Siasat si Tukang Kayu

Chandra Sasadara

 

Mungkin krempengnya sama dengan Tukang Kayu yang disebut dalam Matius 13: 55-56 dan Markus 6: 3. Bedanya Tukang Kayu ini adalah seorang panglima tertinggi dari 834.410 prajurit aktif dan cadangan, seorang kepala negara dengan 200+ juta penduduk, dan laki-laki yang bisa menggerakkan 3.000+ personel intilejen yang bergabung dalam Badan Intelijen Negara (BIN).

Dengan kekuasaan seperti itu, dia bisa melakukan apa saja, termasuk menggulung lawan-lawannya dengan kekuatan yang ada dalam genggamannya. Tapi dia tidak “main kayu”! meskipun sebagai tukang kayu dia pasti ahli dalam siasat perkayuan. Si Tukang Kayu lebih memilih untuk menggunakan siasat yang diwariskan oleh leluhurnya. Siasat yang diabadikan oleh Mpu Kanwa dalam Arjunawiwaha. Mpu yang hidup pada masa Bhatara Airlangga itu menyebutnya: siasat sāma-bheda-dańůa. Siasat itu bertumpu pada tiga hal: cari sekutu (sāma), pecah belah musuh (bheda), dan pukul musuh di titik terlemah (dańůa).

tukangkayu01 tukangkayu02 tukangkayu03

Dia melakukan sama: Si Tukang Kayu itu tiba-tiba berkuda di Hambalang. Bercengkerama di Kramat Raya 164 dengan para tetua organisasi berlambang bumi, sehari kemudian berakrab-akrab di Menteng Raya, Kebun Sirih dengan para sesepuh organisasi berlambang matahari. Tidak ketinggalan mengunjungi markas besar pasukannya. Di depan para prajuritnya dia menegaskan kembali: “ saya sudah perintahkan untuk tidak metolerir gerakan yang ingin memecah belah bangsa, menggadu domba bangsa dengan provakasi dan politisasi..”

Dia melakukan bheda: Perintah Si Tukang Kayu dalam penanganan peristiwa besar minggu lalu secara persuasive adalah cara untuk memisahkan siapa penggerak, siapa penyusup, dan siapa penumpang gelap. Belakangan rakyat Si Tukang Kayu tahu, siapa yang bereaksi paling keras. Mereka bisa membedakan ular dan belut.

Sekarang, saatnya dia melakukan dańůa: Jauh-jauh hari Si Tukang Kayu telah mengunjungi proyek mangkrak di Bukit Hambalang. Dia juga meminta aparatnya untuk menghitung kerugian 34 proyek listrik dan menangani pencuri di E-KTP. Terakhir dia membongkar hilangnya dokumen investigasi pembunuhan seorang aktivis. Seorang mantan penegak hukum yang katanya dijebak dalam kasus pembunuhan juga berkeinginan membonngkar rekayasa yang menimpahnya.

Aku menikmati adu siasat itu dengan tetap berpegang pada Ali Imran: 26. Semoga tetap damai, amin.

Bdg/101116

Sumber Gambar:
1) mainankukayu.wordpress.com
2) Beranda323 × 294
3) olx.co.id417 × 461

 

 

 

5 Comments to "Siasat si Tukang Kayu"

  1. Dj. 813  20 November, 2016 at 04:08

    Bung Chandra Sasadara
    Jesus dan Jokowi sama-sama anak tukang kayu .
    Bedanya Jesus orang suci .
    Dan Jokowi orang kudus .

    Kayu adalah benda yang menurut, mau dibikin apa saja
    dia tidak akan menentang .
    Mau di Gergaji, mau dipaku , mau dipalu dan bahkan mau dibakar dan dibentuk apapun dia
    tidak menolak .
    Mengerjakan kayu adalah satu hal yang menyenangkan .
    Terimakasih dan salam .

  2. James  19 November, 2016 at 07:03

    Al, mungkin mbak Laninya kejepit Macet Jakarta dan Banjirnya

  3. Alvina VB  18 November, 2016 at 05:22

    Ngintil James dan Djas…..
    Ha..ha….bung Chandra bisa aja…..di sini org2 juga bilang itu di Indonesia ada Jesus of Java (dijamin gak ada org Kristen yg turun ke jln demo krn pres RI diseumpamakan dgn Jesus), krn ya itu dia tukang kayu yg menyelamatkan negara yg banyak Judas Iskariotnya, semoga dia gak di’salib’kan bangsanya (baca: para pejabat yg masih demen KKN) sendiri.
    Mana nich si mbakyu Lani? Udah sampe di Indkah?

  4. djasMerahputih  17 November, 2016 at 15:24

    Siasat si Kuda Catur. Menanti lanjutan drama berikutnya..

  5. James  17 November, 2016 at 12:29

    1…..yang masih dinantikan adalah Tindakan Penegakkan HAM masa lalu, Kurang Berani Menindak Tegas Ormas Preman FPI semacamnya, malah semakin Unjuk Gigi dan satu Lagi adalah Korupsi dikalangan Polisi, Jaksa dan Hakim dan Jenderal yang terlibat Narkoba Freddy Budiman, hilang semua itu beritanya tanpa bekas

    silahkan para Kenthirs menambahkannya kalau masih ada yang ketinggalan

Terima kasih sudah membaca. Silakan tinggalkan komentar.

Your email address will not be published. Required fields are marked *