Pasca Pilpres Amerika Serikat

Alvina VB

 

Dari setelah Brexit, bulanan terakhir kampanye capres di USA, kita di sini udah berasa….ini bakalan jadi Brexit nya Amerika nich, he..he…soalnya si Trump pinter strategy kampanyenya sebetulnya, orang-orang Hillary aja yang ke-PDan dan ngikutin poll yang menyesatkan, he..he….

Menurut saya ini yang menyebabkan Trump menang:

1. Segala sesuatu/produk itu bisa berhasil kalau tahu strategi marketing yang OK. Trump itu businessman, dia tahu banget marketing dirinya jauhhhh sebelum masuk dalam pertarungan politik, dia bikin branding dirinya di gedung, pesawat, TV show semua kelihatannya sangat sukses terutama bagi orang awam (terutama yang gak punya pendidikan tinggi, hilly billy punya dah), gak mau tahu dia pernah beberapa kali bangkrut kek, cara bisnisnya ruthless kek, nipu orang kecil kek, yang penting lihat donk yang ada di depan mata. Genjreng….gemerlap, sukses a la orang Amerika dah…

2. Trump lebih tahu pengaruh social media dibandingin si Hillary, bayangin aja dia melek, masih sibuk sama twitternya jam 3 pagi; pengikutnya dan publik dibombardir sama pesan-pesannya dia yang tentunya gak semuanya bener. Dia pokoknya salah satu orang tereksis tidak hanya di dunia nyata tetapi di dunia maya juga…seperti kaya artikelnya si JC baru-baru ini (Orang Indonesia Paling Eksis dan Paling Relijius Sedunia). Penting gak penting yang penting posting dulu donk………pokoknya ini bapak eksis banget yo…..dan orang yang baca twitter dia dari gak percaya sampe percaya, dari skeptical sampe mikir-mikir lagi, jangan-jangan bener juga nich…. it makes sense….

3. Trump tahu pada dasarnya di US itu, cuman daerah di West Coast dan East Coast doang yang open-minded, daerah di tengah-tengah (mid west) masih narrow-minded, tradisional banget, masih white supremacy, masih banyak Kristen puritan, Mormon (yang masih traditional bangettttt yang gak percaya sama abortion, gay rights, women rights, etc yang bertentangan sama visinya Hillary). Mereka-mereka ini juga udah bosennnnnn dipimpin sama president Demokrat dan orang hitam pula selama 8 thn, yang dianggap gak sesuai dengan nilai kehidupan mereka, gak ada kemajuan, Obamacare yang dianggap crazy, etc, Team Trump kampanye ke daerah-daerah ini, yang tadinya kubu Hillary pikir ini orang kagak tahu kampanye yang bener nich….masa ke daerah kecil kek gitu.

4. Berita negatif ttg Hillary yang gak abis-abis, mulai dari menghilangkan puluhan ribu e-mails sebelum kampanye sampe akhir kampanye, masih belum ilang-ilang, ditambah lagi sama 2012 Benghazi attack yang kontroversial, (sampe saat ini Hillary belum minta maaf ke orang tua prajurit yang meninggal). Ditambah lagi tangan kanannya, Huma Abedin (yang ex suaminya Anthony Weiner, berhubungan dengan anak remaja umur 15 thn, kirim foto-foto dirinya yang gak genah) diberitakan ada sangkut pautnya sama Al Qaeda, Sept 11, dsb. Tambah pusing lagi, kok e-mailnya si Hillary bisa ada di laptop eks suaminya si Huma Abedin? Pagimana ini euy??? Ditambah lagi berita The Clinton Foundation yang diberitakan menerima dana dari negara-negara asing termasuk negara tim-teng yang melanggar HAM. Menurut banyak pengamat politik kalau HIllary bukan salah satu ‘the Clinton clan’, dia udah masuk bui dari kapan-kapan.

5. Seperti yang dibilang SLB, rakyat Amerika udah bosennnnn abis sama yang namanya elite-establishment politicians di Washington DC dan Hillary adalah salah satunya. Mereka mau pilih orang yang lebih awam, orang biasa yang gak ada hubungannya dengan establishment di Washington DC. orang milih Trump karena dia anti-establishment dan Trump gak terima duit sumbangan dari Wall Street selama kampanye, yang tentunya orang makin kagum aja, dia biayain sendiri plus orang-orang awam kasih sumbangan ke dia.

6. Orang-orang kubunya Hillary yakin banget kaum Hispanic (terutama di Florida) akan vote dia. Kubu Hillary emang gak ngeh….yang vote itu bukan illegal immigrant lage (yang ditakutin si Trump bakalan kena deportasi kalau dia menang), mereka Hispanic immigrants yang dah menetap luamaaaaa di US, udah banyak yang sukses dan bahkan mereka banyak yang udah lupa gimana susahnya nenek moyang mereka dateng ke US pertama kalinya. Banyak Latino yang masih macho gak mau maulah dipimpin sama seorang wanita, apalagi si Hillary yang recordnya kurang bagus. Latina mungkin milih si Hillary, tetapi Latino yang macho-macho ya diem-diem pada milih Trump donk….

7. Silent supporter nya Trump keluar (ini di luar perkiraan banyak orang) pas pemilihan kemarin dan ternyata Hillary tidak didukung penuh oleh masyarakat hitam dan latino seperti jamannya Obama. Mereka juga dah bosennnnn kayanya selama Obama mimpin gak ada perubahan yang berarti. Rakyat biasa (kulit berwarna, hitam/coklat) di US walaupun tidak pendidikan, mereka tahu kalau para politician itu, cuman cari-cari dukungan dari mereka selama kampanye doang, setelah itu mana dipikirin lagi. Politician di mana aja sama aja sich, cari pendukung (kaum minoritas) pas kampanye aja, setelah selesai kampanye EGP dah…. live goes on….tanpa mereka. Jadi banyak yang kuciwa….dari 2 periode kepemimpinan si Obama.

8. Millenial (atau Generasi Y/Generasi Me) di US, pada marah pas capres Bernie Sanders (juga anti-establishment kaya si Trump) kalah suara dari Hillary Clinton dan mereka pada ngambek gak mau voting, golput aza…. Lah sekarang pada marah, kecewa, demo turun ke jalanan, gak ada gunanya lah…gak vote kok sewot, salahnya sendiri lage…… Makanya Obama pas kampanye selalu bilang don’t booo, but vote! Ini salah satu faktor/bagian dari kekalahan tsb juga.

9. Masih banyak lagi faktor XYZ yang gak kelihatan mata, (kalau bawa-bawa faktor di luar kemampuan manusia, apalagi bawa-bawa nama Tuhan, entar banyak yang protest euy…. terutama bung Itsmi, ha..ha…

Kalau mau dibilang ini pemilihan US yang paling unik sepanjang sejarah modern, karena banyak konspirasi teorinya, dramanya, negative advertisementnya dan….ternyata capres yang sangat qualified (Hillary) kalah telak dengan orang yang hijau sama sekali di dunia politik (Trump). Anything could happen in the Lala land eh….USA!

 

 

16 Comments to "Pasca Pilpres Amerika Serikat"

  1. Alvina VB  20 November, 2016 at 05:13

    Iya mas Dj, politik d imana aja sama aja…dirty/kotor…. Para calon pemimpin selama kampanye selalu pake janji2 surga yg belum tentu ditepati/dijlnin. Rakyat yg musti pinter menganalisanya: ini janji2 mungkin gak dijalanin? masuk akal gak? Lah sekarang aja suku aboriginal di sini merasa ditusuk dari belakang sama si Trudeau yg biasalah selama kampanye janji2 surga utk melindungi tanah mereka, bla,,,bla….kenyataannya sekarang mana? tanah mereka mau dipake pipeline utk export natural gas dan minyak ke US, dibawah pengawasan dan persetujuan pem. Trudeau, lupa/kena amnesia setelah terpilih?

  2. Alvina VB  20 November, 2016 at 05:01

    Sasayu, betul banget, white nationalists dan white supremacy berhembus lagi….di sini ada incident2 kecil yg bikin polisi pusing sekarang cari2 org yg pasang pamphlet di tempat2 umum yg suruh immigrant pulanglah, neo-Nazi bangkitlah, dsb. Di America KKK yg keluar lagi sekarang, lah pemimpinnya jelas2 endorsed si Trump kok.

  3. Alvina VB  20 November, 2016 at 04:55

    Iya, bung Erfan, setuju sama pendapatnya, kan gak mungkin lah, janji2 dia selama kampanye dijlnkan. Contohnya selama kampanye selalu bilang “build the wall” dan pem. Mexico yg bayar. Dia mau bangun tembok di perbatasan US-Mexico? dan hal yg mustahil kl suruh pemerintah Mexico yg bayar….dia sich pinter membakar emosi pengikutnya doang……Sekarang aja yg dia kata2in/benci selama kampanye di kubu establishment nya (elite) Republican, dia rangkul kok, mau gak mau dia musti kerjasama dgn mereka kl mau duduk nyaman/tenang di Washington CD selama 4 thn nanti.

  4. Alvina VB  20 November, 2016 at 04:44

    James, suka gak suka itu masing2 preference org ya…sekian banyak org yg membenci dia, sekian banyak pula yg suka. Itu temen kuliah saya yg tinggal di Oklahoma, keluarganya (org Indonesia campur Vietnamese dan America) sangat ‘adore’ si Trump, duh…….gak ngerti dah…….kl ada org Asia/Africa/Middle east yg bisa tertarik sama politiknya si Trump.

  5. Dj. 813  20 November, 2016 at 03:52

    Hallo Alvina . . . .
    Nah ya, politik itu kotor . . .
    Sebelum terpilih banya yang dijanjikan .
    Tapi setelah terpilih, mana mau mikir janji .
    Kalau mikirpun mungkin hanya beberapa % .
    Okay, salam manis dari Mainz .

  6. Sasayu  19 November, 2016 at 20:35

    Stupid democrats! Salah sendiri Hillari yang dijadiin kandidat. saya lebih meratapi nilai IHSG yang langsung jeblok right after Trump kepilih.

    Yang saya ga suka tuh, kaum Hilly Billy itu merasa dapat sinyal hijau untuk harrass other people, white nationalist mulai keluar dan berani koar-koar….very hateful and not nice

    Akhirnya aku ketawa2 aja liat parodinya baik di comedy central, stephen colbert, seth mayers…

  7. EA.Inakawa  19 November, 2016 at 10:29

    Pastinya Donald Trump tetap akan solid bersama Rakyat Amerika, sejarah Amerika siapapun Presiden nya PASTI selalu mereka dukung,apapun yang DT sampaikan selama kampanye adalah sebuah strategy untuk menarik simpati rakyatnya,secara pribadi saya yakin seorang Donald Trump tau persis resiko yang dia ambil jika merealisasikan apa yang dia umbar dalam kampanye-nya, salam sehat

  8. James  19 November, 2016 at 07:08

    gak suka dengan Tampangnya si Trump dari awal

    hayo Kenthirs lainnya kasih hug si Trump tuh

  9. Alvina VB  19 November, 2016 at 05:23

    Itulah anehnya di US, yg menang itu krn meraih the magic number 270 electoral votes/lebih dari 270. Popular votes (lebih banyak yg milih Hillary kl berdasarkan ini) gak terpengaruh sama sekali. Sama halnya dgn Al Gore di thn 2000, Hillary juga menang 1 jutaan lebih di pupular votes, ttp kalah di electoral votes. Utk lebih jelasnya, beda electoral votes dan popular votes silahkan buka link ini:
    http://www.diffen.com/difference/Electoral_Vote_vs_Popular_Vote

  10. Itsmi  18 November, 2016 at 16:02

    Pemilihan pres di usa saya ada ikuti dan jelas, dua calon ini di benci… tp kekalahan Hillary itu pada Hillary sendiri… saya yakin, bilamana lawannya Trump itu Bernie Sanders, pikiranku Sanders yg menang… juga kalau di lihat. Dari jumlah yg pilih Clinton, suaranya Hillary lbh banyak…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.