Kisah Cinta yang Mengubah Dunia

Nur Mursidi

 

Saat pertama kali bertemu dan berkenalan dengannya, aku benar-benar nyaris tertipu. Aku mengira, dia itu anak Jakarta –sebagaimana teman-temanku anak Betawi lain yang kuliah di Yogya. Maklum penampilannya perlente; rambutnya panjang (sebahu), diikat dengan karet (bekas nasi bungkus dari warung Sapen), pakai kaos oblong tersetrika rapi dan dimasukkan ke dalam celana yang robek di bagian lutut. Waktu itu, setahuku, hanya anak-anak Jakarta yang berpenampilan seperti itu.

Setelah berjabat tangan, aku duduk di kursi. Itulah suasana yang terjadi saat itu. Aku diam, seraya sesekali melirik penampilannya. Tetapi, semua itu berubah saat temenku kembali dari kamar kecil.

“Kamu gak tahu jika ini tetanggamu?”

Aku dan dia saling pandang. Oh, dia tetanggaku? Kami berdua melontarkan satu pertanyaan yang meloncat bersamaan.

“Kamu dari Rembang tho? Aku kira…. “

Aku menyebut nama kota kecilku; Lasem. Dia menyebut kota kelahirannya: Rembang.

“Ah, yang bener? Rembang bagian mana?” tanyaku.

Dia menyebutkan sebuah desa terpencil dan aku tertawa terbahak-bahak sampai rokok yang diisap melompat dari bibirnya. Sejak itu, kami akrab. Maklum, kami sama-sama dari Rembang yang merantau (kuliah) di kota Gudeg. Tetapi setelah akrab, lagi-lagi aku nyaris tertipu. Dia yang kukira anak baik-baik sebagaimana temenku lain yang kuliah di kota Yogya, ternyata dia pria yang super kelewat bejat. Dari cerita yang aku dengar, uang kiriman bulanan yang seharusnya untuk jatah sebulan, ludes dalam waktu dan tempo sesingkat-singkatnya: 3 hari. Tentu saja, uang itu habis di dunia gelap.

Meski dia bejat tak ketulungan, hanya satu yang tidak berani dilakukan: pergi ke Sarkem. Soal satu ini, imannya masih kuat. Tapi, soal yang lain, jangan ditanya. Lewat, dan bablas. Walaupun sering kali tidak memegang uang, tetapi baginya mudah mencari uang. Jika di dompetnya tak ada uang, dia keluar menenteng gitar, lalu ngamen di lampu merah. Dari uang mengamen itu, dia bisa bertahan hidup dua atau tiga hari. Setelah uangnya habis, dia kembali ngamen. Itulah kehidupan yang dijalani. Ia tak pernah kuliah, dan tak peduli kapan lulus.

Tetapi, sejak berkenalan denganku, dia sudah hidup benar. Tentu, aku penasaran. Peristiwa apa yang membuat pria bejat satu ini bisa kembali hidup baik?

“Boleh aku bertanya padamu?”

“Boleh! Siapa takut? Aku pasti bisa menjawab setiap pertanyaanmu dengan benar.”

“Siapa orang baik yang membuatmu bisa kembali di jalan yang benar?”

Dia menarik napas panjang, mungkin berat menjawab pertanyaanku. Lama, dia tidak menjawab. Diam serupa patung, membisu bagai arca yang tersepuh salju.

“Sabar,” jawanya pendek. “Sebentar lagi kau akan tahu. Ia lagi dalam perjalanan ke sini.”

Benar! Dalam waktu tak kurang dari sepuluh menit, ada tamu yang datang. Seorang perempuan cantik, berjilbab.

“Tadi kau bertanya tentang siapa orang baik itu? Ini dia orangnya!”

Dia mengenalkanku dengan gadis yang baru datang tersebut. Belakangan, aku tahu, ternyata gadis itu adalah kekasihnya. Dan gadis itulah yang telah mengubah kehidupannya. Awalnya, gadis itu juga tertipu: mengira pria yang dicintai itu baik, dan penuh perhatian. Tetapi, semakin jauh mengenalnya, gadis itu tahu tabiat aslinyanya. Tak pernah kuliah, suka mabuk, dan main judi.

Semula, gadis itu ingin meninggalkannya, tapi gadis itu sadar. Kalau ia meninggalkannya, pasti pria itu tambah gila. Jadi, gadis itu memutuskan mengubah hidup kekasihnya. Satu bulan berlalu, gadis itu menasehati dengan halus dan lembut. Tapi tak mempan menusuk jantung lelaki bejat tersebut. Perjuangan itu pun berlangsung hampir 1 tahun dan gadis itu nyaris putus ada. Tapi, saat hampir putus asa dan mau meninggalkan kekasihnya, gadis itu tiba-tiba punya ide. Hari itu ia mendapat kiriman dari rumah. Ia ambil semua uang tersebut dari ATM lalu datang ke tempat kekasinya. Setumpuk uang itu diletakkan di meja, lalu ia berkata, “Uang ini belikan minuman dan obat-obatan semua. Aku tunggu di sini. Nanti kita berdua mabuk hingga mati.”

“Apa kau sudah gila?” ujar lelaki itu.

“Aku tidak gila. Itu karena aku mencintaimu! Tapi, jika kau memilih merusak dirimu dan tak peduli denganku, ayo kita berdua mati bersama. Ini ada uang banyak yang bisa membuat kita mati bersama!”

love-story

Wuih, kayak kisah Romeo-Juliet ini! Celetukku saat aku pertama kali mendengar cerita itu. Tapi kisah cinta lelaki ini dan kekasihnya berujung manis. Tak seperti Romeo-Juliet yang akhirnya mati menenggak racun, justru lelaki itu sadar. Ia sadar jika dia mabuk dan terus minum, kekasihnya akan ikut minum. Dia tak tega hal itu terjadi pada kekasihnya. Akhirnya, dia bisa berhenti minum. Sejak itu, dia tidak minum lagi.

 

Cililitan, 31/07/16

 

 

About Nur Mursidi

Cerpenis kelahiran Lasem, Jawa Tengah. Beberapa cerpennya telah dimuat di sejumlah media massa seperti Kompas, The Jakarta Post, Suara Pembaruan, Seputar Indonesia, Sinar Harapan, Republika, Jurnal Nasional, Suara Karya, Tabloid Nova, Majalah Femina, Majalah Anggun, Kedaulatan Rakyat, Minggu Pagi, Tribun Jabar, Batam Pos, Radar Surabaya, Surabaya Post, Surya, Lampung Post, Bengawan Post, Solo Post, Inilah Koran, Suara Merdeka, dan Tabloid Cempaka. Dia bekerja sebagai wartawan sebuah majalah di Jakarta. Karya terbarunya: Tidur Berbantal Koran (Elex Media: 2013).

My Facebook Arsip Artikel

7 Comments to "Kisah Cinta yang Mengubah Dunia"

  1. James  17 November, 2016 at 04:46

    Al, mbak Lani ganti nama jadi mbak Lain? Kalo Lina. Nila sih msh ok deh tapi kslo Lain ya sangat beda jauh deh , sekedar ralat doang

  2. djasMerahputih  16 November, 2016 at 19:54

    Tepat bang James,
    Love Changes Kenthirs.
    Love Changes Everything

  3. James  16 November, 2016 at 09:06

    mbak Lani, Kenthirs nya karena cinta jadi berubah tambah setia ke Baltyra nya

  4. Alvina VB  16 November, 2016 at 07:08

    Eh ya..lah…salah ketik. mbakyu Lani…..

  5. Alvina VB  16 November, 2016 at 07:07

    Di belakang James and mbakyu Lain….
    Ini cerita yg berakhir bahagia, ttp kenyataannya di dunia ini, laki2 yg demen minum,judi plus drugs malah membunuh pasangannya secara pelan melalui pengaruh buruknya, liat aja si Whitney Houston serta anaknya, Amy Winehouse pada mati semua krn drugs, sedangkan para ex husbandnya masih hidup.

  6. Lani  16 November, 2016 at 05:36

    James: mmgnya kenthirs diubah jd apa krn cinta?

  7. James  16 November, 2016 at 05:29

    Love changes everything

    Love changes Kenthirs

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *