The Third Kondangan Peranakan Tionghoa 2016

JC – Global Citizen

 

Artikel terkait:

Kondangan Peranakan Tionghoa 2012

ASPERTINA First Anniversary: Kondangan Peranakan Tionghoa 2012

27th Baba Nyonya Convention (1): Wayang Cinwa, Wayang Potehi dan Batik

27th Baba Nyonya Convention (2): Fashion Show

 

Tak terasa perjalanan Asosiasi Peranakan Tionghoa Indonesia (ASPERTINA) sudah memasuki tahun kelima. Semenjak berdiri 28 Oktober 2011 sampai hari ini, sudah cukup banyak kiprah dan kontribusi ASPERTINA terhadap pelestarian budaya Peranakan Tionghoa dan juga menyemarakkan budaya Indonesia. Bisa dilihat dari artikel-artikel di atas, perjalanan ASPERTINA dalam mencoba mengangkat trend dan menjadi trendsetter baru yaitu busana Peranakan Tionghoa ke kancah nasional, menghilangkan kesan bahwa busana Peranakan Tionghoa adalah sekedar busana encim atau busana orang-orang tua, busana yang sudah ketinggalan jaman. Dengan sentuhan dan pendekatan baru, para perancang busana nasional menghadirkan sederetan gebrakan baru gaya busana Peranakan Tionghoa ini.

Selain itu, ASPERTINA bertekad untuk terus menjaga kebhinnekaan Indonesia, bahwa Indonesia adalah plural terdiri dari berbagai golongan etnis, agama, budaya, bahasa dan berbagai keanekaragaman yang lain, ini semua merupakan aset bangsa, very valuable intangible assets.

img_6104 img_6109 img_6110 img_6111 img_6105 img_6106 img_6107 img_6108

Dalam tajuk acara The 3rd Kondangan Peranakan Tionghoa 2016 sekaligus memeringati ulangtahun ASPERTINA yang kelima, diselenggarakan di Fairmont Hotel, Jakarta; sederetan perancang busana dan juga performers menyemarakkan acara. Di luar ballroom tempat acara berlangsung, tepatnya di pre-function ada beberapa pameran dari beberapa pendukung seperti batik Laseman, wayang potehi dan wing chun.

dsc00057 dsc00058 dsc00059 dsc00060 dsc00062 dsc00061 dsc00066 dsc00068 dsc00063 dsc00069

Acara diselenggarakan hari Jumat tanggal 11 November 2016 minggu lalu. Apa daya karena cuaca buruk sejak lewat tengah hari hujan kecil dan besar silih berganti ditingkahi petir dan halilintar menyambar-nyambar membelah langit. Sudah merupakan ‘pakem’ bahwa jika hari Jumat bisa dipastikan bahwa lalulintas Jakarta hampir pasti macet. Ditambah peraturan nomor mobil genap ganjil disesuaikan dengan tanggal genap ganjil, lengkaplah sudah ‘neraka jalanan’ di hari Jumat kemarin. Acara yang sedianya tercantum dalam undangan pukul 18:00 tak dapat dielakkan molor sampai dengan pukul 20:00 baru bisa dimulai.

dsc00081 dsc00085 dsc00093 dsc00095

Acara  tak bertele-tele dibuka oleh MC dan pidato pembukaan oleh Bapak Triawan Munaf, Ketua Badan Ekonomi Kreatif. Setelah pidato pembukaan, grup Warna membuka acara dengan lagu mereka dan balutan busana dahsyat warna-warni.

Hiburan oleh Citra Skolastika yang bergelimang busana apik berwarna cerah menyusul performance grup Warna. Setelah beberapa lagu, Afgan menggebrak dengan apik. Penonton mendadak heboh, berhamburan ke depan panggung, tak dapat dihindari sana sini pada ber’selfie.

dsc00100 dsc00103 dsc00105 dsc00106 dsc00108 dsc00110 dsc00113 dsc00114

Bahkan ada yang sedikit histeris berkomentar di video selfie yang diambil dengan latar belakang Afgan sedang menyanyi. Di dua meja depan panggung, sederetan ibu-ibu paro baya tak ketinggalan selfie dengan latar belakang Afgan yang sedang manggung; bedanya gaya ibu-ibu paro baya adalah gayanya lebih kalem dibanding dengan yang berusia lebih muda berseliweran di depan panggung. Duet Afgan dan Citra Skolastika cukup menawan.

Hiburan demi hiburan silih berganti, dari wayang tavip, performance Wing Chun, lagu, peragaan busana dari para desainer silih berganti di panggung.

dsc00117 dsc00118 dsc00121 dsc00122 dsc00160

Inilah beberapa peragaan busana oleh para desainer. Sungguh sayang saya tidak mengikuti sampai dengan tuntas, perancang terakhir yaitu Musa Widyatmodjo sebagai puncaknya, saya tidak bisa menyaksikan karena sudah meninggalkan acara. Malam sudah larut, badan luar biasa lelah dan masih harus menyetir menembus ‘neraka jalanan’ untuk kembali ke rumah.

dsc00123 dsc00124 dsc00125 dsc00129 dsc00130 dsc00133 dsc00134 dsc00136 dsc00137 dsc00139 dsc00140 dsc00141 dsc00142 dsc00143 dsc00145 dsc00146 dsc00148 dsc00149 dsc00151 dsc00152 dsc00153 dsc00155 dsc00156 dsc00157 dsc00159 dsc00161 dsc00162 dsc00163 dsc00164 dsc00165 dsc00166 dsc00167

Dan memang benar, kami sekeluarga (minus yang bungsu tidak ikut) sampai di rumah sudah lewat tengah malam. Acara The 3rd Kondangan Peranakan Tionghoa 2016 sungguh apik dan membekas dalam di hati.

 

 

About J C

I'm just another ordinary writer. Seorang penulis lepas dengan ketertarikan bidang: budaya, diversity, fotografi, ekonomi dan politik.

Arsip Artikel Website

Share This Post

Google1DeliciousDiggGoogleStumbleuponRedditTechnoratiYahooBloggerRSS

17 Comments to "The Third Kondangan Peranakan Tionghoa 2016"

  1. Linda Cheang  22 November, 2016 at 16:42

    Aku suka batik-batiknya ajah deh….

    Kalo nekad ikut Wing Chun, walah, badanku udah nggak kuat, hahahaha

  2. J C  17 November, 2016 at 10:29

    Kang djas: tengkyuuu…kepingin ke sono lagi nih…

    Lani: ya gitu itu sekarang di Indonesia…makin akeh yang model begitu…

  3. Lani  17 November, 2016 at 08:52

    Al: kedengaran memedenikan

  4. djasMerahputih  16 November, 2016 at 19:58

    Indonesia terlalu INDAH untuk diobrak-abrik..!!
    Keren foto2nya Kang JC.. TOP..!!

  5. J C  16 November, 2016 at 16:31

    murdono: matur nuwun…

    Lani: aku nunggu kowe lenggak lenggok dengan bikini batik kiwir-kiwirmu…

    James: memang dahsyat ini fashion show…

    mas Sumonggo: hahaha…everyday is kenthir day…

    pak Djoko: iyaaaa betulll…matur nuwun…salam untuk keluarga besar Paisan juga ya…

    Alvina: tengkyuuuu…

    oom SLB: hahaha…setuju, setuju…

    Alvina, Lani: lha ya memang beneeerrrr….

    Hennie: beberapa perancang Indonesia memang sudah go international…

  6. HennieTriana Oberst  16 November, 2016 at 15:40

    Batiknya cantik-cantik banget.. Jadi pingin…
    Aku tau nama perancang Adjie itu. Waktu itu ada Fashion Week di Swiss khusus perancang Indonesia, dan Adjie ini yang sudah top banget.

  7. Alvina VB  16 November, 2016 at 07:14

    SLB betul banget….kemarin pulkam ke Sarinah Jakarta, kaget2 sekarang malah ada lantai khusus buat org yg demen budaya arab….pengunjungnya ya itu para ninja yg pake hitam dan putih, berasa kek ada di tim-teng yak…..

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *