Ayo Ikut Tax Amnesty: Surat Sakti Tax Amnesty

Jun Cai, S.H., M.Hum. dan Bruno Saragih, S.H.

 

Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2016 Pasal 1 angka 1 mendefinisikan Tax Amnesty (TA) yaitu  penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pengampunan Pajak.  TA ditujukan untuk penghapusan pajak PPh dan PPn/PPnBM yang terhutang. TA ini berlaku untuk setiap wajib pajak yang meliputi orang, badan (baik yang sudah memiliki NPWP ataupun belum), serta pengusaha dengan omzet tertentu. Namun, bagi Wajib Pajak (WP) yang sedang dilakukan penyidikan dan berkasnya telah dikatakan lengkap oleh kejaksaan, sedang dalam proses pidana maupun menjalani hukuman pidana atas tindak pidana di bidang perpajakan dikecualikan untuk mendapat pengampunan ini.

tax-amnesty

Untuk mengikuti program ini, WP harus mengungkap seluruh harta yang belum dilaporkan pada Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) PPh serta membayar uang tebusan yang dihitung dari tarif dikalikan harta bersih. Tarif yang diberlakukan bervariasi antara lain:

  1. Untuk deklarasi harta dalam negeri dikenakan tarif 2% (dua persen) untuk periode I dari 1 Juli 2016 sampai dengan 30 September 2016;
  2. 3% (tiga persen) untuk periode II dari 1 Oktober 2016 sampai dengan 31 Desember 2016; serta
  3. 5% (lima persen) untuk periode III dari 1 Januari 2017 sampai 31 Maret 2017.

Sementara itu, untuk deklarasi luar negeri ditetapkan tarif 4% (empat persen), 6% (enam persen), 10% (sepuluh persen) dalam periode yang sama. Apabila WP mengalihkan dan menginvestasikan harta yang diluar negeri ke Indonesia (repatriasi) maka akan disamakan dengan tarif deklarasi harta dalam negeri. Dan untuk WP UMKM dikenakan tarif 0,5% (nol koma lima persen) untuk deklarasi harta sampai dengan 10 Milyar dan 2% (dua persen) untuk deklarasi harta diatas 10 Milyar.

Ada hal yang menarik dari TA ini, dimana ada suatu kesaktian yang membuat banyak WP berbondong-bondong untuk mengikuti program ini. Kesaktian yang dimaksud di sini adalah bagaimana TA dapat memberikan pengampunan sekaligus kepastian berinvestasi bagi WP. Kesaktian pengampunan ini bukan hanya dilihat dari aspek penghapusan pajak terutang yakni PPH dan PPN/PPnBm, namun bahwa Wajib Pajak yang telah memperoleh tanda terima juga tidak dikenai sanksi administrasi dan sanksi pidana cukup dengan hanya mengungkap harta dan membayar uang tebusan.

Selain itu, pada pasal 11 ayat (2) menjelaskan bahwa bagi WP yang mengikuti TA tidak dapat dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan; dan/atau, penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan untuk masa pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir. Pada ayat (3) dikatakan lebih lanjut apabila Wajib Pajak yang telah memperoleh tanda terima sedang dilakukan pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan; dan/atau penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan, untuk masa pajak, bagian Tahun Pajak, atau Tahun Pajak sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir, terhadap pemeriksaan, pemeriksaan bukti permulaan, dan/atau penyidikan Tindak Pidana di Bidang Perpajakan ditangguhkan sampai dengan diterbitkannya Surat Keterangan.

Pengampunan pajak ini juga menjamin kerahasiaan data yang tidak dapat dijadikan dasar penyelidikan dan penyidikan tindak pidana apapun serta pembebasan pajak penghasilan untuk balik nama harta tambahan. Namun kesaktian ini tidak berlaku untuk WP yang sedang dilakukan penyidikan dan hasil penyidikan telah dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan, dalam proses peradilan, dan menjalani hukuman pidana.

Dilihat dari kemanfaatannya TA juga memberikan kepastian berinvestasi. Harta yang direpatriasi tidak akan mengendap begitu saja. Namun program TA ini juga mengakomodir pengalihan dana untuk investasi di pasar keuangan maupun di luar pasar keuangan dalam negeri. Pengalihan dana  harus dilakukan ke dalam Rekening Khusus pada Bank Persepsi yang ditunjuk sebagai gateway yang sama. Investasi ini dilakukan paling singkat 3 (tiga) tahun terhitung sejak dana dialihkan oleh WP ke Rekening Khusus melalui Bank Persepsi yang ditunjuk sebagai gateway dalam rangka TA..

Wujud pengampunan di atas memang mendistorsi peraturan hukum lainnya. Seolah-olah penegakan hukum yang dibangun selama ini oleh institusi perpajakan terhapus begitu saja dengan adanya TA ini. Begitu pula dengan warga negara yang taat pajak merasa “tidak ada untungnya taat pajak, toh yang gak taat diberi pengampunan”. Namun yang perlu dipahami adalah kesaktian TA ini merupakan inisiasi dari Pemerintah dengan langkah lanjutan untuk memperbaiki sistem hukum perpajakan, memperbaiki basis data perpajakan demi menatap Era Automatic Exchange of Information pada tahun 2018. Langkah ini diambil pemerintah sekaligus mengingatkan kita bahwa nantinya setelah TA ini berakhir maka tidak akan ada lagi yang bisa “bermain” pajak. Hal ini dikarenakan ketika ada harta yang belum dilaporkan ke Direktorat Jendral Pajak  oleh WP yang ikut TA, harta tersebut akan diperhitungkan sebagai tambahan penghasilan dan dikenai PPh dan ditambah sanksi 200% (dua ratus persen).

Sudah saatnya kita yang belum ikut, segera ke kantor pajak untuk ikut TA. Ayo ikut Tax Amnsety. Ungkap, Tebus, Lega.

 

 

7 Comments to "Ayo Ikut Tax Amnesty: Surat Sakti Tax Amnesty"

  1. djasMerahputih  16 November, 2016 at 20:08

    djas taunya Tax Amnesia..
    Terobosan hebat era Jokowi..

  2. J C  16 November, 2016 at 16:54

    Saya sudah ikut…

  3. Swan Liong Be  15 November, 2016 at 18:20

    Djoko lupa keharusan ke-3 yakni manusia mesti keToilet!

  4. Alvina VB  15 November, 2016 at 00:51

    Kemarin waktu pulkam, iya ternyata banyak ya org Indonesia yg ikutan amnesti pajak? Temen yg kerja di perpajakan selalu pulang telat euy…krn ternyata banyak yg ikutan amnesti pajak. Indonesia butuh dana yak buat pembangunan infrastruktur?/ malah dibuat yg lainnya lage….he..he….

  5. Dj. 813  15 November, 2016 at 00:06

    Tax . . . T ax . . .
    Di Jerman hanya ada dua yang manusia mesti jalankan .

    1 . Manusia mesti Bayar Tax
    dan
    2 . Manusia mesti mati

    Hal ini tidak bisa ditawar .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam Sejahtera dari Mainz

  6. James  14 November, 2016 at 13:18

    ikutan apa ci Lani, dari dulu sdh bayar tax sekarang tinggal menikmati hasil tax itu alias Pemerintah sekarang waktunya kasih uang

  7. Lani  14 November, 2016 at 12:40

    James: apakah kamu mau ikutan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.