Final Call

Hennie Triana Oberst – Shanghai

 

Waktu check-in petugasnya bilang pesawat kami yang harusnya berangkat jam 17.15 terlambat. Saat itu pukul 15. Petugas cowo itu bilang dia akan menempatkan kami di penerbangan yang lebih cepat, pesawat dengan jadwal 15.30. Ketika kami tanya apa mungkin dengan waktu yang mepet gitu, dia bilang pesawatnya delay juga. Jadi mungkin.

Tertera di boarding pass jam 16.10 boarding time, tetapi petugas check-in bilang mereka belum tahu jadwal pastinya. Kami pun melihat di layar informasi penerbangan, tidak tertera jam berapa waktu boarding. Penerbangan Xiamen-Shanghai dan sebaliknya sedang terganggu, karena cuaca jelek di Shanghai, hujan dan angin kencang. Banyak jadwal penerbangan tertunda, bahkan dibatalkan.

Kami pun memasuki satu Café, sementara menunggu, bisa mengisi perut yang mulai lapar. Pesanan baru datang, aku dan seorang teman sudah beberapa menit menikmati makanan karena pesanan kami duluan disajikan. Teman yang lain baru saja mulai menyantap makanannya, ketika kami mendengar pengumuman “Final call” dengan menyebutkan nomor penerbangan kami Xiamen-Shanghai dan nomor Gate (yang berbeda dari yang tertera di boarding pass).

final-call-flight

Dengan semangat 45 kami tinggalkan sajian tersebut, berlarilah kami menuju Gate yang disebutkan. Terengah-engah tiba di Gate. Orang-orang masih banyak yang berdiri mengantri. Tapi mereka hanya berdiri, tak ada tanda-tanda mereka akan menaiki bus menuju pesawat.

Kami menuju meja petugas, seorang teman berbicara dengan petugas, kenapa ada pengumuman boarding, tapi malah yang antri tadi disuruh duduk lagi. Datang seorang petugas lagi, mereka bilang belum bisa boarding.

Kesal, jadi ikutanlah kami bicara, kenapa pengumumannya “final call” sampai 3 kali. Penumpang disuruh menunggu lagi, dan sampai ada pengumuman berikutnya. Petugasnya dengan santai (sambil melototin matanya) bilang belum bisa boarding.

Sialan bener nih Shanghai Airlines, bikin pengumuman suka-suka. Nggak pakai minta maaf lagi.

Sebel!!!

20161027

 

 

28 Comments to "Final Call"

  1. HennieTriana Oberst  22 November, 2016 at 09:13

    Iya mas Dj, nyebelin ya. Masalahnya mereka itu seperti nggak menghargai orang lain. Berlaku sesukanya, nggak mikir dulu sebelum berbuat. Padahal ini perusahaan resmi.
    Tapi gitulah, penerbangan domestik di Cina juga terkenal dengan keterlambatannya yang kadang minta ampun parahnya.
    Hehehe..iya, kesal yang jadi bahan cerita ya
    Liebe Grüße

  2. Dj. 813  20 November, 2016 at 03:37

    Hahahahahahaha . . . .
    Hennie . . .
    Itulah Asia, sangat santai .
    Banyak memang pengalaman yang kadang mengesalkan.
    Tapi jika tidak demikian, juga tidak ada ceitanya .
    Hahahahahahahaha . . . ! ! !

    Salam manis dari Mainz .

  3. HennieTriana Oberst  19 November, 2016 at 23:19

    Inakawa..hehehe..iya ya. Kadang dalam hati berfikir juga, kenapa tingkah mereka ajaib-ajaib begini. Dulu sebelum ke negara ini, nggak membayangkan separah ini.
    Aduhh…jangan sampai saya membuat orang lain sebel

  4. EA.Inakawa  19 November, 2016 at 10:36

    Kondisi itu hampir disemua negara maju sama saja kelakuannya,itulah suka duka Diaspora, kalau Hennie sebel masih syukur daripada NYEBELIN orang orang di Airport,ayooooo…..salam sehat

  5. HennieTriana Oberst  18 November, 2016 at 20:30

    Yah enaklah kalian berdua bisa negur gitu ya. Aku nggak bisa Negur orang yang nyerobot antrian, tapi mereka nggak ngerti, malah ngomel-ngomel. Betul-betul pingin nggampar.

  6. Tammy  18 November, 2016 at 18:28

    JC: kalo sama general public sih aku jg pake Mandarin. Biasanya kalo orang nyerobot antrian aku tegur “hey, antri ya!” Walaupun aku ga seseram buto (kayaknya sih), mereka ga ngelawan kok. Hehehe…

  7. J C  17 November, 2016 at 20:57

    Hennie, Tammy, kalau aku sedikit berbeda, tetep tereak dalam bahasa Mandarin, dan jelas mereka tau kalau aku bukan native Chinese, biasanya yang banyak tingkah, tukang serobot antrean, ngawur dan teman-temannya cukup keder liat setinggi ini mendelik sambil nyemprot dalam bahasa Mandarin…

  8. HennieTriana Oberst  17 November, 2016 at 19:38

    Oh gitu. Pantes waktu aku marah pake bahasa Inggris mereka langsung diem. Waktu temenku yang Chinese ngomong mereka jawab sambil melotot gitu. Baru aku dan 2 temen lain yang bukan orang Cina ikutan ngomong. Petugasnya langsung diem dan nunduk. Takut digampar mungkin

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *