Laminat (Wood Flooring)

Djoko Paisan – Mainz, Jerman

 

Salam jumpa dengan oret-oretan Dj. di hari Selasa yang indah ini.

Kali ini Dj. akan sedikit cerita, bagaimana kehidupan di Jerman, dimana untuk bayar ongkos kerja (tukang) cukup mahal, jadi kebanyakan orang harus belajar mengerjakan pekerjaan di rumah sendiri. Bagi yang berpenghasilan di atas rata-rata, jelas bisa panggil tukang.

Tapi kalau ingin tahu dan sambil belajar, ya bisa coba sendiri, banyak juga macam-macam literatur (buku) yang
bisa menolong dalam pekerjaan tangan (Do It Yourself). Hanya saja harus modal sabar, lebih bagus lagi kalau ada teman yang sudah pernah mengerjakannya, jadi bisa mendampingi dan minta diajari.

Kalau diingat, dulu Dj. pegang hammmer untuk pukul paku, bisa kena jari sendiri, tapi dengan berjalannya waktu, malah sudah bisa pasang ubin dan yang lainnya sendiri.

Okay…Beberapa waktu yang lalu, putri kami minta tolong untuk diantar ke toko bangunan, karena ingin membeli ubin kayu. Atau di Jerman kami sebut “LAMINATE“ (WOOD FLOORING). Anak ini, memang kalau sudah punya kemauan sulit dikasih tahu, apa yang dia inginkan dia akan usahakan. Padahal apartmentnya belum lama direnovasi. Nah ya, akhirnya kami ke toko bangunan dan dia memilah-milih warna dan harga yang sesuai dengan keinginannya.

laminat-1

Akirnya ketemu juga warna yang dia inginkan, tapi kok hanya satu packet saja, ya tidak mungkin cukup…sedang yang di bawahnya lain warnanya.

laminat-2

Akhirnya kami menanyakan ke bahagian informasi daaaaaan…Puji TUHAN…!!! Ternyata masih ada dan tempatnya diatas rak (regal) yang cukup tinggi, jadi harus diambil dengan bantuan mesin (Fork-lift truck)

laminat-3

Dan setelah diturunkan dan memang benar warna yang diinginkan, maka dia dibantu oleh pekerjanya, seberapa banyak yang dia inginkan untuk ditaruh di atas troli.

laminat-4 laminat-5

Untung pekerjanya cukup sabar, karena…jujur kami tidak atau belum tahu apa saja yang dibutuhkan, selain laminate (hanya kira-kitra saja). Dan atas saran pekerja toko, maka kami mulai memilih apa saja yang disarankan, karena mengingat harganya juga bermacam-macam. Seperti ujung tembok dan lantai dan juga bertemuan dua tembok.

laminat-6

Juga alas untuk antara dasar (lantai) dan laminat, juga harus ada lapisan dari kapas atau sterofoam, agar bisa
menahan rasa dingin bila tetangga bawah tidak menyalakan heater (peredam dingin). Nah akhirnya kami dapatkan semua yang kami perlukan.

laminat-7

Bayar di Kasse dan angkut ke rumah…Hahahahahahaha…!!!

laminat-8

Saat mengerjakan pun tiba. Jelas ruangan harus dikosongkan, walau tidak semuanya dan bisa bergantian setengahnya dulu, kemudian yang setengah lagi.

laminat-9 laminat-10

Sebahagian sudah dikerjakan, mengingat barang-barang di atas ubin harus dipindahkan ke tempat yang sudah dikerjakan.

laminat-11 laminat-12

Dengan penuh kesabaran, setelah setengah hari kerja, akhirnya selesai juga. Hahahahahahahahaha…!!! (sok sabar).

laminat-13 laminat-14

Nah ya, untuk saat istirahat, kami hanya pesan pizza saja, agar stamina yang hilang, pulih kembali. Hahahahahahahahaha…!!!

laminat-15 laminat-16 laminat-17 laminat-18

Waduuuuh…maunya cerita sedikit saja, ternyata panjang juga ya…Maaaf, bila membosankan dan juga yang tidak berkenan.

Terimakasih untuk perhatian anda semuanya, siapa tahu ada yang ingin pasang laminat sendiri, bisa baca buku.
Dj. yakin andapun bisa, wong tidak sulit kok, asal ada kemauan. Yang jelas, misalnya ruangan yang anda akan pasang laminat selebar 20 Qm, jangan beli pas atau hanya 20 Qm saja. Ingat, karena dari laminat-laminat itu, akan banyak yang harus dipotong-potong. Jadi belilah lebih, sekitar 25 QM, agar kalau kurang, anda tidak harus kembali ke toko lagi. Hal ini Dj. katakan masih mudah, karena laminat ini dipasang menurut atau sejajar dengan panjang dan lebar ruangan.

Tapi kalau harus pasang secara miring (45°), akan lebih rumit lagi dan yang jelas juga harus beli laminatnya jauh lebih banyak. Dan hasilnya juga akan sangat indah (menyenangkan), hanya akan sangat banyak kerjaan.

Biasanya mereka yang uangnya berlebihan, akan minta agar tukang memasangnya miring, tapi hal itu bukan satu masalah bagi tukang yang sudah biasa pasang laminat.

Okay, terimakasih juga kepada pengasuh Baltyra yang selalu menayangkan oret-oretan Dj. Terimakasih untuk perhatian dan kesabaran anda semuannya.

Semoga berkat dan kasih TUHAN, selalu menaungi kita semuanya.

 

Salam manis dari Mainz.
Dj. 813

djokopaisan-laminat

 

 

About Djoko Paisan

Berasal dari Semarang. Sejak muda merantau ke mana-mana, Bandung dan Sulawesi dirambahnya. Benua Eropa adalah tempatnya berlabuh setelah bertemu dengan pendampingnya di Jerman. Dikaruniai 2 putra dan 1 putri, serta 3 cucu. Keluarga besar Paisan bergaung ke dunia melalui BALTYRA.

My Facebook Arsip Artikel Website

22 Comments to "Laminat (Wood Flooring)"

  1. Dj. 813  20 November, 2016 at 03:22

    HALLO BALTYRA . . . .

    Maaaf ini memang Dj. sengaja dan tidak seperti biiasanya Dj berterimakasih kepada pengasuh Baltyra di awal jawaban komentar Dj .
    Ini karena ada yang ingin Dj. cerita untuk anda semuanya .
    Cerita ini cukup lucu .
    Saudara sepupup Susi, dia adalah seorang dokter dan ahli bedar saraf .
    ( Neu chirugy )
    Sedang suaminyna adalah master untuk pasang ubin .
    Jadi mereka punya perusahaan pasang ubin .

    Disatu hari sabtu dimana semua pekerjanya libur, ada langganan nya
    yang medesak ingin mempperbaikin ubin didapur .

    Dia sanggupi dan istrinya turut datang dan menolong bawakan alat-alat dari mobil masuk rumah .
    Selang beberapa bulang, yang punya rumah sakit penyempitan di tulang leher yang mana harus dioperasi .
    Saat rencana operasi harus dibicarakan antara dokter dan petient .
    Itu orang sangat kaget dan dia bertanya, bukankah kamu dan suamimu yang pasang ubin dirumahku . . . ? ? ?
    Sekarang kamu akan operasi aku, kamu pikir aku ubin . . . ? ? ?
    Mau kamu potong-potong seperti ubin . . . ? ? ?
    Hahahahahahahahahahaha . . . ! ! !
    Sekitar 25 tahun yang lalu, kuliah kedokteran di Mainz dan tinggal dirumah kami . Jadi Setelah jadipun dia masih sering berkunjung ke Mainz , menengok kami .

    Nah itulah cerita yang mana hal ini tidak mungkin terjadi di Indonesia .
    Mana mau seorang ahli bedah ikut campur pekerjaan suami yang tukan kasang ubin .
    Mungkin juga tidakk ada seorang ahli bedah yang mau nikah dengan tukang pasang ubin.
    Hahahahahahahahaha . . . ! ! !

  2. Dj. 813  20 November, 2016 at 03:09

    Hallo Wid . . .
    Hallo Krist . . .
    Hallo dimas Josh Chen . . .
    Terimakkasih untuk jempolnya .
    TUHAN MEMBERKATI . . . ! ! !

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.