 16:53

    Jadi tambah pengetahuan…

  3. Dj. 813  14 November, 2016 at 23:56

    Hidup arek-arek Suroboyo . . . ! ! !

  4. James  11 November, 2016 at 10:21

    Al dan ci Lani, di Ozi lebih dipakai hari Les We Forget bulan 11 jam 11 mengheningkan cipta 1 menit serentak disemua tempat kerja

  5. Alvina VB  11 November, 2016 at 06:22

    Selamat Hari Pahlawan semuanya (termasuk para kenthirs)!!!
    Di sini, Nov 11 adl Remembrance Day/Armistice Day. Hari peringatan dimana WWI selesai di bulan ke 11 (Nov) jam 11 pagi thn 1918.

  6. Lani  10 November, 2016 at 23:14

    James: Selamat hari pahlawan jg buat para kenthir lainnya……….jangan pernah melupakan jasa2 mereka pd negeri ini

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *