Melihat Taman Wisata Kopeng

Fire – Yogyakarta

 

Saya ingat dulu sekitar tahun 80-an setiap kali perjalanan dari Magelang menuju Kopeng, kalo nggak salah sesudah terminal Kebonpolo, ada sebuah plang penunjuk jalan ke Kopeng.

Nah, ada orang iseng, yang menambah coretan pada huruf ‘P’ di plang tersebut sehingga menjadi huruf ‘R’. Plang tersebut akan terbaca “KORENG”. Dan selama bertahun-tahun, mungkin hampir 10 tahun, plang bertuliskan “KORENG” tersebut nggak pernah ada pihak yang berinisiatif memperbaikinya.

Salah satu kenangan masa kecil saya, ketika diajak Ayah naik bis ke Salatiga, lewat Magelang. Naik bis jurusan Magelang-Salatiga yang rutenya melalui Kopeng. Tentu saja bis ini ukurannya kecil nggak sebesar bis Mustika, Ramayana, Handoyo, Sumber Waras, jurusan Jogja-Magelang atau Jogja-Semarang. Jalan di Kopeng kan nggak begitu besar, ntar kalo bis-nya segede bis Ramayana Turbo (ini dulu bis Jogja-Semarang yang tampilannya paling keren), bisa-bisa papasan di tikungan bisnya kejedug. Di Kopeng, Ayah mengajak saya turun, lalu kami makan sate kambing di sebuah warung dan minum jahe hangat. Rasanya enak banget waktu itu…

Kopeng tentu saja bukan koreng, ini tempat yang indah, dengan hawa sejuk. Beberapa minggu lalu kami berkunjung ke salah satu taman di Kopeng. Memang kalo dibandingkan dengan Taman Kyai Langgeng di Magelang, kelengkapan dan luasnya taman jelas kalah. Tetapi hawa yang sejuk khas pegunungan, itulah keunggulannya. Karcis masuk mobil limaribu rupiah, sedang per orang sepuluh ribu rupiah.

k1

Suasana sepi karena nggak bertepatan dengan libur sekolah.

k2 k3 k4 k5

Baru saja datang, sudah dikejar-kejar yang menawarkan makanan dan minuman, sambil bawa tikar. Sayangnya wedhang rondhe yang kami pesan, kurang berasa. Sudah ada daftar makanan dan minuman beserta harganya, jadi nggak ada yang “nuthuk”.

k6 k7

Kura-kura nggak dalam perahu.

k8

Banyak pohon-pohon besar menambah rindang suasana.

k9 k10 k11

Siapa mau penekan?

k12 k13

Sekarang di mana-mana trend-nya memang wisata outbond.

k14 k15 k16 k17

Kebetulan ada rombongan menumpang beberapa bis sedang mengadakan outbond di sini.

k18 k19

“Mau naik ATV di sebelah mana ya?” Coba tanya sama kadal ini …

k20

Kalo nggak mau outbond ya duduk-duduk saja ….

k21 k22

Saya pernah tergoda membeli sejumlah bibit sayuran dan buah di kios-kios yang banyak bertebaran di sepanjang Kopeng. Terlihat di kios, nampak segar-segar dan indah. Tetapi begitu saya bawa pulang, paling banter hanya betah sampai tiga minggu. Strawberry yang sudah muncul buahnya, di Jogja nggak kuat bertahan. Habis itu kapok beli bibit tanaman lagi. Mungkin tanamannya nggak cocok dengan iklim di Jogja.

k23

 

 

About Fire

Profile picture'nya menunjukkan kemisteriusannya sekaligus keseimbangannya dalam kehidupan. Misterius karena sejak dulu kala, tak ada seorang pun yang pernah bertatap muka (bisa-bisa bengep) ataupun berkomunikasi. Dengan tingkat kreativitas dan kekoplakannya yang tidak baen-baen dan tiada tara menggebrak dunia via BALTYRA dengan artikel-artikelnya yang sangat khas, tak ada duanya dan tidak bakalan ada penirunya.

Arsip Artikel

7 Comments to "Melihat Taman Wisata Kopeng"

  1. Bije Mujiatma  4 June, 2017 at 16:46

    KUntuk Info Taman Wisata Kopeng yang lengkap bisa Klik FB Taman Wisata Kopeng atau Instagram dengan nama yang sama….Selamat Datang di Kopeng..

  2. HennieTriana Oberst  18 November, 2016 at 11:35

    Belum pernah ke sana. Enak juga wisata tamannya sepi begini, jadi bisa menikmati liburan.

  3. Handoko Widagdo  18 November, 2016 at 09:12

    Ke Kopeng pakai topeng sambil menyembuhkan koreng.

  4. Alvina VB  18 November, 2016 at 05:41

    Mas Fire, Blm pernah melancong ke sana…terima kasih buat tulisan ini…jadi tahu Taman wisata Kopeng

  5. Dewi Aichi  18 November, 2016 at 02:32

    kang…..piknik kok sendirian to…sepiiiiiiiiiiii, Kopeng sama Bandungan sih sering dulu kemah haha….masih sejuk ya ternyata…..tapi kalah sama pendatang baru yaitu Taman Kyai Langgeng.

  6. djasMerahputih  17 November, 2016 at 15:22

    Hadir bang James..
    Sama dong.. djas juga pernah, awal tahun 2000-an..

  7. James  17 November, 2016 at 12:33

    1…pernah kesana jadul banget sekitar tahun 57 an, makanya sudah lupa lagi

    menantikan para Kenthirs di Taman Kopeng

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *